Amazia menentang Nubuat Allah yang disampaikan melalui Amos.
Amos 7 Part 1 tentang “Penglihatan tentang Penghakiman Allah” seri Nabi Kecil
Penglihatan tentang Penghakiman Allah: Bukan kematian orang fasik tapi pertobatannya yang dikehendaki Allah
Yusuf dari Arimatea – Seseorang yang memuliakan Tuhan Yesus
Yusuf dari Arimatea adalah tokoh penting yang memuliakan Yesus Kristus yang sudah mati buat menebus dosa umat manusia.
Pengorbanan Kristus di kayu salib (edisi Th.2026)- seri Karya Keselamatan Kristus
Kronologi penyaliban Yesus Kristus di kayu salib menunjukkan bahwa setiap peristiwa—dari pengkhianatan hingga penguburan—bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana Allah untuk menyatakan kasih-Nya kepada manusia melalui pengorbanan yang sempurna.
Kematian Kristus di kayu salib – Seri Doktrin Keselamatan Kristen
Kematian Kristus di kayu salib
Amos 6 tentang “Hal yang membangkitkan Murka Allah Semesta Alam” Seri Nabi Kecil
Hal yang membangkitkan Murka Allah Semesta Alam adalah ketidakpedulian bangsa Israel terhadap pelanggaran akan firman dan hukum-hukum Allah.
Amos 5 Part 3 tentang “Membenci kejahatan, mencintai kebaikan” Seri Nabi Kecil
Membenci kejahatan mencintai kebaikan adalah keinginan Allah bagi umat-Nya.
Amos 5 Part 2 tentang “Perbuatan keji yang dimurkai Allah” Seri Nabi Kecil
Perbuatan keji yang dimurkai Allah: Kekejian yang dilakukan bangsa Israel bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi penyangkalan terhadap karakter Allah. Amos menunjukkan bahwa ketika kebenaran dibungkam dan keadilan diputarbalikkan, kehancuran menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.
Amos 5 Part 1 tentang “Rahasia memperoleh hidup” Seri Nabi Kecil
Rahasia memperoleh hidup: Amos menegur keras Israel karena menggantikan Tuhan dengan pusat-pusat ibadah yang telah menyimpang. Betel dan Gilgal menjadi simbol bagaimana religiusitas tanpa pertobatan justru membawa kepada penghukuman, bukan kehidupan.
Amos 4 tentang “Dosa terbesar bangsa Israel yang mendatangkan murka Allah” – Seri Nabi Kecil
Amos 3:9–4:3 menegaskan bahwa dosa terbesar bangsa Israel yang mendatangkan murka Allah adalah tidak mau berbalik kepada Allah sekalipun sudah ditegur dan dihukum.
Amos 3 Part 2 tentang “Keruntuhan Umat Israel” Seri Nabi Kecil
Keruntuhan Umat Israel: Tuhan bukan hanya melihat ketika manusia mulai menyimpang, tetapi Ia juga bertindak sebagai Gembala yang mengejar, menegur, dan menyelamatkan sebelum jatuh dalam kehancuran. Teguran-Nya mungkin terasa keras, namun itulah kasih yang berusaha menarik kembali dari jalan yang menuju maut.
Amos 3 Part 1 tentang “Pelanggaran Israel terhadap Covenant” Seri Nabi Kecil
Pelanggaran Israel terhadap Covenant: Allah tidak pernah bertindak tanpa sebab dan tanpa peringatan. Hubungan dengan-Nya bukan hanya hak istimewa, tetapi juga tanggung jawab untuk hidup benar dan peka terhadap firman-Nya.
Amos 2 tentang “Allah Maha Kasih merindukan pertobatan umat-Nya” Seri Nabi Kecil
Amos 2 menegaskan bahwa di balik hukuman Allah terdapat kerinduan yang dalam agar umat yang dikasihi-Nya berbalik dari dosa dan kembali hidup dalam kebenaran.
Amos 1 tentang “Hukuman Allah bagi bangsa-bangsa selain Israel” Seri Nabi Kecil
Hosea 1 menyingkapkan hukuman Allah atas Israel yang tidak setia sekaligus menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat menghukum dan memulihkan bangsa-bangsa menurut keadilan dan kasih-Nya.
Pengantar kitab Amos – Seri Nabi Kecil
Kitab Amos menampilkan suara kenabian yang tegas dari seorang gembala sederhana yang dipakai Allah untuk menegur bangsa Israel. Di tengah kemakmuran yang tampak, Amos menyingkap dosa ketidakadilan, penindasan, dan ibadah yang munafik. Ia menegaskan bahwa Allah menuntut kebenaran dan keadilan, bukan sekadar ritual. Namun di balik penghukuman, tetap ada janji pemulihan bagi umat yang kembali kepada-Nya.
Yoel 3 tentang “Hukuman Allah terhadap musuh-musuh umat-Nya” Seri Nabi Kecil
Yoel 3 menegaskan bahwa Tuhan adalah hakim yang adil atas bangsa-bangsa, namun sekaligus menjadi perlindungan dan tempat perlindungan bagi umat-Nya yang setia.
Yoel 1-2 Part 3 tentang “Janji Allah akan pemulihan dan Hari TUHAN” Seri Nabi Kecil
Yoel 2:18–32 menggambarkan belas kasihan Tuhan yang memulihkan umat-Nya setelah pertobatan mereka. Ia berjanji memulihkan berkat yang hilang, mencurahkan Roh-Nya ke atas manusia, dan menyediakan keselamatan bagi setiap orang yang berseru kepada nama-Nya.
Yoel 1-2 Part 2 tentang “Seruan Allah agar bertobat dan berbalik dari jalan yang jahat” Seri Nabi Kecil
Yoel 2:12–17 berisi seruan penuh belas kasih dari Allah kepada umat-Nya untuk kembali kepada-Nya dengan segenap hati. Di tengah ancaman hukuman yang berat, Tuhan tidak langsung memusnahkan, melainkan membuka jalan pertobatan. Umat dipanggil untuk merendahkan diri, berpuasa, menangis, dan mengoyakkan hati, bukan sekadar tanda-tanda lahiriah. Pesan utamanya jelas: Allah menghendaki pertobatan yang sungguh-sungguh, karena Ia penuh kasih dan selalu membuka kesempatan bagi umat-Nya untuk kembali kepada-Nya.
Yoel 1-2 Part 1 tentang “Hukuman TUHAN – pasukan belalang” Seri Nabi Kecil
Kitab Yoel pasal 1–2 menggambarkan serangan belalang sebagai bencana yang meluluhlantakkan negeri, namun di balik peristiwa itu nabi menegaskan bahwa tangan Tuhan sedang bekerja menegur umat-Nya. Kawanan belalang yang datang seperti bala tentara menjadi simbol murka Allah terhadap dosa dan ketidaksetiaan umat. Melalui gambaran yang menggetarkan itu, Yoel mengingatkan bahwa hari penghakiman Tuhan bukan sekadar peristiwa alam, melainkan panggilan keras agar manusia bertobat dan kembali kepada-Nya sebelum kehancuran yang lebih besar terjadi.
Hosea 11 tentang “Jalan TUHAN Itu Lurus: Hikmat Penutup Kitab Hosea” Seri Nabi Kecil
Jalan TUHAN selalu lurus dan penuh kebenaran. Manusia dapat memilih untuk berjalan di dalam terang-Nya atau tersandung karena meninggalkan jalan-Nya. Namun kasih TUHAN tetap memanggil setiap orang untuk kembali kepada-Nya dengan pertobatan yang tulus.
