Edisi 24 – “Jangan bersumpah” Seri Renungan Pagi

By Febrian 13 Oktober 2026 03:44 AM
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Hari kemarin kita telah membahas mengenai percabulan, perzinahan dan perceraian yang dibenci Tuhan. Maka dalam kesempatan ini, kita akan membahas topik mengenai larangan Allah untuk bersumpah demi apapun. Semoga kita mendapat hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
I. Pengantar
Imamat 19:12 [TB2-LAI©2023]
Janganlah kamu bersumpah palsu demi nama-Ku, supaya engkau tidak mencemarkan nama Allahmu, Akulah TUHAN.
Keluaran 22:11
maka di antara kedua orang itu harus diambil sumpah di hadapan TUHAN bahwa ia tidak mengulurkan tangannya mengambil milik sesamanya. Pemiliknya harus menerima sumpah itu, dan tidak perlu ada ganti rugi.
Matius 5:33-37
33 Kamu telah mendengar bahwa kepada nenek moyang kita dikatakan:
Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu kepada Tuhan.34 Namun, Aku berkata kepadamu:
Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun.37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya,
jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.
Yakobus 5:12
Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.
Tuhan Yesus menegaskan larangan-Nya untuk tidak mengucapkan sumpah demi apa pun, bukan hanya bersumpah palsu atau memegang teguh sumpah yang telah diucapkan. Mengapa larangan Tuhan Yesus begitu keras untuk tidak bersumpah?
II. Makna dari bersumpah
1. Arti kata sumpah yang dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:
sumpah1/sum·pah/ n 1 pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya): perkataannya itu dikuatkan dengan sumpah; 2 pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar; 3 janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu): seorang karateka harus menghayati sumpah dan pedoman karate;
sumpah berselam air bersumpah dengan masuk ke dalam air untuk membuktikan salah tidaknya dan sebagainya;
sumpah bohong sumpah palsu;
sumpah celup sumpah celur;
sumpah celur sumpah dengan berani mencelupkan tangan ke dalam minyak mendidih;
sumpah jabatan sumpah yang diucapkan pada ketika mulai memangku jabatan;
sumpah menyelam bersumpah (untuk membuktikan salah tidaknya dan sebagainya) dengan masuk ke dalam air; berselam air;
sumpah minum air keris sumpah dengan minum air keris (yang dianggap sakti);
sumpah palsu ucapan atau keterangan seorang saksi ahli di bawah sumpah yang diikrarkan dalam persidangan yang memuat keterangan tidak benar;
sumpah pocong sumpah yang disertai tidur membujur ke utara menghadap kiblat (barat) di dalam masjid dan berpakaian kain kafan (dipocong seperti mayat);
sumpah potong ayam sumpah dengan menyembelih ayam (sebagai adat bangsa Cina);
sumpah satir sumpah setia;
sumpah setia sumpah akan menyatakan tetap setia;
bersumpah/ber·sum·pah/ v 1 menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dengan sumpah; mengangkat sumpah: Presiden harus bersumpah setia kepada undang-undang dasar; 2 berjanji dengan sungguh-sungguh; berikrar: dia bersumpah akan membalas kematian saudaranya; 3 sudah disumpah: belum semua pegawai negeri di kota itu bersumpah; penerjemah bersumpah;
2. Makna dan Aturan Bersumpah dalam Alkitab Perjanjian Lama
Sumpah dalam Alkitab Perjanjian Lama merupakan pernyataan atau ikrar yang serius, yang berkaitan dengan kebenaran, kesetiaan terhadap perkataan sendiri, dan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Alkitab juga membahas nazar, yaitu janji khusus kepada Allah. Walaupun sumpah dan nazar berkaitan erat, keduanya tidak selalu mempunyai pengertian yang sama.
a. Sumpah Tidak Boleh Menyalahgunakan Nama TUHAN
Keluaran 20:7
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Imamat 19:11–12
11 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya. 12 Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
Makna: Tuhan Yesus melarang siapapun untuk bersumpah, merujuk kepada pemahaman yaitu setiap orang tidak boleh menyebut Nama Tuhan dengan sembarangan, hukumannya sangat berat. Setiap orang tidak perlu mengucapkan sumpah untuk meyakinkan orang lain, bahwa ia tidak berbuat kejahatan, cukup katakan hal yang sebenarnya saja.
b. Sumpah dan Nazar Mengikat Orang yang Mengucapkannya
Bilangan 30:2
2 Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya. 3 Tetapi, apabila seorang perempuan bernazar…more
Ulangan 23:21–23
21 “Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya darimu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu. 22 Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu tidak menjadi dosa bagimu. 23 Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri.”
Pengkhotbah 5:2–6
1 Janganlah terburu-buru membuka mulutmu, dan janganlah hatimu tergesa-gesa mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di surga dan engkau di bumi. Sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit. 2 Karena, sebagaimana mimpi datang dalam banyaknya kesibukan, demikianlah pula percakapan bodoh dalam banyaknya perkataan.
3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda untuk menepatinya, karena Ia tidak berkenan kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. 4 Lebih baik engkau tidak bernazar tetapi tidak menepatinya. 5 Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan jangan berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah murka atas ucapan-ucapanmu dan merusak apa yang dikerjakan tanganmu?
Makna: Nazar itu adalah janji hendak melakukan sesuatu jika dikabulkan dan tidak dapat dibatalkan sesuka hati. Seseorang harus memikirkan masak-masak perkataannya sebelum mengucapkannya, lebih baik tidak mengatakannya daripada kena hukuman Allah.
c. Peganglah teguh Janji Yang Diucapkan dan Laksanakan Dengan Setia
Yeremia 4:2
Jika dalam kesetiaan, keadilan dan kebenaran engkau bersumpah: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan memohon diberkati dalam Dia dan bermegah dalam Dia.”
Mazmur 15:1–4
1 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? ….yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; (ayat lengkap klik di sini)
Mazmur 24:3–5
3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” 4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada yang semu, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah Penyelamatnya.
Zakharia 8:16–17
16 Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan tegakkanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai, di pintu-pintu gerbangmu. 17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN.”
Makna: Di mata Allah, sebetulnya setiap orang tidak perlu mengatakan sumpah. Jika seseorang mau berjanji kepada Allah, maka Ia mau orang itu memegangnya dengan teguh dan setia.
d. Hanya Allah Yang Berhak Mengucapkan Sumpah
Kejadian 22:15–18
15 Untuk kedua kalinya Malaikat TUHAN berseru dari langit kepada Abraham, 16 firman-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku,” … (selengkapnya)
Ibrani 6:13–18
13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripada-Nya, … 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan…(selengkapnya)
Makna: Sumpah Allah berfungsi sebagai peneguhan janji-Nya, padahal sebetulnya Allah tidak mungkin berdusta. Ibrani 6 menjelaskan bagaimana Allah meneguhkan janji-Nya kepada Abraham, bukan seperti manusia yang mengucapkan sumpah demi menutupi ketidakjujurannya. Hanya Allah saja lah yang berhak mengucapkan sumpah.
Kesimpulan tentang Makna Sumpah Menurut Alkitab
Berdasarkan ayat-ayat di atas, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan.
1. Sumpah adalah perkara serius – dalam Alkitab Perjanjian Lama, sumpah berkaitan dengan kebenaran, kesetiaan, dan tanggung jawab atas perkataan yang diucapkan. Sumpah palsu merupakan pelanggaran terhadap kekudusan nama TUHAN.
2. Sumpah tidak boleh dipakai untuk memanipulasi kebenaran – Seseorang tidak boleh menggunakan nama Allah atau hal-hal yang berkaitan dengan Allah untuk membuat pernyataannya tampak lebih benar daripada kenyataannya. Matius 23:16–22 menunjukkan bahwa pembedaan antara sumpah yang mengikat dan tidak mengikat tidak dapat dipakai untuk menghindari tanggung jawab.
3. Tuhan Yesus menuntut kejujuran tanpa sumpah – Matius 5:33–37 menempatkan standar yang tegas: perkataan “ya” harus benar-benar berarti ya, dan perkataan “tidak” harus benar-benar berarti tidak. Kejujuran seorang murid Tuhan tidak seharusnya bergantung pada sumpah sebagai jaminan.
4. Sumpah bukan bukti kebenaran dan kejujuran seseorang – Seseorang yang jujur harus menjaga kebenaran perkataannya, termasuk ketika berkata-kata dalam urusan biasa. Sumpah tidak dapat membuat perkataan yang salah menjadi benar, dan tidak seharusnya diperlukan sebagai alat untuk menutupi watak yang tidak dapat dipercaya.
5. Hanya Allah saja yang berhak bersumpah – Kejadian 22:15–18 dan Ibrani 6:13-18 menjelaskan sumpah Allah sebagai peneguhan janji-Nya yang tidak mungkin berdusta. Hal itu tidak boleh langsung disamakan dengan kebiasaan manusia menggunakan sumpah untuk membangun kredibilitasnya sendiri.
Dengan demikian, pokok pengajaran Tuhan Yesus dalam Matius 5:33–37 bukan sekadar larangan terhadap formula sumpah tertentu. Tuhan Yesus menghendaki kehidupan yang ditandai oleh kebenaran dan integritas, sehingga perkataan seseorang dapat dipercaya tanpa perlu diperkuat dengan sumpah.
III. Renungan
- Apakah saya selalu berkata jujur, sehingga orang lain dapat mempercayai perkataan saya tanpa perlu bersumpah?
- Apakah saya pernah menggunakan sumpah agar orang lain percaya kepada saya, padahal saya sendiri belum tentu berkata benar?
- Mengapa Tuhan Yesus menghendaki saya cukup berkata “ya” jika ya dan “tidak” jika tidak?
- Apakah saya tetap berkata jujur ketika kebohongan dapat menguntungkan saya dan kejujuran justru merugikan saya?
- Apakah perkataan saya sehari-hari sudah mencerminkan kejujuran saya sebagai pengikut Tuhan Yesus?
IV. Doa
Tuhan Yesus terima kasih banyak atas firman yang telah Tuhan sampaikan pada kami di atas. Kami berjanji akan dengan setia menjalankan segala perintah-Mu ya Tuhan. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
“Tetapi Aku berkata kepadamu:
Janganlah sekali-kali bersumpah,
baik demi langit,
karena langit adalah takhta Allah,”
Matius 5:34 (TB)
Amin.
