Ayat Alkitab tentang Kesucian Perkawinan
Perkawinan Kudus dibentuk oleh Allah sendiri. Perzinahan adalah perjalanan menuju kehancuran perkawinan, baik yang belum dimulai maupun yang sedang berjalan. Percabulan adalah perbuatan yang merupakan dosa di dalam tubuh yang menghilangkan kekudusan dan kemuliaan Allah.
Daftar Ayat Alkitab tentang Kesucian Perkawinan, Perceraian dan Perzinahan
1. Kesucian Perkawinan
| Referensi Ayat | Kutipan Penting | Konteks / Penjelasan |
|---|---|---|
| Kejadian 2:18–25 | “keduanya menjadi satu daging” | Asal-usul perkawinan dan persatuan seksual dalam ikatan suami-istri. |
| Ayub 31:1 | “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku…” | Komitmen menjaga mata agar tidak memandang perempuan dengan niat yang salah. |
| Ayub 31:9–12 | “Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan” | Ayub menolak hati yang terpikat kepada istri sesama dan menganggapnya kejahatan. |
| Mazmur 101:3–4 | “tiada yang dursila melekat padaku” | Tekad menolak perkara dursila dan hati yang menyimpang. |
| Mazmur 119:9–11 | “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?” | Menjaga hidup dan hati dengan firman Allah. |
| Pengkhotbah 9:9 | “Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi” | Pandangan positif tentang menikmati kehidupan bersama istri yang dikasihi. |
| Kidung Agung 1:2–4 | “Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!” | Ungkapan kerinduan dan kasih romantis antara kekasih. |
| Kidung Agung 2:7 | “Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta” | Peringatan agar cinta tidak dibangkitkan sebelum waktunya. |
| Kidung Agung 3:5 | Jangan membangunkan cinta sebelum waktunya | Pengulangan nasihat tentang waktu dan kesiapan cinta. |
| Kidung Agung 4:1–16 | Gambaran kekaguman dan undangan kepada kekasih | Puisi tentang daya tarik dan hasrat di antara pasangan dalam dialog kasih. |
| Kidung Agung 5:1 | “Makanlah, teman-teman, minumlah” | Gambaran pertemuan intim dua kekasih. |
| Kidung Agung 7:1–13 | Kekasih menyatakan hasratnya secara puitis | Puisi tentang daya tarik tubuh dan kerinduan pasangan. |
| Kidung Agung 8:4–10 | “cinta kuat seperti maut” | Nasihat tentang cinta, kekuatan cinta, kecemburuan, dan kedewasaan perempuan. |
| 1 Korintus 7:1–40 | “baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri” | Pernikahan, hubungan suami-istri, persetujuan bersama, perceraian, dan selibat. |
| Efesus 5:21–33 | “suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri” | Suami-istri dibicarakan dengan pola kasih, hormat, dan gambaran Kristus dengan jemaat. |
| 1 Timotius 3:2, 12 | Pemimpin jemaat harus menjadi teladan dalam kesetiaan | Syarat pemimpin jemaat: tidak bercacat, setia dalam keluarga, mengelola rumah tangga dengan baik. |
| 1 Timotius 5:1–2 | “nasihatilah perempuan-perempuan muda… dengan penuh kemurnian” | Relasi antarjemaat diatur seperti hubungan keluarga dengan kemurnian. |
| Titus 1:6 | Penatua digambarkan sebagai suami dari satu istri | Syarat penatua: hidup keluarga yang tertib dan dikenal setia. |
| Titus 2:3–5 | Perempuan muda diajar hidup “bijaksana dan suci” | Perempuan yang lebih tua membimbing perempuan muda mengasihi suami dan hidup murni. |
| Ibrani 13:4 | “janganlah kamu mencemarkan tempat tidur” | Perkawinan harus dihormati; Allah menghakimi orang sundal dan pezina. |
| 1 Petrus 3:1–7 | Suami diperintahkan menghormati istri | Hormat timbal balik dalam rumah tangga; suami harus hidup bijaksana dengan istri. |
2. Perceraian
| Referensi Ayat | Kutipan Penting | Konteks / Penjelasan |
|---|---|---|
| Ulangan 24:1–4 | “maka haruslah ia menulis surat cerai” | Hukum Taurat tentang surat cerai, perceraian, pernikahan kembali, dan larangan mengambil kembali mantan istri. |
| Yesaya 50:1 | “Di manakah surat cerai ibumu” | Gambaran tentang perceraian dalam teguran TUHAN terhadap umat-Nya. |
| Yeremia 3:1 | “Jika seseorang menceraikan isterinya…” | Hubungan antara perceraian, perkawinan kembali, dan ketidaksetiaan. |
| Yeremia 3:6–8 | “Aku telah menyuruh Israel… pergi dengan membawa surat cerai” | Gambaran ketidaksetiaan Israel dan Yehuda melalui kiasan perkawinan dan perceraian. |
| Maleakhi 2:13–16 | “janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya” | Teguran terhadap ketidaksetiaan dalam ikatan perjanjian perkawinan dan tindakan menceraikan istri. |
| Matius 1:18–25 | “bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” | Yusuf mempertimbangkan perceraian sebelum menerima penjelasan dari malaikat tentang kehamilan Maria. |
| Matius 5:31–32 | “Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai…” | Ajaran Tuhan Yesus tentang perceraian dan perzinahan dalam Khotbah di Bukit. |
| Matius 19:3–12 | “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya…?” | Ajaran Tuhan Yesus tentang maksud penciptaan perkawinan, batasan perceraian, dan perzinahan. |
| Markus 10:2–12 | “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” | Ajaran Tuhan Yesus tentang kesatuan suami-istri serta ketegasan mengenai larangan perceraian. |
| Lukas 16:18 | “Setiap orang yang menceraikan isterinya… ia berbuat zinah” | Ajaran singkat dan tegas tentang perceraian dan perkawinan dengan orang yang diceraikan. |
| Roma 7:1–3 | “jika ia menjadi isteri laki-laki lain, ia dianggap berzinah” | Ikatan perkawinan digunakan Rasul Paulus untuk menjelaskan hubungan seseorang dengan hukum. |
| 1 Korintus 7:10–11 | “seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya” | Nasihat Paulus mengenai perceraian, keharusan untuk berdamai, atau tetap tidak menikah kembali. |
| 1 Korintus 7:12–16 | “janganlah saudara itu menceraikan dia” | Nasihat tentang ikatan perkawinan antara orang percaya dan pasangan yang tidak percaya. |
3. Perzinahan
| Referensi Ayat | Kutipan Penting | Konteks / Penjelasan |
|---|---|---|
| Keluaran 20:14 | Jangan berzinah. | Perintah langsung dalam Sepuluh Hukum (Dasa Titah). |
| Keluaran 20:17 | “Jangan mengingini isteri sesamamu.” | Larangan mengingini istri sesama; mencakup keinginan yang mengarah pada pelanggaran kesetiaan. |
| Keluaran 22:15–16 | Tanggung jawab membujuk seorang anak dara. | Hubungan seksual dengan perempuan belum bertunangan menuntut tanggung jawab perkawinan dan mahar. |
| Keluaran 22:19 | “Siapa yang tidur dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati.” | Larangan tegas persetubuhan manusia dengan binatang. |
| Imamat 18:1–30 | “Janganlah kamu mencemarkan dirimu dengan semuanya itu” | Daftar larangan hubungan terlarang: inses, perzinaan, sesama jenis, dan dengan binatang. |
| Imamat 19:20–22 | Pelanggaran terhadap perempuan yang telah dijanjikan. | Hubungan dengan budak perempuan yang dijanjikan kepada laki-laki lain; soal tanggung jawab dan pendamaian. |
| Imamat 20:10–21 | “Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain” | Sanksi hukum bagi perzinaan, inses, dan berbagai hubungan seksual yang dilarang. |
| Imamat 21:7, 9, 13–15 | Kekudusan perkawinan imam. | Ketentuan perkawinan keluarga imam, dan hukuman anak perempuan imam yang melakukan percabulan. |
| Bilangan 5:11–31 | Kasus “seorang isteri yang menyeleweng”. |
Hukum tentang dugaan perzinaan, pemeriksaan atas kecemburuan suami, |
