Edisi 16 – Rahasia Hidup Diberkati Sebagai Warga Kerajaan Surga (The Secret to a Blessed Life as a Citizen of the Kingdom of Heaven)- Seri Renungan Pagi

By Febrian 25 September 2026 05:09 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan yang lalu telah kita pelajari firman Tuhan mengenai Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sedangkan kali ini kita akan merenungkan bagaimana kehendak Tuhan dalam kita untuk Hidup Sebagai Warga Kerajaan Surga. Semoga Tuhan Yesus memberikan hikmat kepada kita untuk memahami dan melakukan firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.


Filipi 3:17–4:1 [TB2-LAI©2023]

Nasihat-nasihat kepada jemaat

3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Sebab, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, ilah mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

20 Sebab, kewargaan kita terdapat di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. 4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Nasihat-nasihat terakhir

4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, yang setia: Tolonglah mereka. Sebab, mereka telah berjuang dengan aku dalam pengabaran Injil, bersama Klemens dan kawan-kawanku sekerjaku yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

8 Akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Ayat bacaan di atas memperlihatkan sebuah alur yang sangat indah. Rasul Paulus tidak hanya berbicara tentang bagaimana seseorang memperoleh keselamatan, tetapi juga bagaimana orang yang telah menjadi milik Kristus seharusnya menjalani kehidupannya di dunia.

Rangkaian nasihat Rasul Paulus:

  1. Filipi 3:17-19 Menjadikan Rasul Paulus dan orang-orang percaya yang hidup menurut teladannya sebagai contoh, bukan mengikuti mereka yang menjadi musuh salib Kristus dan yang pikirannya hanya tertuju kepada perkara-perkara duniawi.
  2. Filipi 3:20-21 Menyadari bahwa kewarganegaraan kita adalah di dalam surga dan bahwa Tuhan Yesus akan mengubah tubuh kita yang hina menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.
  3. Filipi 4:2-3 Euodia dan Sintikhe dinasihati supaya sehati sepikir dalam Tuhan, dan jemaat diminta membantu mereka.
  4. Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!
  5. Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hati diketahui semua orang.
  6. Filipi 4:6-7 Jangan khawatir soal apapun juga, melainkan membawa segala keinginan kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, sehingga damai sejahtera Allah memelihara hati dan pikiran kita.
  7. Filipi 4:8-9 Memikirkan perkara-perkara yang benar, mulia, adil, suci, manis dan patut dipuji, kemudian melakukan apa yang telah dipelajari, diterima, didengar dan dilihat dari teladan Rasul Paulus.

I. Jangan menjadi Seteru Salib Kristus

Filipi 3:17-19

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah sering kukatakan kepadamu, dan yang sekarang kunyatakan pula sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Rasul Paulus memulai bagian ini dengan meminta jemaat memperhatikan teladan hidupnya dan orang yang hidup sama dengannya, yaitu Kehidupan pengikut Kristus yang bukan hanya perkataan, melainkan juga aplikasi nyata dalam kehidupan keseharian mereka.

Dengan nada prihatin, Paulus juga berbicara tentang orang-orang yang hidup sebagai “seteru salib Kristus”, karena akhir hidup mereka menuju kebinasaan. Apa yang salah dengan kehidupan orang-orang tersebut? Paulus menjelaskan, bahwa pikiran mereka hanya tertuju kepada perkara duniawi, yaitu hidup yang berpusat pada hawa nafsu dan kedagingan belaka.

Melalui firman Tuhan ini, kita perlu berhenti sejenak dan melakukan introspeksi diri. Siapa sesungguhnya yang menjadi penguasa atas kehidupan kita: apakah diri sendiri yang punya keinginan meraup banyak harta, menikmati makanan, bekerja dan berkuasa, atau bisa menikmati berbagai fasilitas duniawi? Atau siapa?


II. Kita adalah Warga Kerajaan Surga

Rasul Paulus memperlihatkan arah kehidupan yang berlawanan dengan seteru salib Kristus itu, yaitu orang beriman yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Penguasa Tunggal hidupnya. Tuhan Yesus Kristus lah yang berkuasa mengendalikan segala keinginan, segala keputusan, hingga memegang Masa Depan hidup mereka. Dunia ini tidak lagi menjadi pusat pemikiran dan keinginannya, karena telah menyadari bahwa identitasnya yang sesungguhnya bukan lagi sebagai warga dunia, melainkan sebagai warga Kerajaan Surga.

Filipi 3:20-21

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Hal tersebut sangat penting, mengingat bahwa Identitas seseorang akan menentukan orientasi kehidupannya. Jika seseorang sadar penuh bahwa dirinya telah menjadi warga Kerajaan Surga, maka ia tidak lagi akan menjadikan kehidupan dunia sekarang sebagai tujuan akhirnya. Betul memang, ia masih di dunia ini, tempat bekerja, melayani, membangun keluarga, mencari nafkah, dan memenuhi segala tanggung jawab, namun ia tidak akan menumpuk kekayaan atau kehormatan di dunia yang bukan menjadi tujuan akhir hidupnya. Ingat firman Tuhan Yesus ini:

Matius 6:19

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Lukas 12:34

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Kesadaran ini seharusnya mengubah cara seseorang memandang perselisihan harta, jabatan, kehormatan, keberhasilan, bahkan memandang penderitaan. Jika sudah sadar identitas-nya sebagai warga Kerajaan Surga, maka tidak akan lagi membiarkan kepentingan duniawi menguasai hati. Paulus menjelaskan suatu pengharapan yang sangat besar sebagai warga Kerajaan Surga, yaitu semua orang menantikan Tuhan Yesus Kristus mengubah tubuh duniawi yang hina ini, menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Jadi, kehidupan setiap orang beriman seharusnya diarahkan kepada sesuatu yang jauh melampaui apa yang dapat diberikan oleh dunia.

Contoh nyatanya seperti ini: orangtua memberi dorongan kepada anaknya untuk sekolah settinggi mungkin dan berprestasi, supaya ia bisa berkarier dalam pekerjaan atau menjadi pengusaha sukses. Tujuannya adalah agar sang anak kemudian bisa hidup berkelimpahan harta dan hidup sejahtera.
Banyak orangtua lupa, ia mengajar anaknya hanya sampai di situ, namun lupa mengajar anaknya pemahaman tentang tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu melaksanakan setiap Kehendak Allah Bapa di Surga. Mengajar firman Tuhan merupakan tugas utama setiap orang tua, demi masa dewasa sang anak dapat mengetahui orientasi hidupnya sebagai warga Kerajaan Allah. 

Amsal 22:6

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 

Jadi sebagai orang yang telah mengetahui identitas kewargaan kita yang sesungguhnya, maka wajib kita pun membagikan pada sesama kita pemahaman ini. Mari kita memberitakan kebenaran firman Tuhan ini kepada orang lain. Di mulai dari keluarga terdekat kita, kepada saudara, kepada teman dekat dan seterusnya semua orang yang kita kenal maupun belum kenal.


III. Ciri-ciri dari Warga Kerajaan Surga

Filipi 4:1-9

1 Karena itu, Saudara-saudara yang kukasihi dan kurindukan, sukacitalau dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai Saudara-saudaraku yang terkasih.

2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, yang setia: Tolonglah mereka. Sebab, mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama Klemens dan kawan-kawan sekerjaku yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

8 Akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Euodia dan Sintikhe adalah dua orang wanita yang telah menjadi rekan sepelayanan Paulus dan Klemens (Filipi 4:2-3). Mereka telah berjuang bersama dalam pemberitaan Injil, namun suatu ketika karena suatu hal sepertinya mereka berselisih paham, sehingga dinasihati Paulus supaya “Sehati Sepikir”. Hal ini menjadi peringatan bagi kita, bahwa turut serta dalam pelayanan kepada Tuhan tidak serta merta semuanya mulus dan harmonis. Justru sebetulnya di dalam pelayananlah, banyak hal terkait perbedaan karakter, berbeda pendapat, beda cara bekerja, beda kepentingan, bahkan perbedaan cara memahami sesuatu, mudah sekali menimbulkan gesekan. 

Paulus tidak meminta Euodia dan Sintikhe menjadi orang yang selalu sama dalam pemikiran atau pandangan, melainkan ia meminta mereka sehati sepikir dalam Tuhan. Jadi dasarnya bukan kesamaan kepribadian, kesamaan pendapat dalam segala hal, ataupun kesamaan latar belakang, tetapi kesamaan dasar iman, yaitu iman kepada Tuhan Yesus. Inilah dasar kasih yang menutupi banyak perbedaan. Di kala kasih Kristus menjadi dasar pelayanan, maka perbedaan pendapat bukan sesuatu yang dapat memecah belah, melainkan justru memperkaya. Artinya, ketika terdapat perbedaan di antara sesama orang beriman, kata-katanya bukan “pendapat saya yang paling benar”, melainkan “Apa yang dikehendaki Tuhan mengenai hal tersebut?”

Jadi menurut Filipi 3:17-4:9 kita lihat sebagai satu rangkaian, maka ciri-ciri warga kerajaan Surga:

  1. Senantiasa menantikan tubuh kemuliaan dari Kristus – Senantiasa menantikan Tuhan Yesus Kristus yang akan mengubahkan tubuh kita yang hina ini menjadi Tubuh kemuliaan seperti tubuh-Nya. Jadi berdirilah teguh dalam Tuhan (1 Korintus 15:51-52; 1 Yohanes 3:2). 
  2. Selalu menjaga kesatuan – Selalu sehati sepikir dalam Tuhan. Memiliki dasar yang sama yaitu Kristus (Roma 12:16).
  3. Bersukacita senantiasa – Sukacita yang tidak bergantung pada keadaan sekitar tapi dari Tuhan (Roma 12:12).
  4. Kebaikan hatinya diketahui semua orang – Kebaikan hati setiap orang beriman tidak hanya tersimpan di dalam hati dalam bentuk niat baik, tapi diwujudkan dalam perbuatan baik yang bisa dirasakan orang lain (2 Tesalonika 3:13).
  5. Tidak akan hidup dalam kekhawatiran – Hidup orang beriman tidak akan khawatir karena yakin segala kebutuhan dipenuhi Allah dan jika ada suatu keinginan akan dibawa kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur (1 Petrus 5:7).
  6. Selalu menjaga pikirannya – Memikirkan perkara yang benar, mulia, adil, suci, manis, dan patut dipuji, serta sedap didengar. Hidupnya akan dipenuhi buah Roh (Galatia 5:22-23).
  7. Selalu menjalankan segala firman Tuhan yang telah dipelajarinya – Mendengar firman, memahami, menerima dan menjalankan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tanah yang baik (Markus 4:20). 

Dengan demikian, menjadi warga Kerajaan Surga bukan hanya berbicara tentang ke mana kita akan pergi kelak. Identitas itu seharusnya sudah terlihat dalam cara kita hidup sekarang. Kita masih hidup di dunia, tetapi kita tidak boleh hidup dengan nilai-nilai dunia ini. Kita masih bekerja di dunia, tetapi dunia bukan tuan kita. Kita memiliki harta, tetapi harta bukan tujuan hidup kita. Kita mempunyai kepentingan pribadi, tetapi kepentingan pribadi juga bukan fokus kehidupan kita. 

Kita adalah warga Kerajaan Surga, oleh karena itu kehidupan kita wajib memperlihatkan ciri-ciri dari warga Kerajaan Surga.

Semoga kita diberi hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.


VIII. Renungan

  1. Ketika melihat kehidupan saya sendiri, apakah pikiran saya lebih banyak tertuju kepada perkara-perkara duniawi atau kepada perkara-perkara yang berkenan kepada Tuhan?
  2. Apakah saya sungguh-sungguh menyadari bahwa kewarganegaraan saya adalah di dalam surga? Bagaimana kesadaran itu seharusnya memengaruhi cara saya menggunakan waktu, harta, jabatan, dan hubungan dengan sesama?
  3. Apakah ada hubungan dengan sesama jemaat yang saat ini belum berjalan dengan baik? Apakah saya sedang berusaha mempertahankan ego saya atau sedang mencari kehendak Tuhan?
  4. Apakah orang-orang di sekitar saya dapat melihat kebaikan hati melalui perkataan dan tindakan saya?
  5. Ketika menghadapi persoalan, apakah saya lebih dahulu dikuasai kekhawatiran atau membawa persoalan tersebut kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur?
  6. Apa saja yang selama ini memenuhi pikiran saya setiap hari? Apakah semuanya termasuk perkara yang benar, mulia, adil, suci, manis, dan patut dipuji?
  7. Apakah firman Tuhan yang saya pelajari selama ini benar-benar sudah saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari?
  8. Jika orang lain mengamati kehidupan saya, apakah mereka dapat melihat teladan seorang warga Kerajaan Surga?

IX. Doa

Tuhan Yesus Kristus Yang Maha Kasih. Kami sudah mengetahui sekarang, bahwa sebagai warga Kerajaan Surga, kami tidak boleh hidup sembarangan dan semau keinginan kami. Kami harus memuliakan Nama Tuhan sebagai penguasa tunggal kehidupan kami. Mohon ampun Tuhan, jika hingga saat ini, kehidupan kami masih jauh daripada yang Tuhan kehendaki, namun kami mau Tuhan bentuk sesuai firman-Mu. Kiranya Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengetahuan-Mu agar kami dapat memahami firman ini dan menjalankan dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.


Karena itu, apabila kamu
dibangkitkan bersama dengan Kristus,
carilah hal-hal yang di atas,
di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi

Kolose 3:1-2

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *