
Edisi 13 – Memberitakan Kasih Setia Tuhan – Seri Renungan Pagi
By Febrian 21 September 2026 05:47 AM
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan yang lalu kita sudah membahas tentang jangan bersedih melainkan bersukacita karena hari ini kudus. Sedangkan saat ini kita akan merenungkan bagaimana kita dapat memberitakan kasih setia Tuhan di waktu pagi hingga malam hari, atas dasar mensyukuri perbuatan tangan TUHAN bagi kita. Semoga kita diberi hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Memberitakan Kasih Setia Tuhan
(Mensyukuri Perbuatan Tangan TUHAN Bagi Kita)
Mazmur 92:1-4 [TB2-LAI©2023]
TUHAN, Hakim yang adil1 Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat.
2 Sungguh baik bersyukur kepada TUHAN, dan bermazmur bagi nama-Mu, Engkau Yang Mahatinggi,
3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,
4 dengan mandolin sepuluh senar dan dengan gambus, dengan iringan kecapi.
5 Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.
I. Pengantar
Mazmur 92 <– Klik di sini untuk membaca seluruh pasal
Berdasarkan kemiripan gaya bahasa dan pemilihan katanya, banyak yang berpendapat bahwa Mazmur 92 ini kemungkinan ditulis oleh raja Daud, yang dibuat untuk dinyanyikan dalam kebaktian dalam perayaan hari Sabat. Suasana yang dirasakan dari Mazmur 92 ini adalah sukacita karena memahami betapa besarnya pekerjaan Allah dalam kehidupan ini. Digambarkan rasa syukur pemazmur karena Tuhan melindungi dan membebaskannya dari para musuh yang mengancam. Ia juga melihat bahwa Tuhan memelihara orang benar yang ditanam di Bait TUHAN, bahkan hingga masa tua pun mereka tetap segar dan bugar.
Dalam kesempatan ini kita berfokus pada perasaan kita di pagi hari yang dapat mewarnai seluruh perasaan kita sepanjang hari. Mari kita pelajari bersama.
II. Beryukur di waktu pagi hingga malam hari
Pernahkah kita bangun tidur pagi dengan rasa tertekan dan tidak ada sukacita? Begitu bangun tidur pagi, langsung teringat beban berat yang masih terbawa dari hari sebelumnya. Itulah yang mungkin dihadapi sebagian orang di dunia ini.
Namun, perhatikanlah Mazmur 92 ini yaitu Pemazmur mengajak setiap pendengar nyanyiannya, untuk menyadari bahwa adalah baik, jika setiap pagi kita melakukan hal ini:
-
- Bersyukur pada Tuhan
- Bermazmur bagi nama Tuhan Allah Yang Maha Tinggi
- Memberitakan kasih setia Tuhan
1. Bersyukur pada Tuhan dan bermazmur bagi-Nya
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita, tidak ada satu pun yang dapat terjadi tanpa seizin Allah. Entah itu kejadian yang baik atau buruk, semuanya dalam seizin Allah. TUHAN Allah Yang Maha Kuasa, mengendalikan segala-galanya di alam semesta ini, namun kita bersyukur bahwa Allah itu Baik. Ia bukan Allah yang sewenang-wenang mempergunakan kuasa-Nya terhadap umat manusia, melainkan sebaliknya Ia justru Allah Yang Maha Kasih, berkenan memberikan segala kelimpahan berkat bagi setiap manusia.
Wujud kasih terbesar Allah adalah memberikan Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus bagi keselamatan seluruh umat manusia yang mau percaya kepada-Nya. Dari kubangan dosa yang membawa kita kepada maut, kita disucikan dan dibasuh dengan darah Kristus yang telah mati di kayu salib. Kita bahkan diangkat menjadi anak-anak-Nya yang berhak menerima hak waris Kerajaan Allah sehingga kita memiliki jaminan dapat bersama-Nya kelak di dalam kekekalan.
Karya Kasih Allah yang terindah itu, hendaknya menjadi dasar bagi kita setiap kita membuka mata di pagi hari dan sewaktu bersiap-siap hendak menutup mata untuk beristirahat di malam hari. Kasih Kristus adalah harta terbesar dan tiada bandingnya dengan apapun di dunia ini, dan itu telah diberikan kepada kita. Berarti segala persoalan, kesusahan, penyakit, penderitaan, ataupun segala beban berat yang mungkin mengimpit kita, tidak dapat dibandingkan dengan berkat terindah yang sudah kita terima.
Masalah kita mungkin masih ada, seolah Gunung yang ada di hadapan kita belum berpindah, tapi ingatlah bahwa semua beban itu akan dapat diangkat dari kita jika kita bawa ke depan takhta Kristus, yang akan memikul semua beban berat kita itu. Bahkan segala kebutuhan kita sudah dipenuhi sebelum kita memohon para-Nya. Jadi sesungguhnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak dapat bersukacita, yang ada hanya kita wajib mengingat kasih dan kebaikan Kristus bagi kita dalam ucapan syukur dan mazmur di pagi hari dan malam hari.
2. Memberitakan Kasih Setia TUHAN di Waktu Pagi dan Kesetiaan-Nya di Waktu Malam
Sukacita dan Damai Sejahtera telah kita terima dan menjadi bekal bagi kita dalam menjalankan segala aktivitas kita seharian penuh. Segala sesuatu akan menjadi indah jika ada Damai Sejahtera dan Sukacita dalam hati kita.
Mazmur 16:8-11 [TB2-LAI©2023]
8 Aku selalu hidup berhadapan dengan TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku takkan goyah. 9Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, tubuhku akan diam dengan tenteram;10sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.11Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Mazmur di atas, menggambarkan Daud yang berada dalam kesulitan, dapat merasakan penjagaan dan perlindungan TUHAN Allah Yang Maha Kasih. Itulah dasar bagi raja Daud untuk dapat tetap mengucap syukur atas segala kejadian dalam hidupnya. Hendaknya ini juga bisa menjadi dasar bagi kita bisa bersukacita dan hidup dalam damai sejahtera.
Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Sebelum ia naik menjalani prosesi penyaliban-Nya, Tuhan Yesus berjanji tidak akan meninggalkan para murid seorang diri, melainkan akan mengutus seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus-Nya yang membawa Damai Sejahtera Sejati itu. Demi kita telah mengetahui hal ini, kita tidak boleh menyimpan hal ini bagi diri kita sendiri. Kita wajib memberitakan kabar sukacita besar ini bagi setiap orang yang belum pernah mendengarnya. Setiap orang juga berhak menerima keselamatan dan damai sejahtera sejati dari Allah tersebut. Tugas kita adalah membawa sukacita kita kepada orang lain dan memberitakan bahwa Allah sanggup memberikan Damai Sejahtera illahi yang tidak bisa diberikan oleh dunia ini.
Inilah dimensi yang berbeda dari ajaran Tuhan Yesus, yaitu fokus kita bukan pada diri sendiri, di mana kita hanya berputar-putar dalam pusaran masalah dan persoalan kita, melainkan Allah mau kita memikirkan jiwa-jiwa yang masih terhilang dan belum pernah mendengarkan Kabar Baik yang Tuhan Yesus bawa ke dalam dunia ini. Pada saat kita fokus pada orang lain yang membutuhkan pertolongan, percayalah pada saat itu juga Allah akan membebaskan mu dari segala masalah yang ada. Inilah cara kerja Kerajaan Allah.
Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
III. Renungan
- Gambarkan perasaan Anda pada saat pertama bangun tidur di pagi hari tadi. Buatlah penilaian dengan skala 1-10. Nilai 1 jika ingin marah, nilai 10 jika sangat bersukacita. Seberapa sering Anda memiliki perasaan yang sama sewaktu bangun pagi?
- Jika nilai itu di bawah 5, apakah Anda dapat menduga latar belakang kejadian apa yang menyebabkan timbulnya perasaan itu di pagi hari tadi? Jika kemarahan itu menguasai Anda dari bangun tidur, ingatkah Anda ada kejadian apa yang menyebabkan kemarahan bisa mereda dan akhirnya Anda kembali bersukacita?
- Sebaliknya jika nilai anda di atas 5, dapatkah Anda ketahui penyebab sukacita itu? Dapatkah Anda bandingkan, mana perasaan yang lebih Anda sukai: Kemarahan atau Sukacita, pada saat Anda bangun tidur pagi?
- Apakah setelah mempelajari renungan pagi ini, Anda bisa memperoleh kiat atau cara agar Anda bisa memperoleh Sukacita dan Damai Sejahtera di pagi hari?
IV. Doa
Selamat Pagi Tuhan Yesus. Pada saat ini hambamu masalah ku masih banyak dan beban yang terasa belum hilang. Membaca firman-Mu hari ini, hamba datang dengan penuh harap dan permohonan, agar Tuhan berkenan menerima segala persoalan masalah yang menjadi beban hidup hambamu ini. Hamba panjatkan ucapan syukur akan kebaikan-Mu berkenan mendengar doa ini. Ajarkan hambamu juga bisa membagikan kasih Tuhan pada orang lain. Terima kasih Tuhan. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.
Pada Allah terletak keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku pada Allah
Mazmur 62:7
Amin.
