Edisi 34 – Peringatan Tentang Nabi Palsu – Seri Renungan Pagi

By Febrian 01 November 2026 05:43 AM
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan sebelumnya telah kita bahas mengenai berbuat baik yang dikehendaki Allah. Hari ini kita akan membahas mengenai Peringatan Tentang Nabi Palsu. Semoga kita bisa mendapat hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Matius 7:15-23 [TB2-LAI©2023]
Pengajaran yang sesat
15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar sebagai domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik. 19 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api. 20 Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, hai Kamu yang melanggar perintah Allah!”
I. Pengantar
Masih dalam khotbah-Nya di bukit, Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid dan para pengikut-Nya, agar waspada terhadap pengajaran palsu dari orang yang menyebut dirinya nabi tetapi sebetulnya pengajar sesat. Tuhan Yesus memberitahu ciri para Nabi Palsu itu yaitu perkataannya mungkin seperti firman Tuhan, namun buah kehidupannya tidak mencerminkan ajaran Tuhan.
II. Pengajaran dan perilaku sesat dari Nabi Palsu
1. Perbedaan Nabi Palsu dan Nabi Allah
Suatu hari, saya mengunjungi sebuah toko barang antik di Jakarta. Mata saya tertarik pada sebuah arloji yang tampak sangat menarik. Namun, pemilik toko, seorang bapak tua, justru memperingatkan saya bahwa arloji itu hanya replika. Ia kemudian menunjukkan arloji lain yang bentuknya hampir persis sama, tetapi merupakan barang asli. Harganya pun sangat jauh berbeda: Rp5 juta untuk replika dan Rp125 juta untuk yang asli.
Karena penasaran, saya bertanya bagaimana cara membedakannya. Bapak itu membuka bagian belakang kedua arloji dan memberikan kaca pembesar kepada saya. Ternyata, yang asli menggunakan mesin otomatis, sedangkan yang tiruan menggunakan baterai. Dari luar hampir tidak ada perbedaan, tetapi setelah melihat bagian dalamnya, barulah terlihat mana yang asli dan mana yang palsu.
Ternyata, sesuatu yang palsu bisa terlihat sama, bahkan lebih menarik daripada aslinya. Namun, keasliannya hanya dapat diketahui setelah kita memeriksa apa yang ada di dalamnya.
Ilustrasi di atas dapat menggambarkan perbedaan antara nabi yang benar-benar diutus Tuhan dan nabi palsu. Sekilas, keduanya bisa terlihat sama. Keduanya dapat berkhotbah, mengajarkan firman Tuhan, bahkan menggunakan ayat-ayat Alkitab. Namun, ada perbedaan mendasar yang tidak selalu terlihat dari penampilan maupun perkataannya.
Nabi yang benar-benar diutus Tuhan menyampaikan firman dengan tuntunan Roh Kudus. Sebaliknya, nabi palsu menyampaikan ajarannya di bawah pengaruh roh jahat. Karena itu, perkataan mereka mungkin terdengar serupa, tetapi sumber dan tujuan pengajarannya berbeda. Ada yang menggunakan ayat Alkitab untuk menyampaikan kebenaran, tetapi ada pula yang menggunakan ayat yang sama untuk menyesatkan orang.
Sama seperti arloji asli dan tiruan, penampilan luar tidak cukup untuk membedakan keduanya. Kita harus memeriksa lebih dalam, terutama buah kehidupan dan kesetiaan pengajarannya terhadap firman Tuhan.
Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimana caranya membedakan nabi palsu dan yang asli?”
Tuhan Yesus berfirman, “Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Jadi jelas di sini, bahwa nabi palsu dapat dikenali dari buah mereka, yaitu hasil pekerjaannya, perilaku pribadinya, bagaimana mereka bersikap kepada orang lain, dan pada akhirnya semua itu akan disingkap sendiri oleh Allah.
Apakah kita bisa mengetahui nabi yang sejati seperti apa? Pertama kali, mari kita melihat Tuhan Yesus di awal masa pelayanan-Nya di bumi ini, yaitu setelah dibaptis:
Lukas 4:1-13 [TB2-LAI©2023]
1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. 2 Empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar.
3 Berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah batu ini menjadi roti.” 4 Jawab Yesus kepadanya, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. 7 Karena itu, jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya akan menjadi milik-Mu.” 8 Jawab Yesus kepadanya, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah!”
9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di pinggir atap Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, 10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, 11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.” 12 Yesus menjawabnya, “Ada firman: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” 13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia meninggalkan Dia sampai tiba saat yang baik.
Dari bacaan di atas, kita ketahui ada dua unsur penting dari pencobaan yang dialami Yesus yaitu “Mesias macam apakah Dia” itu? dan Bagaimana Ia akan “memakai urapan” yang diterima-Nya dari Allah? Perhatikan hal berikut:
- Iblis mencobai Tuhan Yesus untuk: [a] memakai urapan Roh Kudus dan kedudukan-Nya, demi kepentingan diri sendiri (Lukas 4:3-4); [b] memperoleh kemuliaan dan kuasa atas bangsa-bangsa daripada menerima salib dan jalan kesengsaraan (Lukas 4:5-8); [c] menyesuaikan diri-Nya dengan harapan yang populer dalam hati umat Israel, demi menjadi seorang Mesias yang “sensasional” (Lukas 4:9-11).
- Iblis hingga masa kini, masih terus mencobai para pemimpin Kristen dalam hal yang sama: memakai urapan, kedudukan, dan kemampuan mereka demi kepentingan diri sendiri, demi menegakkan kemuliaan dan kerajaannya sendiri, dan supaya lebih menyenangkan manusia daripada menyenangkan Allah.
Pada akhirnya nanti Nabi Palsu akan terlihat nyata dari buahnya, yaitu mereka melakukan semuanya demi kepentingan dirinya sendiri. Sesungguhnya mereka telah ditaklukkan Iblis untuk menyembah serta menjadi pengikutnya.
Kejadian itu adalah awal dari seluruh rangkaian kejadian yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus. Namun, sepanjang kehidupan-Nya itulah “Role Model” Nabi Sejati yang benar. Sesungguhnya Tuhan Yesus sendirilah satu-satunya Batu Penjuru yang menjadi teladan nabi yang sejati, yang dapat dilihat dari buahnya: Ia tetap berpegang teguh pada kesetiaan-Nya kepada Allah Bapa dan menjaga perkataan-Nya tidak keluar dari hati dan pikiran-Nya sendiri, melainkan dari firman Tuhan yang telah menjadi Rhema di dalam diri-Nya. Tidak satu pun tindakan dan perkataan Tuhan Yesus yang bertentangan dengan firman Allah, justru Tuhan Yesus melawan iblis dengan firman Tuhan. Inilah bukti bahwa nabi sejati yang berasal dari Allah, buah–nya selalu membawa kemuliaan bagi Allah.
Bagaimana dengan nabi lain di dalam Alkitab? Dalam kesempatan ini kita batasi untuk membahas hanya terkait dengan beberapa Nabi Palsu dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, serta Peringatan Tuhan mengenai Nabi Palsu yang akan datang.
2. Nabi Palsu dalam Perjanjian Lama
Mari kita lihat Nabi Palsu yang tercatat dalam Alkitab:
a. Nabi Zedekia bin Kena’ana vs Nabi Mikha bin Yimla
Zedekia bin Kena’ana adalah nabi kerajaan Israel yang memimpin kira-kira 400 nabi yang dikumpulkan Raja Israel yaitu Ahab. Zedekia dan seluruh nabi itu bernubuat palsu mendukung Ahab yang mengajak Yosafat raja Yehuda maju berperang merebut Ramot-Gilead, serta menubuatkan kemenangan palsu atas bangsa Aram.
Yosafat meminta dipanggil nabi lain selain yang ada, hingga tampillah nabi ‘asli’ yaitu Mikha bin Yimla yang diurapi Roh Allah. Nabi Mikha mengatakan kepada Abah bahwa ia melihat seluruh Israel tercerai berai di gunung-gunung seperti kawanan domba tanpa gembala, alias kalah berperang dan kocar-kacir lari ke mana-mana. Ia mengatakan lagi, bahwa ia melihat bahwa ada roh yang diizinkan Allah untuk membujuk Ahab maju berperang, dengan cara menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabi Ahab itu. Mikha juga memastikan, bahwa jika Ahab pulang dengan selamat, maka pasti TUHAN tidak berfirman dengan perantaraannya.
Di medang perang Ahab mereka-rekakan hal yang jahat terhadap Yosafat, namun Allah melindunginya. Namun, sebaliknya apa yang dinubuatkan nabi Mikha betul terjadi, Ahab mati terpanah di medan perang dan pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa. (1 Raja-raja 22).
b. Nabi Hananya bin Azur vs Nabi Yeremia
Tuhan memerintahkan nabi Yeremia untuk membuat tali pengikat dan gandar, lalu memasangkan itu pada tengkuknya. Kuk itu perlambang Allah telah memerintahkan raja Edom, raja Moab, raja bani Amon, raja Tirus, raja Sidon, termasuk Zedekia raja Israel, untuk tunduk kepada Nebukadnezar raja Babel, dan jika tidak mau, maka mereka akan dilenyapkan olehnya. Namun sebaliknya, banyak nabi-nabi palsu, penenung, pemimpi, peramal dan tukang sihir melarang raja bangsa-bangsa itu untuk tunduk kepada raja Babel. Setelah itu Allah menyatakan firman-Nya melalui nabi Yeremia, bahwa Ia tidak pernah mengutus mereka dan pasti akan membinasakan raja Zedekia dan para nabi itu.
Kemudian beberapa waktu setelah itu, Nabi Hananya bin Azur mengatakan ‘nubuat’ bahwa Allah telah mematahkan kuk raja Babel. Ia juga mematahkan gandar yang ada di tengkuk nabi Yeremia untuk menegaskan bahwa nubuatnya itu benar. Kenyataannya Tuhan malahan berfirman bahwa Ia akan mengganti gandar kayu dengan gandar besi. Hananya mati di tahun itu juga, seperti yang dinubuatkan nabi Yeremia. (Yeremia 27:1 – 28:17).
c. Ahab bin Kolaiah & Zedekia bin Maaseiah vs Yeremia
TUHAN semesta alam, Allah Israel, akan menyerahkan Ahab bin Kolaya dan Zedekia bin Maaseya, orang-orang yang bernubuat palsu demi nama-Nya, ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yang akan membunuh mereka. Mereka juga telah melakukan kebebalan di Israel, telah berzinah dengan isteri sesama mereka dan telah mengucapkan demi nama TUHAN suatu perkataan dusta yang tidak Ia pesankan kepada mereka. (Yeremia 29:21-23) Ini adalah buah yang dikatakan Tuhan Yesus, yaitu perbuatan kenajisan yang dilakukan nabi palsu di hadapan Tuhan.
d. Nabi Semaya orang Nehelam vs Nabi Yeremia
Seorang nabi palsu di Babel yang menulis surat kepada imam Zefanya bin Ma’aseya di Yerusalem dan semua imam. Inti suratnya protes mengapa Imam Zefanya tidak menegur Nabi Yeremia yang menyampaikan pesan Allah bagi bangsa Israel di Babel untuk mendiami rumah mereka, berkebun dan menikmati hasilnya di Babel. Tuhan akhirnya menghukum Semaya dan keturunannya (Yeremia 29:24-32)
e. Nabiah Noaja bersama Semaya bin Delaya, Tobia dan Sanbalat vs Nehemia
Beberapa orang termasuk Semaya bin Delaya dan nabiah Noaja yang katanya mendapat nubuat dari Allah, padahal Allah tidak berbicara apa-apa pada mereka. Mereka disuap oleh Tobia dan Sanbalat untuk menjelek-jelekkan nama Nehemia agar dapat mencelanya. Nehemia menyampaikan perkaranya kepada Allah (Nehemia 6).
f. Para Nabi Baal dan Nabi Asyera vs Nabi Elia
Pada zaman Ahab bin Omri menjadi raja Israel, Ia berbuat kejahatan dengan menyembah Baal dan mendirikan patung Asyera, yang menyakiti hati Tuhan. Nabi Elia diutus Allah untuk bernubuat tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun itu. Allah kemudian menyuruh Elia bersembunyi di sungai Kerit, hingga airnya habisa dan ia kemudian pergi ke Sarfat serta mengadakan mukjizat di rumah seorang janda di sana.
Kemudian setelah tiga tahun terjadi kelaparan di Samaria, Tuhan hendak memberi hujan. Tuhan mengutus Nabi Elia kembali kepada Ahab. Sementara itu Ahab mengutus Obaja, kepala Istana yang sungguh takut akan Allah, untuk mencari rumput demi menyelamatkan kuda dan bagal. Ternyata di tengah jalan Obaja bertemu dengan Elia yang mengutusnya kembali kepada Ahab untuk mengatakan telah bertemu dengan Elia. Obaja takut untuk kembali kepada Ahab dan mengatakan itu, namun Elia bersumpah bahwa ia pasti akan bertemu dengan Ahab. Elia minta Ahab mengumpulkan 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera, untuk menemuinya di Gunung Karmel.
Pada hari yang ditetapkan, Nabi Elia mendapati seluruh rakyat Israel berkumpul dan dihadapannya ada 450 nabi Baal dan tidak ada nabi Asyera. Singkat kata, nabi Baal dengan segala ritualnya tidak berhasil mempersembahkan korban mereka kepada dewanya, sementara Allah menerima persembahan nabi Elia. Elia kemudian memerintahkan rakyat menangkap nabi-nabi palsu itu dan membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana. (1 Raja-raja 18:1-19:21)
g. Nabi Balaam (Bileam) bin Beor
Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dengan jumlah orang Israel bagaikan pasir laut yang tidak kelihatan ujungnya. Suatu ketika mereka berkemah di dataran Moab di daerah seberang Sungai Yordan dekat Yerikho. Kerajaan Moab waktu itu dipimpin oleh raja Balak bin Zipor yang ketakutan karena pernah mendengar bangsa Israel mengalahkan orang Amori. Ia kemudian berinisiatif memanggil Bileam bin Beor yang tinggal di Petor yang di tepi Sungai Efrat.
Bileam itu bisa berbicara dengan TUHAN Semesta Alam, atau bisa dikatakan ia adalah seorang nabi tapi bukan dari bangsa Israel. Berkat atau Kutuk yang diucapkannya, terkenal manjur dan oleh karena itu raja Balak memanggilnya untuk mengutuki bangsa Israel, agar mudah ia mengalahkan mereka dalam peperangan. Tercatat dalam Bilangan 22:1-25:18, bahwa Allah berbicara langsung dengan Bileam yang melarangnya mengutuki bangsa Israel.
Bileam awalnya menolak mendatangi raja Balak bersama utusan yang dikirim kepadanya. Namun karena diiming-imingi harta besar, hingga 3 kali Bileam mengatakan bahwa Tuhan tidak mengizinkannya untuk mengutuki bangsa Israel, bahkan 3 kali itu juga Bileam malah memberkati bangsa Israel. Seharusnya ia sudah mendengar jawaban Allah sekali saja melarangnya mengutuk, ia langsung tahu kehendak Allah. Ada juga kemudian kejadian di mana keledainya bisa berbicara memperingatkan Bileam untuk tidak terus maju karena dia melihat Malaikat Allah di menghadang jalannya. Ini mau menggambarkan keledai saja lebih bijaksana bisa melihat Allah, Bileam tidak bisa.
Jika kita secara harfiah membaca teks Alkitab hanya sampai Bilangan 24 saja, mungkin Bileam masih bisa terkesan nabi yang taat kepada perintah Allah. Namun jika kita pelajari Bilangan 25, maka terlihat ada suatu anomali yang terjadi di sana, di mana bangsa Israel berzina dengan perempuan-perempuan Moab. Ini membuat Allah murka dan menulahi bangsa itu hingga 24 ribu orang mati dan terus bertambah, baru berhenti sampai Pinehas bin Eleazar membunuhi orang-orang yang menyakiti hati Tuhan.
Kisah selanjutnya dalam Bilangan 31:8, Bileam bin Peor dibunuh dengan pedang dalam peperangan dengan bangsa Midian. Mengapa Bileam dibunuh? Kenapa tidak dilindungi Tuhan? Jawabannya ada pada Bilangan 31:13-24 kita ketahui bahwa Musa marah karena ia melihat masih ada perempuan-perempuan Midian yang berada di dalam kumpulan tawanan perang.
Bilangan 31:16
Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi penyebab orang Israel berlaku tidak setia terhadap TUHAN dalam peristiwa Peor, sehingga tulah menimpa umat TUHAN.
Ternyata ada suatu kejadian yang tidak ditulis detail dalam Alkitab, bahwa Bileam setelah kejadian tidak jadi mengutuki bangsa Israel, kemungkinan memberi saran atau nasihat kepada raja Balak, agar perempuan-perempuan cantik di wilayah Moab dan Midian digunakan untuk menggoda laki-laki Israel. Setelah hubungan seksual terjadi, perempuan-perempuan tersebut harus mengajak mereka mengikuti penyembahan kepada dewa-dewa mereka.
Kejadian itu ditegaskan lagi oleh firman Allah kepada jemaat di Pergamus:
Wahyu 2:14
14 Meskipun demikian, Aku mencela engkau dalam beberapa hal: Di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang mengajar Balak menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan bagi berhala dan berzina.
Jadi, Bileam betul bisa berkomunikasi langsung dengan TUHAN, Allah Semesta Alam, namun di dalam hatinya masih tertarik pada harta yang ditawarkan raja Balak, sehingga ia mencari cara untuk mengalahkan bangsa Israel dengan cara menyesatkan para tentara Israel. Ini perbuatan yang perlu disoroti, karena terjadi juga hingga zaman sekarang, yaitu penyesatan bagi para hamba Tuhan yang taat firman Tuhan, yaitu dengan dosa zina. Banyak kejadian yang tidak dapat saya sebutkan di sini, terkait dengan jatuhnya anak-anak Tuhan ke dalam dosa zina ini.
3. Nabi Palsu dalam Perjanjian Baru
Mari kita lihat Nabi Palsu yang tercatat dalam Alkitab:
a. Elimas (Bar-Yesus) vs Rasul Paulus
Bar-Yesus dalah seorang tokoh yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 13:6–12 sebagai seorang Yahudi penyihir dan nabi palsu yang mendampingi gubernur Sergius Paulus di Pafos. Ketika Rasul Paulus dan Barnabas hendak memberitakan firman Tuhan kepada sang gubernur, ia terus-menerus merintangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari iman kepada Kristus. Tercatat, di akhir hidupnya ia mendapatkan hukuman ilahi ketika Paulus menatapnya tajam, menegurnya sebagai anak Iblis dan musuh segala kebenaran, lalu menjatuhkan hukuman matanya menjadi buta seketika sehingga ia harus meraba-raba mencari orang untuk menuntunnya.
b. Simon dari Samaria (Simon Magus) vs Rasul Petrus
Simon dari Samaria (Simon Magus) adalah seorang tokoh yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 8:9-24 sebagai seorang praktisi sihir di kota Samaria yang mengagumkan seluruh penduduk dengan kepandaian magisnya, sampai-sampai ia dijuluki sebagai Kuasa Allah yang Besar. Ketika ia melihat para rasul dapat memberikan Roh Kudus melalui penumpangan tangan, ia mencoba membeli kuasa rohani tersebut dengan uang, mengira karunia Allah dapat diperjualbelikan. Tercatat, di akhir kisahnya Rasul Petrus dengan keras menolak dan mengutuk tawarannya, mengatakan bahwa uangnya akan binasa bersama dia karena hatinya tidak lurus di hadapan Allah, yang membuat Simon ketakutan dan memohon agar didoakan.
c. Aleksander, Himeneus dan Filetus vs Rasul Paulus
Aleksander adalah seorang tokoh yang disebut dalam 1 Timotius 1:19–20 sebagai orang yang menolak hati nurani yang murni sehingga kandas imannya. Bersama Himeneus, ia diserahkan kepada Iblis oleh Rasul Paulus agar mendapat hukuman dan belajar untuk tidak menghujat Allah lagi. Aleksander juga disebut dalam 2 Timotius 4:14–15 sebagai tukang tembaga yang banyak berbuat kejahatan terhadap Rasul Paulus dan sangat menentang pemberitaannya. Namun, Alkitab tidak memastikan bahwa Aleksander dalam kedua surat tersebut adalah orang yang sama.
Himeneus adalah seorang tokoh yang disebut dalam 1 Timotius 1:19–20 sebagai orang yang kandas imannya karena menolak hati nurani yang murni. Bersama Aleksander, ia dikenai tindakan disiplin oleh Rasul Paulus dengan diserahkan kepada Iblis agar belajar untuk tidak menghujat Allah lagi. Namanya kembali disebut dalam 2 Timotius 2:16–18 sebagai pengajar sesat yang menyimpang dari kebenaran. Bersama Filetus, ia mengajarkan bahwa kebangkitan telah berlangsung, sehingga merusak iman sebagian orang percaya.
Filetus adalah seorang tokoh yang disebut dalam 2 Timotius 2:16–18 sebagai rekan Himeneus dalam menyebarkan ajaran yang menyimpang dari kebenaran. Mereka mengajarkan bahwa kebangkitan telah berlangsung, sehingga merusak iman sebagian orang percaya. Rasul Paulus memperingatkan bahwa perkataan mereka yang tidak berguna dan menyimpang dari kebenaran akan menjalar seperti penyakit ganas dan semakin menyesatkan orang-orang yang mendengarnya.
4. Nabi Palsu di Zaman Modern
Berikut adalah beberapa oknum-oknum Pendeta di Indonesia sebagai “Nabi Palsu” yang mengajar firman Tuhan tetapi dari “buahnya” terbukti mereka dikuasai kegelapan:
(Note: Demi kepentingan bersama, nama asli kami samarkan)
- Pdt.HL di Jawa Timur – Pengadilan Negeri Surabaya 10 tahun penjara pada 21 September 2020 dan denda Rp100 juta karena terbukti melakukan Kejahatan seksual terhadap anak rohaninya.
- Pdt.AS di Semarang, Jawa Tengah – Pengadilan Negeri Semarang pada 12 Agustus 2025, menetapkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp1 miliar karena melakukan tindak pidana kekerasan seksual lebih dari satu anak.
- Pdt.JRP di Pematang, Siantar Sumatera Utara – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pematang Siantar menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp200 juta terhadap Pdt JRP karena terbukti melecehkan wanita inisial NAPS, yang tidak lain merupakan jemaatnya sendiri.
- Pdt.DKBH di Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur – KBH, 67 tahun, pendeta senior gereja di Blitar, Jawa Tengah, dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan tuduhan mencabuli, F 16 tahun, G 14 tahun, T 12 tahun dan N, 8 tahun.
Sedangkan berikut adalah oknum Pendeta di Mancanegara:
- Prophet.MO di Birmingham dan London, Inggris – Seorang pria yang menyebut dirinya nabi, yang berasal dari Nigeria, dinyatakan bersalah atas 15 tuduhan pemerkosaan terhadap tujuh korban – lima di antaranya adalah jemaat gerejanya di Birmingham dan London. Modusnya adalah “Spiritual Bathing” memandikan gadis yang kemudian diperkosanya. Istrinya juga dijebloskan ke penjara, karena melakukan aborsi bagi para korban dari perbuatan suaminya.
- Rev.RM di Texas, USA – Dewan juri lintas wilayah (Multi-County Grand Jury) mendakwa pendiri sebuah gereja besar (megachurch) di Texas atas lima tuduhan tindakan asusila atau tidak senonoh terhadap seorang anak, yang berawal dari sejumlah peristiwa sejak tahun 1980-an. Ia telah mengundurkan diri musim panas lalu dari posisinya sebagai pendeta senior di Gateway Church. Gereja besar yang berbasis di Southlake, Texas, tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Amerika Serikat.
- Rev.LW di New York, USA – Hakim Distrik AS Lorna G. Schofield menjatuhkan vonis selama 9 tahun penjara atas tuduhan penipuan melalui telepon, percobaan penipuan melalui telepon, percobaan pemerasan, dan membuat pernyataan palsu kepada agen penegak hukum federal. Jaksa Agung AS Damian Williams mengatakan: “Lamor Whitehead adalah seorang penipu yang mencuri jutaan dolar dalam serangkaian penipuan keuangan dan bahkan mencuri dari salah satu jemaatnya sendiri. Dia berbohong kepada agen federal, dan sekali lagi kepada Pengadilan di persidangannya. Hukuman hari ini mengakhiri berbagai skema Whitehead dan mencerminkan komitmen Kantor ini untuk membawa pertanggungjawaban kepada mereka yang menyalahgunakan posisi kepercayaan mereka.”
- Rev.BM di California, USA – Mantan pendeta San Diego Community Bible Church, Barry Minkow adalah seorang penipu ulung yang kejahatan serta klaim rehabilitasinya sempat membuatnya tampil di acara “60 Minutes” dan menghiasi sampul majalah Fortune, dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Ia terbukti menggelapkan lebih dari $3 juta dari jemaatnya sendiri, lalu menyembunyikan dana tersebut dari otoritas pajak Amerika Serikat (*Internal Revenue Service*). PS.BM, yang telah mengaku bersalah pada bulan Januari, mengakui bahwa ia menipu seorang duda dengan membujuknya memberikan donasi sebesar $75.000 untuk sebuah rumah sakit di Sudan—sebagai bentuk penghormatan bagi mendiang istrinya yang meninggal akibat kanker. Padahal, rumah sakit tersebut tidak pernah ada, dan Minkow justru mengantongi uang itu untuk kepentingan pribadinya. Ia juga mengakui, antara lain, telah mencuri $300.000 dari seorang nenek yang hidup menjanda, yang saat itu tengah berjuang membesarkan cucu remajanya.
- Prophet.TE di New Jersey, USA – Pengadilan New Jersey mendakwa sepasang suami istri pendeta, Treva Edwards (61) dan Christine Edwards (64), atas tuduhan eksploitasi terhadap jemaat gereja mereka, “Jesus is Lord by the Holy Ghost”, di Orange. Antara tahun 2010 hingga 2025, mereka merekrut korban yang sedang mengalami kesulitan keuangan atau keluarga untuk tinggal di gedung gereja, lalu mempekerjakan mereka secara paksa. Dalam aksinya, Treva Edwards mengeklaim dirinya sebagai nabi dan memanipulasi para korban dengan ancaman pembalasan spiritual serta kerugian fisik dan finansial jika tidak patuh. Atas tindakan tersebut, Treva dijerat dakwaan perdagangan seks, kerja paksa, dan konspirasi, sementara istrinya didakwa atas konspirasi melakukan kerja paksa.
Demikianlah terbukti nyata peringatan yang diberikan Tuhan Yesus dalam Matius 7 tersebut di atas, bahwa Nabi Palsu betul ada dan akan terjadi terus.
III. Peringatan Firman Tuhan tentang Nabi Palsu di Masa Yang Akan Datang
1. Mengadakan mukjizat dan tanda ajaib yang palsu
Matius 24:11, 24
11Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
2 Tesalonika 2:9–10
9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, 10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
Ayat-ayat ini penting karena Tuhan Yesus memperingatkan bahwa Nabi pasti palsu akan tampil, pengaruh mereka dapat menjangkau banyak orang, mereka sanggup melakukan tanda-tanda dan mukjizat dengan tujuan akhirnya adalah menyesatkan manusia, termasuk orang-orang pilihan.
Ada beberapa kejadian di beberapa negara di Benua Afrika, Pendetanya dipolisikan karena merekayasa kesembuhan ilahi. Orang buta dituntun dan didoakan melihat kembali. Orang lumpuh di kursi roda, berjalan kembali. Bahkan orang dibawa di peti mati, disentuh oleh pendetanya, langsung duduk dan berdiri. Setelah beberapa waktu, ada suatu tim rahasia yang ditugasi menyelidiki kegiatan-kegiatan palsu seperti itu. Tujuan dari para pendeta itu guna menarik jemaat untuk datang ke gerejanya, dan dari persembahan, mereka mengambil untuk kekayaan pribadi.
2. Orang Menyatakan Diri Sebagai Yesus Palsu
Markus 13:22
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
Lukas 21:8 (TB)
Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.”
Ayat-ayat di atas memperlihatkan bahwa penyesatan dapat dilakukan melalui pengakuan sebagai Mesias serta pernyataan tentang waktu kedatangan Tuhan. Saya punya beberapa bukti bahwa firman Tuhan Yesus ini sudah terbukti di zaman modern ini:
- Ada seseorang yang wajah dan penampilannya memang mirip Tuhan Yesus dalam lukisan, mengaku sebagai reinkarnasi Tuhan Yesus. Pada 1979, ia mengaku menerima wahyu bahwa dirinya adalah Tuhan Yesus yang sama dengan yang disalibkan sekitar 2.000 tahun sebelumnya. Yang menarik, pada 2024 ia berhasil mengubah nama resminya dan mendirikan organisasi keagamaan resmi serta ia juga masih memiliki pengikut yang tinggal bersama dalam komunitasnya. Pada Februari 2025, media Brasil UOL memberitakan seorang mantan profesional pemasaran meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi pengikutnya.
- Pada 2013, Sky News Australia melaporkan seorang mantan ahli teknologi informasi bernama AJM yang mengaku sebagai Tuhan Yesus. Ia bahkan mengaku memiliki ingatan tentang penyaliban dirinya. Lebih jauh lagi, pasangannya, diklaim sebagai Maria Magdalena. AJM membangun gerakan keagamaan dan memperoleh pengikut dari Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
- JLJM seorang dari Puerto Rico mengaku sebagai kedatangan kedua Tuhan Yesus. Kasus ini juga menarik karena awalnya ia adalah seorang pendeta yang memimpin pelayanan Kristen. Pada 2005, ia menyatakan dirinya sebagai Kristus yang datang kembali. Ia kemudian menyebut dirinya Jesucristo Hombre, yang berarti Yesus Kristus dalam wujud manusia. Pengikutnya bahkan membuat tato angka 666 pada tubuh mereka sebagai tanda bahwa mereka menerima ajarannya. Pada 2007, majalah TIME dan sejumlah media internasional melaporkan klaim tersebut.
- Ada seorang penyiar senior di USA, mengumumkan bahwa pengangkatan orang percaya (rapture) akan terjadi pada 21 Mei 2011. Ketika tanggal tersebut berlalu tanpa kejadian yang diumumkannya, ia kemudian mengubah penafsirannya dan menetapkan 21 Oktober 2011 sebagai tanggal kehancuran dunia. Prediksi tersebut juga tidak terjadi. Orang tersebut tidak mengaku sebagai Kristus, namun kasusnya lebih tepat menjadi contoh penyesatan melalui klaim tentang waktu kedatangan Tuhan.
Peringatan Tuhan Yesus dalam Lukas 21:8 tetap sangat relevan sampai sekarang. Bahkan, kita menemukan orang-orang yang secara terang-terangan mengaku sebagai Kristus yang telah datang kembali. Namun, ada satu prinsip yang lebih luas, yaitu jangan mengukur kebenaran seorang pemimpin rohani berdasarkan popularitas, jumlah pengikut, mukjizat yang diklaim, atau kemampuannya menyampaikan nubuat.
Tuhan Yesus sendiri sudah memberikan peringatan agar murid-murid-Nya tidak mengikuti orang-orang semacam itu. Kalimat terakhir ayat tersebut sangat tegas: “Janganlah kamu mengikuti mereka.” Itulah perintah yang harus menjadi pegangan orang Kristen.
3. Nabi-nabi Palsu Menurut Para Rasul
a. Mengajarkan Ajaran Sesat dan Mencari Keuntungan dari Jemaat
2 Petrus 2:1–3
1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
b. Mengajarkan Ajaran Sesat
1 Timotius 4:1–2
1 Roh dengan tegas mengatakan bahwa pada waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
c. Orang mengumpulkan guru-guru yang memuaskan kehendak hatinya
2 Timotius 4:3–4
3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
4. Nabi Palsu dalam Kitab Wahyu
Ini bagian yang paling mengerikan tentang penyesatan di masa depan:
a. The Beast 666
Wahyu 13:11-18
11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. 12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. 13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. 15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, 17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. 18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Perhatikan gambaran dua tanduk seperti anak domba, tetapi suaranya seperti naga. Gambaran ini menarik karena memperlihatkan penampilan yang menyerupai sesuatu yang baik, tetapi perkataannya berasal dari sumber yang jahat. Pada masa itu mungkin sudah era digital murni, di mana orang tidak lagi memakai kartu kredit, tidak membayar melalui smartphone, melainkan di wajah. Memang sekarang ini sudah ada negara yang memakai teknologi biometrik wajah sebagai alat pembayaran, namun barangkali nantinya akan ada ‘penguasa’ ekonomi dunia dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya…dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Bisa jadi banyak orang tidak akan sadar mengenai hal ini sudah sangat dekat dengan kita di saat ini, oleh karena itu kita harus waspada agar tidak tersesat. Ingatlah bahwa yang namanya penyesatan itu tidak mungkin tampil ‘terang-terangan’ melainkan sangat halus dan sangat sulit dibedakan dengan hal yang sudah biasa kita lakukan.
b. Tampilnya Tiga Roh Najis
Wahyu 16:13–14
13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. 14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.
Di sini disebutkan tiga roh najis yang keluar dari mulut naga, binatang, dan nabi palsu. Roh-roh itu melakukan tanda-tanda untuk mengumpulkan raja-raja seluruh dunia. Ada kemungkinan gambaran katak tersebut mempunyai hubungan dengan tulah kedua di Mesir dalam Keluaran 8:1–15. Katak merupakan binatang yang muncul dalam jumlah besar ketika tulah Mesir terjadi. Dengan menggunakan gambaran tersebut, Yohanes mengingatkan pembacanya pada tindakan penghukuman Allah terhadap Firaun.
Selain itu, penelitian Stephan Witetschek yang diterbitkan dalam jurnal New Testament Studies (Cambridge University Press, 2008) menjelaskan bahwa katak dalam literatur Yunani dan Yahudi kuno juga dikaitkan dengan kebisingan dan banyak bicara. Dengan demikian, gambaran tiga roh seperti katak dapat mengandung unsur ejekan terhadap kekuatan jahat yang mengeluarkan banyak perkataan untuk menyesatkan manusia.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa ketiga roh najis tersebut mendatangi raja-raja di seluruh dunia. Artinya, penyesatan yang digambarkan dalam ayat ini tidak hanya menyasar masyarakat biasa, tetapi juga para penguasa dunia. Mereka dikumpulkan untuk menghadapi peperangan pada hari besar Allah Yang Mahakuasa.
5. Akhir dari Nabi Palsu
Wahyu 19:20
20 Binatang itu pun tertangkap dan bersama dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya sehingga menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala dengan belerang.
Wahyu 20:10
10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, tempat binatang dan nabi palsu itu. Mereka akan disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
Pada akhirnya Nabi palsu akan dilempar ke dalam lautan api dan belerang bersama-sama dengan Iblis, binatang, dan binatang palsu tersebut.
III. Renungan
- Dalam Matius 7:15, Tuhan Yesus memperingatkan bahwa nabi-nabi palsu datang dengan menyamar seperti domba, padahal sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Mengapa penampilan luar seseorang tidak cukup untuk membuktikan bahwa ia adalah pengajar kebenaran?
- Tuhan Yesus mengajarkan bahwa nabi palsu dapat dikenali dari buah kehidupannya (Matius 7:16–17). Apakah kita sudah memahami bahwa perkataan, perilaku, karakter, dan perbuatan seorang pemimpin rohani harus diperiksa untuk mengetahui siapa dirinya sebenarnya?
- Jika seorang pendeta mengajarkan firman Tuhan, menggunakan ayat-ayat Alkitab, melakukan mukjizat, dan terlihat saleh, apakah semua itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa ia benar-benar mengajarkan kebenaran?
- Bagaimana jika penyimpangan seorang pengajar tidak terlihat secara langsung, tetapi disisipkan sedikit demi sedikit melalui penafsiran ayat yang kelihatannya masuk akal, janji berkat, atau ajaran yang menyenangkan pendengarnya? Apakah kita mampu mengenalinya?
- Apakah kita sudah sungguh-sungguh mengenal dan memahami firman Tuhan sehingga dapat membedakan pengajaran yang benar dari penyesatan yang disampaikan secara halus, bahkan oleh pemimpin rohani yang selama ini kita percayai?
IV. Doa
Tuhan Yesus kami mengucap syukur atas kebaikan-Mu hingga saat ini. Firman Tuhan mengajar kami untuk mewaspadai munculnya nabi palsu bagaikan serigala berbulu domba. Mohon perlindungan Roh Kudus-Mu ya Allah, agar kami terhindar dari tipu daya iblis. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Lihat, Aku mengutus kamu
seperti domba ke tengah-tengah serigala,
sebab itu hendaklah kamu
cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati
Matius 10:16
Amin.
