Edisi 31 – “Menjaga Hal Yang Kudus dan Berharga” – Seri Renungan Pagi

by Febrian 28 Oktober 2026 3:45 AM
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan sebelumnya telah kita bahas mengenai Tuhan Yesus yang melarang menghakimi, maka sekarang kita akan membahas mengenai “Menjaga hal yang kudus dan berharga” dalam hidup kita. Semoga kita memperoleh hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Matius 7:6 [TB2-LAI©2023]
“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
I. Pengantar
Masih dalam rangkaian khotbah di bukit, Tuhan Yesus memberi peringatan kepada murid-murid dan pengikut-Nya, dalam bentuk perumpamaan. Tuhan Yesus mengambil kisah seseorang yang memiliki barang kudus dan memberikannya kepada anjing. Hal yang kedua yaitu melemparkan mutiara milik yang sangat berharga kepada babi, yang kemudian akan menginjak-injaknya dengan kakinya. Setelah barang kudus dan mutiara berharga jatuh ke dalam kuasa anjing atau babi tersebut, maka hewan-hewan itu akan berbalik dan mengoyak pemilik barang itu.
II. Membuang Hal Yang Kudus dan Berharga
1. Latar Belakang
Untuk memahami latar belakang perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 7:6 di atas, kita perlu membedakan tiga hal, yaitu ketentuan dalam Taurat, kebiasaan masyarakat Yahudi pada zaman Tuhan Yesus, dan gambaran harfiah yang dipakai dalam ayat tersebut. Oleh karena itu kita terlebih dahulu akan membahas latar belakang istilah dan gambaran fisiknya, belum pada makna dari peringatan Tuhan Yesus.
a. Barang yang kudus
Keluaran 30 <– Klik di sini untuk membaca seluruh pasal
Benda-benda Kudus yang disebutkan Allah untuk dibuat:
-
- Minyak urapan yang kudus (Keluaran 30:22-33)
Mur cair, kayu manis harum, batang serai terharum, kayu teja dan minyak zaitun yang diolah menjadi Minyak Urapan Kudus, tujuannya untuk mengurapi Kemah Pertemuan dan Tabut Hukum serta perkakas lain dalam Bait Allah. Hanya imam yang boleh menyentuhnya. - Dupa yang kudus (Keluaran 30:34-38)
Wewangian dari damar harum, kulit kerang, getah rasamala dan kemenyan tulen. Semuanya diolah menjadi Dupa yang Kudus, yang hanya boleh dipersembahkan bagi TUHAN dan itu menjadi mahakudus. Tidak boleh orang awam membuatnya dan menghirupnya. Hukuman mati jika ada yang melakukannya.
- Minyak urapan yang kudus (Keluaran 30:22-33)
b. Mutiara yang berharga
Matius 13:44-46
44 “Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45 Demikian pula Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara-mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya satu yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Mutiara telah dikenal manusia sejak ribuan tahun sebelum kelahiran Tuhan Yesus. Pada zaman kuno, mutiara menjadi perhiasan mewah bagi orang kaya, bangsawan, dan penguasa. Mutiara alami terbentuk di dalam tubuh moluska melalui proses biologis yang menghasilkan lapisan berkilau. Pada masa itu, manusia belum mengenal teknologi budidaya mutiara modern sehingga mutiara diperoleh dengan menyelam ke dasar laut untuk mengumpulkan tiram. Banyak tiram tidak menghasilkan mutiara bernilai jual, sehingga mutiara berkualitas tinggi sangat sulit ditemukan.
Daerah penghasil mutiara terkenal meliputi Teluk Persia, Laut Merah, dan Teluk Mannar antara India selatan dan Sri Lanka. Mutiara diperdagangkan melalui jalur laut dan darat menuju Mesir, wilayah Mediterania, dan Roma. Setelah ditemukan, mutiara dibersihkan dan disortir berdasarkan ukuran, bentuk, warna, kilau, serta kondisi permukaannya. Mutiara yang besar, indah, dan sedikit cacat sangat diminati sehingga harganya dapat mencapai jumlah yang luar biasa. Nilainya bergantung pada mutu, kelangkaan, asal, dan permintaan pasar. Catatan Plinius Tua, penulis Romawi abad pertama Masehi, juga menggambarkan bagaimana kalangan elite mengeluarkan kekayaan besar untuk memperoleh mutiara. Fakta sejarah ini menjelaskan mengapa mutiara dikenal sebagai barang mewah dan sangat berharga pada zaman Tuhan Yesus.
c. Anjing dan Babi
Mazmur 22:17
17 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
Imamat 11:7
Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
2 Petrus 2:22
22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini, “Anjing kembali ke muntahannya,” dan, “babi yang dimandikan kembali lagi ke kubangannya.”
Dalam catatan sejarah dan catatan Alkitab, Anjing adalah binatang yang seringkali dianggap jahat dan Babi adalah binatang yang dianggap haram dan menjijikkan.
2. Makna peringatan Tuhan Yesus
Dari latar belakang benda kudus dan berharga kita ketahui jika itu diberikan kepada anjing atau babi, menggambarkan perbuatan yang sama dengan penghinaan kepada Tuhan. Benda yang kudus dan perhiasan yang berharga itu sama-sama bernilai tinggi dan pemberian Allah. Jika pemberian Allah kita buang kepada hewan yang seringkali dianggap hina, menjijikkan dan haram, sama dengan penghinaan kepada Allah. Selayaknya benda yang kudus dan perhiasan yang berharga itu ditempatkan dalam tempat yang khusus dan terlindungi. Dalam artian, benda kudus dan perhiasan berharga itu menempati posisi yang sangat tinggi dalam hidup seseorang. Tidak ada benda lain yang bisa menyaingi posisi tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, mari kita renungkan makna firman Tuhan di atas. Keselamatan yang dianugerahkan Allah bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, adalah sama dengan perhiasan berharga yang paling bernilai dalam hidup ini. Sedangkan tubuh kita yang telah dikuduskan oleh darah Kristus yang dicurahkan di kayu salib, adalah benda kudus yang harus dikhususkan bagi Allah.
Ibrani 10:10
10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Kolose 1:22
22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Jika seseorang yang telah dikuduskan oleh Tuhan Yesus, kemudian suatu hari kembali melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang dahulu dilakukan sebelumnya, maka itu adalah sama dengan membuang hal yang kudus dan berharga yang telah diterimanya dari Tuhan Yesus. Kuasa kegelapan yang digambarkan sebagai “anjing dan babi” akan berbalik merusak kehidupan orang tersebut dan keadaannya akan lebih buruk daripada sebelumnya.
Matius 12:43-45
43 “Apabila roh jahat keluar dari seseorang, ia mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, tetapi tidak menemukannya. 44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Ia pun pergi dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. 45 Lalu ia keluar dan membawa serta tujuh roh lain yang lebih jahat dari pada dia. Mereka masuk dan tinggal di situ. Akhirnya, keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas orang-orang yang jahat ini.”
Tuhan Yesus dalam firman-Nya mengingatkan:
Lukas 9:62
Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Jadi kesimpulannya, jika seseorang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, maka ia harus menjaga keselamatan itu dengan senantiasa hidup dalam kebenaran dan kekudusan dalam kesehariannya. Keselamatan itu harus dijaga sekuat tenaganya.
Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar , bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
III. Renungan
- Menurut Anda, apakah benda atau hal yang paling bernilai dan berharga dalam hidup Anda? Bagaimana Anda menjaganya?
- Mengapa Keselamatan yang diberikan Kristus itu sesungguhnya adalah hal yang paling berharga dalam hidup ini?
- Perbuatan apa saja yang bisa menyebabkan seseorang itu berbalik meninggalkan perbuatan yang baik yang diajarkan Kristus, sama dengan membuang hal yang kudus dan berharga miliknya?
- Bagaimana kita menjaga keselamatan yang diberikan ?
IV. Doa
Tuhan Yesus terima aksih banyak atas firman yang Tuhan berikan buat kami hari ini. Firman ini akan kami jaga dan kami pelihara dalam kehidupan kami, serta kami laksanakan dalam keseharian kami. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
1 Tesalonika 5:23
Amin.
