Finish Well – Ps.Edmund Chan (Video) – IFGF Bekasi
Beyond Miracles – Finish Well
Ps.Edmund Chan Singapore
Menyelesaikan tugas dengan baik, tidak ada hubungannya dengan luck.
4 prinsip untuk selesaikan tugas dengan baik:
Don’t lose:
1. Heart
2. Ground
3. Momentum
4. Hope
1 Korintus 15:58 (TB)
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
1. Don’t Lose Heart
Dari setiap serangan iblis yang paling membuat kita kalah, adalah putus asa (Lose Heart). Kalau kita putus asa itu ibaratnya badan boleh besar, tapi jiwanya kerdil.
Lawan dari Putus Asa adalah Tabah/Gigih. Ketabahan/Kegigihan itu ternyata bukan hal yang mudah.
Ps. Chan mendapatkan suatu pelajaran dari kesaksian para Businessman yang bertemu dengannya di suatu acara: Persevierance = kegigihan.
Jangan pernah menyerah
2. Don’t Lose Ground
Jangan kena distraksi atau pengalihan. Kalau Iblis tidak berhasil membuat kita putus asa, kita dialihkan dari Tuhan.
Kalau kita dibuat berhasil, malah jadi teralihkan dari fokus kita kepada Allah tapi malah ke arah Uang. Jangan kehilangan fokus.
Kadang kita terbawa arus (drifted) perlahan-lahan kita menjauh dari Allah. Terbawa arus itu kadang nggak sadar.
Stand your ground harusnya membuat kita bisa tetap pada tujuan.
Ps. Edmund Chan suatu ketika berada dalam acara di UAE ternyata pas lagi pemboman di daerah Timur Tengah. Lumayan mengerikan karena suara bom terus bunyi. Airport tidak dibuka karena tidak ada pesawat yang boleh terbang. Kedutaan Besar menyatakan harus pergi ke Abu Dhabi. Memangnya gampang lewat daerah mengerikan seperti itu.
Daripada pusing cari kendaraan pulang, akhirnya mereka berdoa kepada Tuhan. Mereka berdoa menyampaikan masalah yang dihadapi dan menanyakan apa yang harus dilakukan besok pagi.
Paginya mereka mau pergi ke Bandara dan mendapat Waiting list untuk pergi ke San Francisco. Harusnya tidak boleh ke Bandara, tapi Ps. Chan tetap beriman pergi saja. Ternyata di Bandara sudah ribuan orang yang berusaha pergi ke luar negeri.
Aneh tiba-tiba ada satu telepon, berkata nanti manajer bandara akan jemput untuk antar pergi ke pesawat pertama ke San Fransisco. Ajaib Tuhan.
Jadi jangan cari hal yang mudah, tapi cari jalannya Allah. Cari Allah maka Ia akan memberi diri-Nya ditemukan.
3. Don’t Lose Momentum
Kita harus memandang wajah Tuhan, sehingga kita bisa melakukan pelayanan yang fokus kepada Allah tidak mudah teralihkan.
Dalam masa sulit Pujilah Tuhan, dalam masa sunyi puji Tuhan, waktu sakit tetap percaya, dalam masa sulit ucapkan syukur.
Kita tidak bisa bekerja dalam kuasa Allah kalau kita kosong.
A. Kekosongan Kebenaran
Kebenaran memerdekakan kita. Kekosongan dalam diri kita muncur karena tidak ada kebenaran.
Bertumbuh dalam kebenaran dan tertanam dala
B. Kekosongan akan Kuasa Allah
Kalau kita tidak bergantung pada Allah, maka kita akan kosong oleh kuasa Roh Allah. Mohonlah Allah memenuhi diri kita dengan Kuasa Roh Allah.
Isilah kekosongan kita dengan Kuasa Roh Kudus. Pada akhirnya bukan hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi pelaku. Setiap hamba Allah maka wajib dipenuhi dengan Roh Kudus.
Diisi Roh Kudus bukan seperti ngisi bensin. Tapi seberapa besar Roh Kudus menguasai kehidupan kita, itulah namanya kepenuhan Roh.
C. Kekosongan Kasih Allah
Banyak orang melayani Tuhan, tapi sebetulnya kosong akan kasih Allah atau kosong kasih dengan sesama.
Ukuran terpenting dalam pelayanan kita adalah Kasih. Tanpa Kasih pelayanan Apapun tidak ada artinya.
Jika kita berjalan dalam kebenaran, dipenuhi kuasa Roh Kudus dan dibungkus oleh Kasih.
4. Don’t Lose Hope
Karena pekerjaan kita tidaklah sia-sia di dalam Kristus yang telah bangkit, oleh karena itu jangan kehilangan pengharapan.
1 Kor 15:58 tadi mengisi tentang kebangkitan Kristus. Setia lah melakukan segala yang diperintahkan pada kita. Sekalipun itu mensyaratkan kita wajib keluar dari zona nyaman kita, tetaplah lakukan.
Kesaksian John Eckland, bukan pengkhotbah, ia belum pernah berkhotbah tapi suatu ketika dalam kebaktian turun salju lebat dan tidak ada jemaat yang datang, termasuk pendeta yang harus berkhotbah.
Kali itu ia terpaksa berkhotbah, pendek saja di depan 13 orang saja. Ia mengajak lihat ke atas dan menerima Kristus. dan ternyata itulah khotbah yang luar biasa. Di antara jemaat ada seorang yang bertobat, dia kemudian menjadi Hamba Tuhan yang besar.
Tidak ada yang sia-sia dalam melakukan pekerjaan kita dalam Tuhan.
Amin.
