Edisi 6 – Menghadapi Datangnya Hari Tuhan Dengan Hidup Sebagai Anak-anak Terang – Seri Renungan Pagi

By Febrian 12 September 2026 04:30 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Karena kemarin kita telah membahas firman Tuhan tentang “Kasih Tuhan Selalu Baru Tiap Pagi“, maka dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan firman Tuhan tentang Menghadapi Datangnya Hari Tuhan Dengan Hidup Sebagai Anak-anak Terang. Semoga kita bisa memperoleh hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.


Menghadapi Datangnya Hari Tuhan
Dengan Hidup Sebagai Anak-anak Terang
(Ajakan untuk berjaga-jaga menjelang kedatangan Hari Tuhan)

1 Tesalonika 4:13 – 5:11

4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.


I. Pengantar

Kitab Tesalonika ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 50–51 Masehi saat ia berada di kota Korintus. Keadaan dan latar belakang penulisannya diawali dari perjalanan misi Paulus yang menulis surat ini pada perjalanan misionarisnya yang kedua bersama dengan Silas dan Timotius.

Situasi jemaat di Tesalonika saat itu sedang menghadapi tekanan dan penganiayaan sosial setelah Paulus terpaksa meninggalkan kota itu secara mendadak karena kerusuhan. Paulus merasa khawatir lalu mengutus Timotius untuk melihat keadaan mereka, dan ketika Timotius kembali membawa kabar baik bahwa jemaat tetap beriman, Paulus sangat bersyukur.

Secara khusus pada tujuan 1 Tesalonika 4:13–5:11, Paulus mendapati ada jemaat yang bingung dan berdukacita mengenai nasib orang-orang percaya yang sudah meninggal sebelum kedatangan Kristus kembali (parousia). Dalam bagian ini, Paulus memberikan pengajaran dan penghiburan bahwa orang mati dalam Kristus akan bangkit, serta menasihati jemaat agar selalu berjaga-jaga menantikan hari Tuhan.


II. Tentang Mereka Yang Meninggal Dunia

Tentang orang yang meninggal dunia

Bagi kebanyakan orang, kehilangan orang yang dicintai merupakan suatu peristiwa yang menyedihkan dan menyakitkan, karena selama-lamanya kita tidak bisa lagi berjumpa dengannya. Namun, dari ajaran firman Tuhan di atas kita mengetahui suatu hal yang sungguh berbeda bagi orang percaya.

Rasul Paulus menyampaikan pesan Allah bahwa “kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.” Artinya, di dalam kekristenan, Allah tidak mau setiap kita berdukacita dengan perasaan dan pikiran tanpa harapan, sewaktu menghadapi orang yang meninggal dunia. Dengan kata lain firman Tuhan menjelaskan, bahwa jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Kekasih-kekasih kita yang telah meninggal dunia di dalam Yesus, bukannya hilang entah ke mana, melainkan berkumpul bersama Tuhan Yesus. Kesedihan memang wajar, karena sementara kita masih di dunia, tidak dapat berjumpa lagi secara fisik, namun secara pemahaman di dalam bathin kita, yakin dan percaya bahwa mereka ada dalam suatu kebahagiaan sejati bersama Tuhan. Inilah suatu fakta yang pasti, bukan suatu angan-angan tidak berdasar.

Bahkan, firman Tuhan juga menjelaskan, bahwa sebetulnya orang-orang yang telah meninggalkan kita itu sesungguhnya adalah orang yang lebih ‘beruntung’ daripada kita yang masih hidup. Mengapa? Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini. Jadi dengan mengetahui dan memahami firman Tuhan di atas, maka kita dapat memiliki iman, bahwa suatu hari kelak, kita akan dikumpulkan bersama lagi dengan orang-orang terkasih kita. 


II. Tentang Kedatangan Tuhan Yesus Kali Yang Ke Dua

Hari Tuhan
Hari Tuhan

Jadi seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa akan ada suatu hari yang disebut “Hari Tuhan”, di mana Tuhan sendiri akan turun dari Surga. Orang di dunia ini banyak yang menyebut hari itu sebagai “Hari Kiamat”. Namun, di dalam kekristenan hari itu disebut “Hari kedatangan Kristus kali yang ke dua.” Dari ayat bacaan di atas, dapat kita ketahui bahwa rasul Paulus membahas tentang hari itu, tujuannya bukan membahas kapan tanggal atau harinya, melainkan tentang pemahaman dan kesiapan seseorang menghadapinya.

Apa yang dinaksud “hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam”? Seperti yang kita ketahui jarang sekali ada pencuri yang datang terang-terangan di waktu siang hari, kalaupun ada itu sama dengan bunuh diri. Pencuri itu pasti sudah menggambarkan kondisi yang setiap hari di lokasi target mereka, bahwa tidak ada orang yang waspada di lokasi tersebut dan pada range waktu tertentu. Misalnya antara pk.02.00 – 03.30 sang Pemilik rumah atau toko, pada waktu tersebut tertidur pulas dan tidak ada warga yang lewat di area tersebut. Itulah saat Pencuri datang menggasak harta benda dari rumah target mereka. Mengapa pemilik rumah bisa tidak sadar rumahnya dimalingi? Karena mereka tertidur pulas, dalam keadaan damai dan aman. Namun, begitu pagi hari mereka baru tersadar harta mereka sudah ludes dijarah. 

Memakai analogi itu, Paulus menjelaskan kedatangan Tuhan Yesus kali yang ke dua, bagaikan pencuri yang datang pada waktu malam. Dikatakan pada waktu itu mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman. Tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput. Perhatikan 1 Tesalonika 5:4 di atas, ternyata itu dialami bukan oleh umat Allah yang setia pada Tuhan Yesus. Itu akan dialami oleh orang-orang malam atau orang-orang kegelapan, yaitu mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 

Rasul Paulus juga menulis dalam Efesus 5, tentang perbuatan orang-orang yang disebut “tidur” dan “mabuk” waktu malam itu, sebagai berikut: percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.

Rasul Paulus menjelaskan bagaimana Tuhan Yesus menghendaki pengikut-pengikut-Nya untuk tidak tidur, melainkan berjaga-jaga dan sadar. Ia melanjutkan, bahwa tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Tujuannya karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.


III. Renungan

  1. Dalam keadaan saat ini, sudahkah Anda memiliki pemahaman yang benar mengenai kematian seseorang di dalam Tuhan? Bagaimana persiapan mental Anda menghadapi kematian Anda yang tidak tahu tanggal dan hari nya? Apakah Anda telah paham, beriman dan mempunyai kesiapan mental akan hal itu, ataukah hanya pasrah saja? 
  2. Apa ajaran Gereja yang anda anut mengenai kedatangan Tuhan kali yang ke dua? Bagaimana sikap hati kita menghadapi kedatangan Kristus kali yang ke dua?   
  3. Sebagai pengikut Kristus apakah Anda sudah memahami konsep penting dari keselamatan yang Allah berikan bagi manusia? Bagaimana pemahaman kita tentang Hari Penghakiman yang memisahkan orang untuk masuk ke Surga atau ke Neraka? Renungkanlah, jika kita berdosa saat ini, kemudian Anda meninggal dunia, apakah masuk Surga atau Neraka? Mengapa?

IV. Doa

Ya Allah Bapa dalam Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami yang hidup. Dalam kesempatan ini kami belajar tentang konsep kematian dan kedatangan-Mu kali yang ke dua. Mungkin banyak dari kami yang masih belum jelas akan konsep ini. Mohon kiranya Roh Kudus berkenan memberikan kami hikmat dan pemahaman agar kami dapat mengerti dengan jelas konsep seperti itu. 

Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.


Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur,
kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu
dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

Efesus 5:19-20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *