Edisi 4 – Cari dahulu Kerajaan Surga dan Kebenarannya – Seri Renungan Pagi

By Febrian 10 September 2026 04:22 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Kali ini kita akan merenungkan bersama mengenai kekhawatiran yang seringkali kita rasakan. Semoga kita semua bisa mendapat hikmat dan pengetahuan dari Tuhan untuk dapat memahami arti firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.


Cari dahulu Kerajaan Surga dan Kebenarannya

I. Pembukaan

Matius 6:25-34

Renungkan firman Tuhan di atas, kemudian jawab pertanyaan di bawah ini:

1. Jika anda diberi 3 keinginan untuk dikabulkan, mana yang anda pilih?

  • Menang Lotere – tidak perlu kerja lagi
  • Punya jabatan tinggi di pekerjaan – punya jaminan dalam hidup 
  • Kehidupan tanpa stress – tidak ada tekanan batin, tidak ada tantangan, mau apa saja bebas
  • Keluarga yang harmonis – damai sejahtera, sehat sentosa, saling mendukung
  • Tubuh yang sehat – panjang umur, sehat dan penuh vitalitas
  • Memiliki sahabat yang baik – supporting, friends for life
  • Kebahagiaan sejati di dalam hati – kehidupan yang penuh kebahagiaan, hidup dalam ketulusan
  • Kesuksesan dalam berbagai hal – terkenal, disanjung orang, menjadi pusat perhatian
  • Memiliki arah yang jelas – hidup penuh kemantapan, perencanaan hidup yang teruji
  • Iman dan kerohanian yang dalam – mengenal & memiliki hubungan yang akrab dengan Allah yang hidup

2. Bacalah sekali lagi ayat di atas. Apa makna terdalam dari “Janganlah kuatir akan hidupmu.“?

  1. segalanya akan baik-baik saja
  2. tidak usah pusingkan hal-hal kecil
  3. Allah akan memberimu jalan keluar
  4. keluarlah dari “jalur cepat” hidup mu
  5. menata diri, memperbaiki sikap, atau bekerja dengan lebih bertanggung jawab

3. Apa makan yang terkandung dari, “…carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.“?

  1. buang segala impianmu akan kekayaan
  2. boleh saja cari kekayaan, tapi dahulukan Allah dalam segala lakumu
  3. cari dahulu kehendak Allah sebelum yang lain 
  4. hiduplah sederhana jangan kejar kekayaan

4. Apa maksud Tuhan Yesus, “…maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”?

  1. tidak usah punya rencana ke depan, semua sudah disediakan Allah bagi kita
  2. milikilah rencana yang matang, supaya tidak khawatir akan masa depan
  3. hidup dan berfikirlah hanya untuk hari ini
  4. kerjakan semua hal yang terjadi, pikirkan itu saja, jangan kejauhan
  5. serahkan semua hal yang tidak bisa kita kendalikan dalam hidup kita, kepada Tuhan

5. Apa yang menjadi inti makna rohani dari seluruh perikop ini?

  1. hiduplah tenang, slow living dan hiduplah panjang umur
  2. Kalau tidak siap mental, lebih baik mundur saja
  3. Orang Kristen tidak akan memiliki masalah
  4. jika khawatir akan sesuatu, coba periksa ulang masalah itu
  5. tenang saja, Allah itu ada di sini dan sedang mengendalikan semuanya 

II. Renungan

Setiap orang pasti memiliki kebutuhan, yang kita kenal dengan sebutan Sandang, Pangan, Papan. Kebutuhan akan makanan, pakaian dan tempat tinggal adalah hal dasar, yang kemudian terus berkembang menjadi keinginan hati yang begitu luas dan beragam. Seseorang anak kecil pun sudah memiliki kebutuhan yang berkembang menjadi keinginan. Hingga akhir hayatnya, setiap manusia tetap memiliki kebutuhan dan keinginan yang sangat banyak jumlahnya.

Hari ini mari kita bersama-sama coba introspeksi ke dalam hati kita, renungkanlah dan buatlah list dalam hati, apa yang menjadi kebutuhan dasar kita, hingga apa yang menjadi keinginan yang paling luas yang masih kita miliki. Bisa jadi itu tidak akan pernah sama pada setiap orang. 

Masalahnya sekarang adalah, bahwa banyak orang merasa keinginannya itu adalah kebutuhan yang harus dipenuhinya. Ia akan tersiksa jika ‘kebutuhan’-nya belum terpenuhi. Contoh, ada seorang kaya raya yang sudah memiliki segalanya. Suatu ketika, ia melihat sebuah mobil sport tahun 1960an yang cantik lewat di depannya. Ia begitu jatuh hati dengan mobil itu. Segera ia minta asistennya untuk mencari tahu siapa pemiliknya dan mengajukan penawaran beli berapapun harganya. Begitu tersiksa hatinya karena ‘kebutuhan’-nya belum terpenuhi. Hingga akhirnya ia mendapatkan mobil tersebut dengan harga yang sangat tinggi dan tidak masuk di akal. Setelah dipandangi, dikendarai dan dirawatnya, ia mencapai kepuasan bathin. Ia merasa kebutuhannya telah terpenuhi. Tidak disadarinya bahwa jumlah uang yang dikeluarkannya mungkin dapat membeli makanan dan pakaian bagi beribu-ribu orang-orang yang sedang tertimpa kemalangan di daerah bencana.  Satu kilogram beras dengan beberapa helai pakaian bekas, serta tinggal di pusat penampungan korban bencana, sudah merupakan pemenuhan kebutuhan dari mereka. Pemenuhan ‘kebutuhan’ sang orang kaya sangat jauh berbeda dengan kebutuhan dari orang-orang yang sedang dalam musibah.

Jika kita telusuri, apakah orang kaya itu melakukan suatu kesalahan? Tentu tidak, tidak ada hukum yang dapat mendefinisikan perbuatannya ke dalam suatu perbuatan melanggar hukum dunia ini. Namun, sangat berbeda jauh dengan hukum surgawi dari Allah. Mari kita pelajari: 

Dalam Matius 5 ini Tuhan Yesus berbicara dalam khotbahnya di bukit, konteksnya berkisar tentang tidak boleh pamer dalam memberi sedekah (Matius 6:1-4), tidak boleh pamer waktu berdoa kepada Tuhan (Matius 6:5-15), tidak boleh pamer waktu berpuasa (Matius 6:16-18), tidak boleh rakus akan harta benda (Matius 6:19-24), sehingga akhirnya Tuhan Yesus mengingatkan setiap orang untuk menyadari bahwa hidup ini Allah Yang Maha Kuasa di Surga lah yang mengendalikan segalanya. Kebutuhan hidup setiap orang itu sudah diketahui-Nya dan diatur, jadi tidak ada seorang pun yang perlu kuatir, apalagi hingga mengumpulkan harta benda hingga berlimpah ruah untuk diri sendiri.

Tuhan Yesus mengingatkan setiap orang untuk menyadari bahwa hal yang terpenting dalam hidup ini bukan mencari pemenuhan kebutuhan hidup kita, atau bahkan mencari hormat dan penghargaan dari orang lain, melainkan mencari Kerajaan Allah dan Kebenarannya. Setelah kita menemukannya dalam hidup kita, maka menurut Tuhan Yesus segala kekayaan, kelimpahan pasti akan diberikan kepada kita. Mengapa begitu? Justru orang yang sudah mengetahui kebenaran Kerajaan Allah, tidak lagi akan mencari kekayaan, harta benda dan kehormatan di dunia ini lagi. Semua tidak ada lagi nilainya dibanding dengan harta surgawi yang tidak ternilai.

Mari kita amati firman Tuhan ini:

Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga

Matius 13:44-46 Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Perumpamaan tentang pukat

Matius 13:47-52 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu? Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.” Maka berkatalah Yesus kepada mereka: Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

Jadi sesungguhnya orang yang telah menemukan Kerajaan Surga itu, menyadari bahwa segala kekayaan, kekuasaan dan kehormatan duniawi ini tidak ada nilainya lagi. Itulah makna sesungguhnya dari perintah Tuhan Yesus untuk “jangan khawatir akan hidupmu“, adalah bahwa Ia sudah mengatur seluruh hidup kita yang ada di dalam-Nya. Tugas kita hanya mencari Kerajaan Allah dan menggali segala kebenarannya, bukan mencari harta dunia ini.

Mari kita renungkan: Apakah Anda masih mengkhawatirkan hidup kita yang berkekurangan? Apakah hingga kini Anda masih terus merasa kekurangan dan terus khawatir, hingga terus mencari cara untuk bisa kaya, hingga mencapai “Financial Freedom”? Atau mungkin justru saat ini Anda sudah menemukan Kerajaan Allah itu? Apakah sudah berhasil menggali kebenaran firman Allah hingga memahami kehendak Allah dalam hidup kita?

III. Doa

Tuhan Yesus mohon beri kami kemampuan untuk dapat memahami makna dari firman Tuhan hari ini. Ajar kami untuk tidak khawatir akan segala kebutuhan kami, melainkan percaya bahwa Allah sudah terlebih dahulu mengetahui segala keperluan kami dan akan memenuhinya. Berikan kami hikmat untuk dapat menemukan Kerajaan Surga dalam hidup kami serta memahami segala kebenarannya.

Terimakasih Tuhan Yesus atas segalanya. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.


Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Matius 5:3

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *