Edisi 2 “Sejarah Penyebaran Kitab Injil” – Seri Kitab Injil

By Febrian – 09 Agustus 2026 04:00 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam edisi sebelumnya, kita telah membahas mengenai pemberitaan Injil di berbagai tempat. Jadi dalam kesempatan ini, kita akan membahas mengenai sejarah penyebaran Kitab Injil di segala tempat di seluruh dunia, sehingga di zaman sekarang ini, kita dapat membaca Injil dan kitab-kitab lainnya dengan mudah. Semoga Tuhan Yesus Kristus memberikan kita hikmat dan pengetahuan-Nya agar kita dapat memahami dengan jelas. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Sejarah Penyebaran Kitab Injil

Pada tahun-tahun awal setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga, kesaksian mengenai kehidupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan-Nya terutama disampaikan secara lisan oleh para rasul dan orang-orang yang menjadi saksi mata. Kita tidak memiliki bukti yang cukup untuk memastikan adanya Injil tertulis yang berasal dari dua dekade pertama setelah peristiwa tersebut. Beberapa tulisan Kristen yang kemudian terlestarikan justru berasal dari lingkungan jemaat dan mendahului penulisan Injil, terutama surat-surat Rasul Paulus yang mulai ditulis sekitar pertengahan abad pertama. Berdasarkan mayoritas pendapat para ahli Perjanjian Baru, Injil Markus kemungkinan merupakan Injil kanonik yang paling awal dan biasanya ditempatkan sekitar tahun 65–70 M, atau kira-kira tiga hingga empat dekade setelah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, proses dari kesaksian lisan menuju penulisan Injil berlangsung secara bertahap dalam konteks perkembangan dan penyebaran jemaat Kristen di berbagai wilayah.

Mari kita menyelami dunia abad pertama, di mana Injil bukanlah buku, melainkan suara yang hidup.

A. Pengantar: Area Pemberitaan Kabar Baik Keselamatan Kristus 

1. Yerusalem: Titik Awal Pemberitaan

Setelah kenaikan Tuhan Yesus dan peristiwa Pantekosta, Kabar Baik Tuhan Yesus tidak langsung tersebar dalam bentuk Alkitab seperti yang kita kenal sekarang.
Pada tahap pertama, Injil diberitakan terutama secara lisan oleh para rasul dan murid-murid Tuhan Yesus. Mereka pergi dari satu tempat ke tempat lain, memberitakan tentang kehidupan, kematian, kebangkitan, dan keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus.

Kitab-kitab Injil baru ditulis beberapa puluh tahun kemudian. Setelah ditulis, naskah tersebut juga tidak dicetak seperti buku pada zaman modern. Naskah diperbanyak dengan cara disalin dengan tangan. Salinan kemudian dibawa ke jemaat-jemaat lain dan dibacakan dalam pertemuan jemaat. Dengan demikian, Pekabaran Injil berlangsung melalui dua jalur yang berjalan bersama: pemberitaan lisan dan Pekabaran tulisan.

Sekitar tahun 30 M, setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus, Yerusalem menjadi pusat pertama pemberitaan Injil. Para rasul tetap berada di Yerusalem dan memberitakan bahwa Tuhan Yesus yang telah disalibkan telah dibangkitkan Allah.

Jika kita mempelajari Kisah Para Rasul pasal 2, dapat kita perhatikan bagaimana Rasul Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta. Banyak orang mendengar pemberitaan tersebut dan kemudian menjadi pengikut Tuhan Yesus. Dari Yerusalem, berita itu mulai menyebar ke daerah-daerah sekitarnya.
Pada tahap ini belum ada Injil Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes dalam bentuk kitab seperti sekarang. Para rasul memberitakan berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar, dan alami sendiri bersama Tuhan Yesus.

2. Yudea dan Samaria: Perluasan Pertama

Penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem menyebabkan banyak orang percaya meninggalkan kota tersebut. Namun mereka tidak berhenti memberitakan Injil. Justru melalui perpindahan mereka, berita tentang Tuhan Yesus semakin luas.

Dalam Kisah Para Rasul 8 tercatat pelayanan dari seorang rasul yaitu Filipus di daerah Samaria. Setelah itu Rasul Petrus dan Rasul Yohanes datang untuk menguatkan orang-orang yang telah menerima pemberitaan tentang Tuhan Yesus.
Ini merupakan tahap yang sangat penting karena pemberitaan mulai keluar dari lingkungan Yerusalem dan memasuki wilayah yang secara sosial dan keagamaan mempunyai hubungan yang rumit dengan orang Yahudi.

3. Fenisia, Siprus, dan Antiokhia

Kisah Para Rasul 11:19 mencatat bahwa orang-orang percaya yang tersebar karena penganiayaan pergi sampai ke Fenisia, Siprus, dan Antiokhia.
Antiokhia kemudian menjadi salah satu pusat Kekristenan yang paling penting. Di kota inilah para murid Tuhan Yesus untuk pertama kalinya disebut orang Kristen, menurut Kisah Para Rasul 11:26. Kota ini mempunyai posisi yang sangat strategis karena merupakan kota besar dalam jaringan perdagangan dan perjalanan Kekaisaran Romawi. Dari kota inilah kemudian Rasul Paulus dan Barnabas berangkat melakukan perjalanan misi.

4. Siprus dan Asia Kecil

Sekitar pertengahan abad pertama, Rasul Paulus dan Barnabas melakukan perjalanan misi yang pertama. Mereka pergi ke Siprus dan kemudian menuju wilayah Asia Kecil, yang sekarang sebagian besar merupakan wilayah Turki.

Wilayah Peranan
Siprus Tempat pemberitaan Injil dalam perjalanan misi pertama Rasul Paulus dan Barnabas.
Perga Salah satu kota yang dikunjungi dalam perjalanan menuju wilayah pedalaman Asia Kecil.
Antiokhia Pisidia Rasul Paulus memberitakan Tuhan Yesus di sinagoge dan kepada masyarakat setempat.
Ikonium Terbentuk komunitas pengikut Tuhan Yesus.
Listra Rasul Paulus memberitakan Injil dan mengalami penolakan serta penganiayaan.
Derbe Tempat pemberitaan dan pembentukan murid-murid baru.

Jaringan jemaat yang terbentuk di wilayah ini kemudian menjadi bagian penting dari Pekabaran Kekristenan di Asia Kecil.

5. Makedonia: Injil Masuk ke Eropa

Dalam perjalanan misi berikutnya, Rasul Paulus memasuki Makedonia. Kisah Para Rasul 16 menggambarkan bagaimana pemberitaan Injil sampai ke Filipi. Dari sana, pemberitaan Injil kemudian bergerak ke daerah Tesalonika, Berea, Atena, dan Korintus, di mana kota-kota tersebut berada dalam jaringan utama Kekaisaran Romawi, sehingga tantangan cukup berat.

Kota Keterangan
Filipi Salah satu jemaat pertama yang didirikan Rasul Paulus di wilayah Makedonia.
Tesalonika Menjadi komunitas Kristen penting di Makedonia.
Berea Masyarakat menerima pemberitaan dan memeriksa Kitab Suci.
Atena Rasul Paulus memberitakan Allah kepada masyarakat yang memiliki latar belakang filsafat Yunani.
Korintus Menjadi salah satu pusat Kekristenan penting dan kemudian menerima beberapa surat Rasul Paulus.

Peristiwa ini sangat penting karena memperlihatkan bahwa Pekabaran Injil tidak hanya berlangsung di antara orang Yahudi. Injil mulai masuk secara sistematis ke dunia Yunani-Romawi.

6. Efesus dan Provinsi Asia

Efesus kemudian menjadi salah satu pusat pelayanan Rasul Paulus yang paling penting. Kisah Para Rasul 19:10 menyatakan bahwa selama pelayanan Rasul Paulus di Efesus, penduduk di seluruh wilayah Asia mendengar firman Tuhan.
Yang dimaksud dengan “Asia” pada saat itu bukan seluruh benua Asia seperti pengertian modern. Yang dimaksud adalah Provinsi Asia dalam Kekaisaran Romawi, yang sebagian besar berada di wilayah barat Turki sekarang. Dari Efesus, pemberitaan dapat bergerak melalui kota-kota lain. Pada akhir abad pertama, Kitab Wahyu menunjukkan bahwa sudah terdapat jemaat di Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.

7. Roma: Pusat Kekaisaran Romawi

Pada sekitar tahun 50-an Masehi, jemaat Kristen di Roma sudah ada. Hal ini sangat menarik karena ketika Rasul Paulus menulis Surat Roma, ia bukan pendiri pertama jemaat tersebut. Kita tidak mengetahui dengan pasti siapa yang pertama membawa Injil ke Roma. Kemungkinan terdapat beberapa orang yang telah mendengar pemberitaan tentang Tuhan Yesus di wilayah timur Kekaisaran Romawi dan kemudian membawa iman tersebut ke Roma.
Sekitar tahun 60 M, Rasul Paulus sendiri tiba di Roma sebagai tahanan. Dari Roma, jaringan Kekristenan kemudian semakin berkembang ke berbagai wilayah Kekaisaran Romawi.

8. Mesir dan Alexandria

Tradisi gereja mula-mula menghubungkan Markus dengan Alexandria di Mesir. Menurut tradisi tersebut, Markus membawa pemberitaan Injil ke Alexandria dan menjadi tokoh penting dalam pembentukan gereja di sana. Di sini kita perlu membedakan antara tradisi gereja dan bukti sejarah langsung, yaitu peranan Markus di Alexandria merupakan tradisi yang sangat tua, tetapi rincian perjalanan Markus tidak dapat dibuktikan dengan tingkat kepastian yang sama seperti perjalanan Rasul Paulus yang dicatat dalam Kisah Para Rasul. Namun yang jelas, adalah bahwa Alexandria kemudian menjadi salah satu pusat Kekristenan dan pemikiran Kristen terbesar di dunia kuno.

9. Suriah dan Mesopotamia

Selain jalur yang bergerak ke barat melalui Asia Kecil dan Yunani, Kekristenan juga berkembang ke arah timur, menuju wilayah Suriah dan Mesopotamia.
Edessa menjadi salah satu pusat penting Kekristenan berbahasa Suryani. Tradisi kemudian menghubungkan perkembangan Kekristenan di wilayah tersebut dengan Rasul Tomas dan tokoh bernama Addai atau Thaddeus. Namun untuk bagian ini kita harus berhati-hati. Tradisi tentang Rasul Tomas mempunyai sejarah yang panjang, tetapi rincian perjalanan Rasul Tomas ke berbagai wilayah timur tidak mempunyai bukti langsung yang sama kuatnya dengan perjalanan Rasul Paulus yang dicatat dalam sumber abad pertama.

10. Afrika Utara

Kekristenan kemudian berkembang dengan sangat kuat di Afrika Utara, terutama di wilayah Kartago. Memang dapat dikatakan, kita tidak memiliki bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa satu rasul tertentu menginjili seluruh Afrika Utara. Yang lebih masuk di akal adalah bahwa, perkembangan tersebut merupakan hasil dari banyak hamba Tuhan yang melakukan perjalanan misi, berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil berdagang, atau mengadakan kunjungan kepada komunitas Kristen lainnya, dan lain sebagainya.
Pada abad kedua dan ketiga, Afrika Utara bahkan menghasilkan tokoh-tokoh Kristen besar seperti Tertullianus dan Cyprianus.

11. India dan Tradisi Rasul Tomas

Tradisi Kristen India menghubungkan kedatangan Injil ke India dengan Rasul Tomas. Tradisi ini sangat kuat dalam Gereja Mar Thoma dan gereja-gereja yang menggunakan tradisi Siria.Namun secara sejarah, kita perlu membedakan antara tradisi gereja dan bukti dokumenter. Bukti mengenai perjalanan Rasul Tomas ke India tidak sekuat bukti mengenai perjalanan Rasul Paulus di wilayah Mediterania. Yang mungkin lebih mendekati kepastian, adalah bahwa komunitas Kristen berbahasa Siria memang berkembang di India pada masa awal, serta tradisi mengenai Rasul Tomas menjadi bagian yang sangat penting dari identitas komunitas Kristen India.

B. Asal muasal Kitab Injil ditulis dan disebarkan 

1. Bagaimana asal muasal Kitab Injil ditulis dan disebarkan?

Setelah Injil Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes ditulis, Pekabarannya berlangsung dengan cara yang berbeda dari zaman sekarang. Pada masa itu belum ada mesin cetak. Tidak ada percetakan dan tidak ada produksi massal buku. Setiap salinan harus dibuat dengan tangan.

Proses Pekabaran kitab Injil, kira-kira seperti ini:

Tahap Proses
1 Sebuah Injil ditulis oleh penulisnya atau melalui seorang juru tulis.
2 Naskah tersebut diterima oleh sebuah komunitas Kristen.
3 Naskah disalin dengan tangan.
4 Salinan dibawa atau dikirim ke jemaat lain.
5 Injil dibacakan dalam pertemuan jemaat.
6 Pengajar menjelaskan isi yang telah dibacakan.
7 Jemaat mengingat dan mengajarkan kembali isinya.
8 Jemaat tersebut dapat membuat salinan baru untuk komunitas lain.

Dengan demikian, satu naskah dapat menghasilkan beberapa salinan. Masing-masing salinan kemudian dapat menghasilkan salinan berikutnya. Pekabaran ini dapat digambarkan seperti sebuah pohon yang terus bercabang.

2. Mengapa Satu Kitab Dapat Didengar Banyak Orang?

Pada masyarakat abad pertama, kemampuan membaca tidak dimiliki oleh semua orang. Karena itu, sebuah kitab tidak mungkin dimiliki secara pribadi oleh setiap orang. Satu orang yang mampu membaca harus membacakan kitab tersebut kepada seluruh jemaat yang lain. Puluhan atau bahkan lebih banyak orang mendengarkan bersamaan pada saat yang sama di suatu tempat berkumpul. Hal ini menjelaskan mengapa tingginya tingkat buta huruf bukan menjadi penghalang besar bagi Pekabaran Injil.

Alur pemberitaan Injil adalah sebagai berikut:

Naskah tertulis → dibacakan → didengar jemaat → dijelaskan → diingat → diajarkan kembali → dibawa ke tempat lain.

Dengan demikian, tulisan dan tradisi lisan tidak saling bertentangan. Keduanya bekerja bersama.

3. Surat Rasul Paulus Menunjukkan Pola tersebut

Surat-surat yang ditulis oleh Rasul Paulus memberikan bukti yang sangat jelas mengenai cara Injil mula-mula disebarkan. Dalam Kolose 4:16-18, Rasul Paulus meminta agar surat yang dibacakan di satu jemaat juga dibaca di jemaat lain. Ini menunjukkan bahwa Paulus bukan bermaksud mengirim surat yang hanya untuk dibaca oleh satu orang.

Dalam 1 Tesalonika 5:27, Rasul Paulus bahkan meminta agar suratnya dibacakan kepada seluruh saudara seiman.
Wahyu 1:3 juga memperlihatkan pola yang sama: ada orang yang membacakan, sementara orang-orang lain mendengarkan. Jadi sebetulnya sejak awal, kekristenan sudah mempunyai pola “membaca untuk didengar bersama”.

4. Kapan Empat Injil Mulai Dikenal Bersama?

Kitab Injil Markus umumnya dipandang oleh banyak ahli Alkitab sebagai Injil yang paling awal ditulis, yaitu sekitar tahun 65–75 Masehi. Injil Matius dan Injil Lukas diperkirakan ditulis dan disebarkan sekitar tahun 70–90 Masehi, sedangkan Injil Yohanes yang paling belakangan ditulis dan disebarkan, yaitu sekitar tahun 90-an Masehi. Namun, penanggalan tersebut masih menjadi bahan perdebatan akademis hingga waktu yang lama.
Yang terutama adalah, bahwa Injil tidak muncul sebagai satu buku sekaligus. Keempatnya muncul dalam lingkungan dan waktu yang berbeda, kemudian beredar melalui jaringan jemaat. Baru pada akhir abad pertama dan awal abad kedua, keempat Injil tersebut semakin dikenal di berbagai komunitas Kristen.

5. Kesaksian Ireneus Sekitar Tahun 180 M

Salah satu bukti penting berasal dari Ireneus, seorang Uskup di LugdunumGalia, (ibu kota Galicia Romawi) yang menulis suatu tulisan tentang Injil sekitar tahun 180 M. Dalam karyanya “Against Heresies“, Irenaeus menyebut empat Injil dan menghubungkannya dengan Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Hal ini termasuk menjadi tonggak sejarah yang sangat penting, karena menunjukkan bahwa sekitar satu setengah abad setelah pelayanan Tuhan Yesus, empat Injil tersebut sudah dikenal sebagai kesatuan tulisan terpenting dalam perkembangan gereja.

6. Kronologis Pekabaran Injil ke berbagai daerah

Berikut kita kronologi peristiwa pekabaran Injil di berbagai daierah:

Periode Wilayah Tokoh atau kelompok penting Keterangan
± 30 M Yerusalem Para rasul Pusat awal pemberitaan setelah kebangkitan Tuhan Yesus.
± 30–40 M Yudea dan Samaria Rasul Petrus, Rasul Yohanes, Filipus Injil mulai keluar dari Yerusalem.
± 35–45 M Fenisia, Siprus, Antiokhia Orang-orang percaya yang tersebar Antiokhia berkembang menjadi pusat misi.
± 46–48 M Siprus dan Asia Kecil Rasul Paulus dan Barnabas Perjalanan misi pertama.
± 49–52 M Makedonia dan Yunani Rasul Paulus dan rekan-rekan Filipi, Tesalonika, Berea, Atena, Korintus.
± 52–57 M Efesus dan Provinsi Asia Rasul Paulus dan rekan-rekan Efesus menjadi pusat pemberitaan yang sangat penting.
± 50–60 M Roma Komunitas Kristen awal; kemudian Rasul Paulus Jemaat sudah ada sebelum Rasul Paulus tiba.
± 60–100 M Mesir Tradisi menghubungkan dengan Markus Alexandria kemudian menjadi pusat Kekristenan besar.
± 60–100 M Suriah dan Mesopotamia Tradisi menghubungkan dengan Rasul Tomas dan Addai Berkembang tradisi Kekristenan berbahasa Suryani.
± 70–100 M Asia Kecil Rasul Yohanes dan komunitas Asia Tujuh jemaat disebut dalam Kitab Wahyu.
Abad I–II Afrika Utara Berbagai komunitas Kristen Kemudian berkembang kuat di Kartago.
Abad I–II India Tradisi Rasul Tomas Tradisi sangat kuat, tetapi rincian sejarahnya masih diperdebatkan.

7. Jadi, Siapa Sebenarnya yang Menyebarkan Injil?

Kita tidak boleh membayangkan bahwa hanya dua belas rasul yang berjalan ke seluruh dunia dan mendirikan semua Gereja Kristen. Para rasul memang mempunyai peranan yang sangat penting sebagai saksi dan pemberita pertama, namun pekabaran Injil di berbagai tempat dilakukan oleh banyak orang. Ada penginjil, guru, anggota keluarga, pedagang, pelancong, orang yang berpindah kota, dan orang-orang biasa yang telah percaya kepada Tuhan Yesus. Sebagian nama mereka bahkan tidak pernah dicatat dalam sejarah. Seorang percaya mendengar Injil di satu kota, kemudian membawanya ke kota lain. Demikian seterusnya dari kota berikutnya, orang lain lagi yang akan membawanya lebih jauh lagi. Seluruh perkembangan kekristenan tidak terlepas dari pimpinan Roh Kudus yang menjamah hati setiap orang. Karena itu, Pekabaran Injil yang seiring dengan berkembangnya kekristenan di seluruh dunia, merupakan pekerjaan jaringan manusia yang sangat luas. 

Setiap orang yang menjadi pengikut Kristus, sesungguhnya adalah surat-surat Kristus yang dipimpin oleh Roh Allah, supaya dapat dibaca oleh setiap orang di muka bumi ini: 

2 Korintus 3:1-8

Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.

Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!

Jadi sesungguhnya pekerjaan pekabaran Injil di muka bumi bukanlah pekerjaan manusia, melainkan Roh Allah yang bekerja di dalam setiap pengikut Kristus.

Penutup

Pekabaran Injil tidak terlaksana dengan satu metode saja. Pada awalnya, Kabar Baik terutama bergerak melalui kesaksian lisan para rasul dan murid-murid Tuhan Yesus. Kemudian terbentuk jemaat-jemaat di berbagai kota. Selanjutnya Surat-surat rasul mulai beredar. Baru setelah itu, kitab-kitab Injil ditulis dan disalin dengan tangan, untuk kemudian dibacakan di hadapan para jemaat.

Jalur utamanya dapat diringkas sebagai berikut:

Yerusalem → Yudea dan Samaria → Antiokhia → Siprus → Asia Kecil → Makedonia → Yunani → Roma → Mediterania Barat.

Sementara itu berkembang pula jalur lain:

Yerusalem → Suriah → Mesopotamia → Persia → India.

Dan jalur selatan:

Yerusalem → Mesir → Alexandria → Afrika Utara.

Namun tidak semua bagian dari jalur tersebut dapat dibuktikan dengan tingkat kepastian yang sama. Perjalanan Rasul Paulus mempunyai bukti Perjanjian Baru yang sangat kuat. Sementara hubungan Markus dengan Alexandria dan Rasul Tomas dengan India terutama diketahui melalui tradisi gereja awal dan bukti-bukti yang berkembang kemudian.

Hal yang terutama di sini, adalah bahwa Pekabaran Injil tidak dapat dipahami hanya sebagai penyebaran sebuah buku. Pekabaran Injil dimulai dengan kesaksian tentang anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Kemudian kesaksian tersebut tersebar melalui pemberitaan lisan, pengajaran, surat-surat, dan pada akhirnya kitab-kitab Injil. Ketika kitab-kitab tersebut mulai disalin menjadi banyak kitab yang juga dibacakan di berbagai jemaat, maka yang semula hanya diberitakan di Yerusalem dapat mulai menjangkau benua Eropa di belahan bumi Utara, Afrika di Selatan, dan Asia di Timur dan kemudian menyebar ke wilayah-wilayah di ujung bumi.

Dengan demikian, sejarah Pekabaran Injil sebenarnya merupakan penggenapan nubuat Yesaya:

Yesaya 61:1-3

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Kesimpulannya, Pekabaran Injil adalah karya keselamatan Allah yang dimulai dari Yerusalem ke berbagai penjuru dunia berlangsung secara bertahap melalui kesaksian para rasul, pemberitaan lisan, pembentukan jemaat, penulisan dan penyalinan kitab-kitab, serta penyebaran oleh banyak orang percaya melalui jaringan perjalanan dan komunikasi dunia kuno. Tugas kita di zaman ini adalah meneruskan pemberitaan firman Allah Yang Hidup dengan bersaksi melalui perkataan dan perbuatan kita yang memuliakan Allah.

Kiranya Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengetahuan-Nya agar kita dapat memahami pemberitaan firman hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

2 Timotius 4:2

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *