Allah yang memegang kendali – The God of Every Season Ps. Landong IFGF Bekasi

By Febrian 13 September 2026 09.40 AM

The God of Every Season

Ps. Landong IFGF Bekasi

  1.  The God who Call Us back
  2. The God who is in Command

Tuhan yang memegang kendali

Banyak musibah bencana kekeringan terjadi di seluruh Indonesia. Ternyata musim itu membawa kebaikan juga. Ada kasus orang hilang di Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Hilang sudah lima tahun karena pembunuhan, korban tiba-tiba ditemukan di sebuah sungai yang mengering.

Kemarau dapat dipakai Allah untuk memberitahu pihak berwajib untuk menguak kebenaran. 

Jadi semua yanv berada di luar kendali kita, sebetulnya masih ada di dalam kendali Allah. In His Time. Proses sedang berlangsung. Allah tetap bekerja, sekalipun terlihat “jalan di tempat”. 

1. Obidience does not remove danger

Kejadian 35:4-5 (TB)

4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.

5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.

Yakub meninggalkan semua benda yang menjijikkan bagi Allah, dikuburkan di Sikhem. Dengan demikian Allah kemudian melindungi anak-anak Yakub. 

Allah memerintah kanya ke Bethel dan tidak kembali lagi ke Sikhem. Berjalan maju ke masa depan dan bukan kembali ke perbuatan yang lama. 

Kejadian 35:10 (TB) Firman Allah kepadanya:Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Maka Allah menamai dia Israel. 

Allah menjadikan Yakub sebagai Bapa dari Bangsa yang menjadi Umat Perjanjian Allah, karena ia meninggalkan Sikhem, alias maju ke depan melupakan semua kejahatan yang sudah lalu. 

Kita bisa melakukan yang benar, tapi kita tidak bisa menentukan semua yang terjadi di sekitar kita. 

Misalnya kita naik motor, kita sudah taat peraturan di jalan, kalau sudah pakai helm, pakai jaket, sarung tangan dsb, tidak jaminan kita akan selamat. Ada orang yang diam baik-baik di lampu merah, ternyata ditabrak oleh mobil di lampu merah.

Jadi yang terpenting adalah taat kepada Allah. Jika sudah taat namun tetap mengalami kesusahan, maka itu pasti ada dalam Rancangan Agung Allah.

Ingatlah kisah Ayub, yang dipuji Allah sebagai orang saleh. Lha mengapa orang seperti itu mengalami musibah yang sangat mengerikan? Apakah itu termasuk kejadian yang tragis? Bukan! Itu semua masuk dalam rancangan Allah.

Apakah mau menunda ketaatan karena mau menunggu keadaan yang aman dan tentran terlebih dahulu?

Ketika Tuhan sudah memberikan arahan yang jelas, lakukan bagian kita dan percayakan hal-hal yang berada di luar kemampuan kita kepada-Nya. Sebab Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa ketaatan akan selalu berjalan tanpa tantangan. Tetapi Dia menjanjikan penyertaan-Nya.

Ketaatan tidak menjamin kita bebas dari bahaya, tetapi ketaatan menuntun kita untuk tetap percaya kepada Tuhan di tengah bahaya.

Taat itu mudah untuk diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. 

What We Cannot Control Remains Under God’s Control

Apa yang di luar kendali kita tetap berada di dalam kendali Tuhan.

Ada bagian yang Tuhan percayakan kepada kita: mendengar, percaya, dan taat. 

Ada bagian tertentu yang mana hanya Tuhan yang bisa lakukan!

Padahal sudah berhati-hati. Membedakan antara Responsibility dan Control. Harus jaga perilaku kita, jaga kehormatan kita agar tetap memuliakan Allah.

2 Raja-raja 7:5-7 (TB)

5 Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana.
6 Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.”
7 Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.

2. The God Who Is In Command

Call on His Name, “YHWH Sabaoth” – Panggillah Nama Tuhan Semesta Alam

1 Samuel 17:45-47 (TB)

45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 

46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 

47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Orang melihat Goliath tinggi besar menakutkan, Daud malahan mungkin berkata,”… Mujur saya ini, musuh saya besar banget, jadi bidikan saya tidak mungkin meleset…” Artinya, Daud mempercayai Allah masih jauh lebih besar dan kuat daripada semua musuh kita sebesar apapun juga. Bukan karena Daud itu hebat, melainkan Allah Maha Baik. Ia membela umat-Nya dengan mempergunakan Daud sebagai alat-Nya. 

Jehova Sabaoth = Allah Maha Besar yang tidak ada tandingannya. 

Daud mengerjakan bagiannya, Allah sebetulnya yang mengerjakan bagian besarnya. 

Mazmur 91:1-2 (TB)

1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa 

2 akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” 

Amin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *