Edisi 1 – Selamat Pagi Tuhan – Seri Renungan Pagi

By Febrian 05 September 2026 03:33 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam seri Renungan Pagi ini kita akan bersama merenungkan firman Tuhan yang mengantar kita menjalani hari kita sesuai dengan terang firman Tuhan. Kiranya kita diberi hikmat dan pengetahuan untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. 

Tuhan Yesus memberkati.


Selamat Pagi Tuhan (Suatu sikap hati di saat pertama kali kita membuka mata di pagi hari)

Pengantar

Tubuh lelah, mata masih mengantuk, tetapi alarm sudah berbunyi di pagi hari buta. Kira-kira apa yang ada dalam hati kita waktu itu? Gembira, Sukacita, Excited, bisa jadi begitu, tetapi rasanya mayoritas dari kita, menggerutu, atau dengan kesal mengatakan, “…duuuh ini jam kenapa ngaco siiih… baru aja tidur satu jam sudah bunyi lagi… ” atau “… bodo amat aaah…” sambil mematikan alarm dan tarik selimut lagi dan… bobo lagi. Hehe.. mungkin itulah yang dihadapi sebagian besar dari kita semua.

Tapi tahukan Anda sekalian, bahwa “first thing in the morning” itu bisa jadi saat-saat yang paling menentukan dalam sepanjang hari kita? Bahwa di pagi hari itu lah saat-saat di mana hidup kita di “set up” untuk menghadapi segala persoalan, masalah, urusan dan lain sebagainya sepanjang hari kita? Mari coba kita lihat apa yang sebetulnya Tuhan ingin sampaikan di hari ini buat kita bisa memulai hari kita dengan hal yang terbaik dalam hidup kita.

Sebelum kita memulai, izinkan saya sedikit share pengalaman saya. Sejak kecil hingga saat itu, saya selalu sulit untuk bangun pagi. Waktu sekolah beberapa kali saya dihukum guru karena terlambat masuk sekolah. Namun, entah bagaimana kejadiannya, sejak saya kuliah tahun 1989 dan terpaksa harus indekos terpisah dari rumah orangtua saya, tiba-tiba saya jadi kebiasaan bangun pagi. Rasanya setelah mengalami ‘shock terapi’ sewaktu menjalani Orientasi Mahasiswa Baru, dipaksa harus bangun waktu subuh selama sebulan penuh. Setelah itu kebiasaan bangun pagi saya dimulai.

Setiap pagi saya jogging dan sepulang dari olahraga kebiasaan saya adalah menulis kejadian kemarin dalam jurnal harian saya. Mulai ada keinginan untuk doa pagi dan akhirnya setiap pagi setelah saya pulang jogging dan mandi, saya menulis jurnal harian dan rutin melakukan renungan pagi. Itu berlanjut terus hingga saya bekerja dan hingga saat ini. Renungan pagi tersebut sebagian kecil saya tuangkan dalam website ini.   

Pentingnya sikap hati pada saat membuka mata di pagi hari

Mazmur 143:8-12

Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi,
sebab kepada-Mulah aku percaya!

Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh,
sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.

Lepaskanlah aku dari pada musuh-musuhku, ya TUHAN,
pada-Mulah aku berteduh! 

Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu,
sebab Engkaulah Allahku! 

Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata! 

Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya TUHAN,
keluarkanlah jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu! 

Binasakanlah musuh-musuhku demi kasih setia-Mu,
dan lenyapkanlah semua orang yang mendesak aku,
sebab aku ini hamba-Mu!

Renungan

Setiap pagi ketika kita membuka mata, sebenarnya kita sedang menerima satu kesempatan baru dari Tuhan. Sebelum memikirkan pekerjaan, masalah, rencana, atau kekhawatiran hari ini, kita perlu mengarahkan hati terlebih dahulu kepada Tuhan.

Pemazmur berkata, “Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya.” Pagi hari adalah waktu yang indah untuk mengingat bahwa hidup kita masih berada dalam kasih setia Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi sepanjang hari, tetapi kita tahu kepada siapa kita dapat percaya.

Pemazmur juga berdoa, “Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh.” Ini mengajarkan kita untuk tidak memulai hari hanya dengan mengandalkan kekuatan dan pengertian sendiri. Kita membutuhkan Tuhan untuk menunjukkan jalan, memberikan hikmat, dan menuntun setiap langkah kita.

Kemudian ia berkata, “Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu.” Artinya, hati kita perlu siap diajar dan diarahkan oleh Tuhan. Bukan hanya meminta Tuhan memberkati rencana kita, tetapi juga bersedia menyesuaikan rencana kita dengan kehendak-Nya.

Karena itu, sikap hati di pagi hari sangat menentukan bagaimana kita menjalani hari tersebut. Jika kita membuka mata dengan keluhan, ketakutan, dan kekhawatiran, hati kita mudah dikuasai oleh keadaan. Tetapi jika kita membuka mata dengan ucapan syukur, percaya kepada Tuhan, dan menyerahkan hari kita kepada-Nya, kita akan menjalani hari dengan pengharapan.

Mari setiap pagi kita membiasakan diri berkata:

“Tuhan, terima kasih untuk hari yang baru. Aku percaya pada kasih setia-Mu. Tunjukkan jalan yang harus kutempuh, ajar aku melakukan kehendak-Mu, dan biarlah Roh-Mu yang baik menuntun setiap langkahku hari ini.”

Doa

Tuhan, terima kasih untuk kehidupan dan kesempatan baru yang Engkau berikan pagi ini. Tolong aku untuk selalu membuka mata dengan hati yang bersyukur dan percaya kepada-Mu. Tunjukkan jalan yang benar, ajar aku melakukan kehendak-Mu, dan tuntun aku dalam setiap keputusan hari ini. Jauhkan aku dari segala yang jahat dan berikan kekuatan untuk menghadapi setiap keadaan. Biarlah hidupku menjadi hamba yang menyenangkan hati-Mu.

Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *