Zakharia 13 Part 2 tentang “Allah memurnikan umat-Nya – God’s spectacular work in purifying His people” Seri Nabi Kecil

By Febrian 30 Juni 2026 04:08 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam khotbah sebelumnya kita membahas mengenai Allah menguduskan umat-Nya, sedangkan kali ini kita akan membahas mengenai ratapan pertobatan dari kasih karunia Allah. Semoga Allah memberi kita hikmat dan pengetahuan-Nya untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Allah memurnikan umat-Nya

Zakharia 13 <– Klik di sini untuk membaca ayat

Dari ayat bacaan kita hari ini, ada beberapa hal yang dapat menjadi pelajaran buat kita:

4. Allah menguduskan umat-Nya dengan memurnikan mereka

a. Gembala domba dibunuh – Kristus disalibkan darah-Nya dicurahkan

Zakharia 13:7

7 “Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku!”, demikianlah firman TUHAN semesta alam. “Bunuhlah gembala, sehingga domba-domba tercerai-berai! 

TUHAN, Allah Yang Maha Kuasa berfirman mengenai pedang yang diperintahkan untuk membunuh Gembala (orang yang paling karib dengan-Nya), sehingga domba-domba-Nya tercerah berai. 

Ulangan 32:40-41
40 Sesungguhnya, Aku mengangkat tangan-Ku ke langit, dan berfirman: Demi Aku yang hidup selama-lamanya, apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.

Pedang Allah biasanya diangkat untuk menghukum lawan-lawan-Nya, namun dalam firman Tuhan di atas, terlihat agak sedikit berberda, yaitu pedang itu diangkat untuk membunuh gembala yang adalah orang yang karib dengan-Nya. Agak aneh bukan? 

Kita harus menyadari bahwa firman Allah yang kita baca itu dapat juga bermakna ganda, bagaikan firman Tuhan ini:

Ibrani 4:12

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Yesus Gembala Agung
Yesus Gembala Agung

Allah menyebut si gembala “orang yang paling karib kepada-Ku” (yaitu, orang sederajat, teman sejawat) itu adalah Anak-Nya Yang Tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus yang menggembalakan umat-Nya dengan penuh kasih.

Yesaya 40:11

Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Namun mengapa Allah membunuh Gembala yang adalah “teman-Nya yang akrab” itu? Firman Tuhan dalam Zakharia mengenai Allah membunuh Gembala-Nya itu, ternyata sudah digenapi dalam kehidupan Tuhan Yesus Kristus, ratusan tahun kemudian. 

Suatu hari Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya selesai menyanyikan puji-pujian kepada Allah, mereka berangkat ke bukit Zaitun.

Matius 26:31

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

Markus 14:21

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

Tuhan Yesus Kristus mengutip nubuat dalam Zakharia 13:7 untuk menjelaskan peristiwa yang sebentar lagi akan terjadi atas diri-Nya. Melalui kutipan itu, Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dialah Sang Gembala yang akan dipukul, sehingga para murid tercerai-berai, tepat seperti yang telah difirmankan Allah melalui Nabi Zakharia berabad-abad sebelumnya. Penangkapan, penderitaan, dan penyaliban Tuhan Yesus bukanlah peristiwa yang terjadi di luar rencana Allah, melainkan bagian dari rencana keselamatan yang telah dinyatakan-Nya sejak dahulu. 

Yohanes 10:11

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

Yohanes 10:14-15

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.”

Tuhan Yesus mati menebus dosa manusia
Tuhan Yesus mati menebus dosa manusia

Ibrani 13:20

“Maka Allah sumber damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita.”

1 Petrus 2:25

“Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pemelihara jiwamu.”

Tuhan Yesus sebagai Gembala Yang Agung seluruh umat-Nya, menyerahkan diri-Nya mencurahkan darah-Nya demi mengembalikan semua domba kesayangan-Nya, kembali kepada-Nya. Inilah wujud kasih yang tanpa batas dari Allah bagi seluruh ciptaan-Nya, di mana Ia akan memurnikan dan menguduskan kembali umat-Nya yang selama ini berlaku tidak benar.

Yesaya 53:4

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

b. Allah melakukan pemisahan di antara umat-Nya 

Zakharia 13:7-8

7b Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah. 8 Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup.

Allah memulihkan umat-Nya
Allah melakukan pemisahan di antara domba

Allah berfirman bahwa sebagian besar (dua per tiga) dari umat di seluruh negeri akan mati binasa, namun sebagian kecil (sepertiga) akan tinggal hidup. Firman ini mau menggambarkan bahwa hanya sebagian kecil saja orang yang akan dimurnikan Allah.

Yesaya 10:22

Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya sisanya akan kembali. TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap.

Umat yang tersisa itu akan dimurnikan Allah bagaikan Logam Mulia yang bernilai tinggi dan layak di hadapan Allah.

Allah berkehendak bahwa umat-Nya dapat kembali bersatu dengan-Nya dalam suatu persekutuan yang indah, namun membutuhkan kekudusan, yaitu melalui pemurnian terlebih dahulu.

Imamat 20:26

“Haruslah kamu kudus bagi-Ku, sebab Aku, TUHAN, ini kudus, dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.”

c. Gembala Yang Agung memurnikan umat-Nya 

Zakharia 13:8b

8b Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan mengujimereka, seperti orang menguji emas. 

Setiap orang yang hendak bersatu dengan Allah harus dikuduskan dan dimurnikan hatinya bagaikan perak dan emas. Allah lah yang memurnikan kita dengan cara-Nya sendiri.

Mazmur 66:10
“Sebab Engkaulah yang menguji kami, ya Allah, memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak.”

Amsal 17:3
“Kawah adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati.”

Yesaya 48:10

Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.

Daniel 12:10

Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Para pembaca yang mungkin saat ini sedang dalam keadaan yang kurang baik. Mungkin saja sedang dalam kemalangan tertimpa kerugian, sakit penyakit, musibah, bencana alam, penipuan, perundungan, penipuan, depresi dan lain sebagainya. Ingatlah, bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ia tidak pernah jauh dari kita. Bisa jadi apa yang kita alami ini, sesungguhnya bukanlah kutuk atau kesialan, melainkan proses pemurnian dari Allah yang sedang berjalan. Prosesnya bisa saja menyakitkan dan tidak enak, namun tujuannya adalah penuh kemuliaan, yaitu dapat bersatu dengan Allah dalam kekekalan bersama-Nya. 

Yesaya 1:25
“Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan melebur segala perakmu dari kotorannya, dan akan menyingkirkan segala timahmu.”

Yesaya 48:10
“Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, tetapi bukan seperti memurnikan perak; Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.”

Roma 12:12

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

d. Allah bersatu kembali dengan umat-Nya 

Zakharia 13:9

9 Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata:Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!“. 

Inilah tujuan awal dari penciptaan Alam Semesta:

Kejadian 1:27-28

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Ada persekutuan yang indah dalam suatu tatanan kehidupan yang dirancang oleh Allah. Tidak pernah Allah menginginkan ciptaan-Nya itu berpisah dari-Nya, melainkan memenuhi bumi dan berkuasa atas ikan, burung dan binatang merayap. Semua yang dirancang Allah adalah keindahan, kemakmuran dan kebahagiaan. 

Jadi sekarang jika kita rangkum seluruh Zakharia 13 menjadi suatu kesimpulan: Allah berniat mengembalikan seluruh umat yang setia kepada-Nya, berkumpul dan bersekutu dengan-Nya. Langkah Allah menuju hal tersebut, adalah memberi kesempatan bagi umat-Nya untuk minum air kehidupan yang menyegarkan dan menguduskan umat-Nya, penyingkiran berhala yang mengikat dan membelenggu umat-Nya, hubungan antar anggota keluarga umat-Nya kembali dipulihkan, memberikan keberanian untuk berkata jujur, hingga akhirnya Allah memurnikan dan menguduskan umat-Nya

Mari kita yang membaca firman Tuhan ini, untuk dapat mengambil tindakan untuk melakukan introspeksi diri dengan melihat apakah ada dosa yang mengikat kita, jika ada, mari datang kepada Tuhan dan akui semua kelemahan kita itu dan mohon kepada-Nya agar dilepaskan dari belenggu itu. Kuasa Allah saja yang sanggup membebaskan kita dari ikatan itu. Setelah kita dibebaskan, bertobatlah dan jangan berbuat dosa lagi. Hindarkan pergaulan dan peluang untuk kita dapat kembali berbuat dosa lagi. Mulailah hidup dalam persekutuan rohani di Komunitas Kristen yang ada di lingkungan kita. Hiduplah benar agar dapat menjadi saksi Kristus dengan menyaksikan Kristus telah mengubah hidup kita. Ikutlah Kristus dengan taat dan setia hingga akhirnya.

Semoga Allah memberi kita hikmat dan pengetahuan-Nya agar kita dapat memahami isi firman Tuhan hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Firman-Nya lagi kepadaku:
“Semuanya telah terjadi.
Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.
Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma
dari mata air kehidupan
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini,
dan Aku akan menjadi Allahnya dan
ia akan menjadi anak-Ku.

Wahyu 21:6-7

Amin. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *