Zakharia 9 Part 2 tentang “Mesias sang Raja yang adil dan jaya” seri Nabi Besar

By Febrian 12 Juni 2026 04.00 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Kitab Zakharia pasal 9-14 berisi rangkaian thema firman Tuhan tentang nubuatan kedatangan Mesias yaitu Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia. Edisi khotbah ini adalah lanjutan firman Tuhan dari Zakharia 9 (Part 1). Kiranya Tuhan memberi kita hikmat dan pengertian untuk dapat memahami firman-Nya tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Kitab nabi Zakharia pasal 9 s/d 14 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Mesias sang Raja yang adil dan jaya

Zakharia 9:9-10

9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion,
bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem!
Lihat, rajamu datang kepadamu;
ia adil dan jaya.
Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai,
seekor keledai beban yang muda.
10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim
dan kuda-kuda dari Yerusalem;
busur perang akan dilenyapkan,
dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa.
Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut
dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Dari ayat sebelumnya yaitu Zakharia 9:1-8 yang telah diulas dalam edisi sebelumnya, maka dapat kita ketahui bahwa Allah bertindak dengan tegas dan adil, diperlihatkan dengan memberikan hukuman tegas pada bangsa-bangsa yang tidak benar dan berlaku fasik. Akan tetapi, kita tahu sekarang, dari Zakharia 9:9-10 di atas, sesungguhnya sifat Allah itu adalah lemah lembut dan penuh kasih. Dengan demikian dapat kita ketahui, bahwa Allah kita itu bukan kejam atau diktator, melainkan justru sebaliknya, Allah kita penuh ketegasan terhadap hal yang jahat, namun juga memulihkan keadaan dan mengembalikan kepada Damai Sejahtera seperti awal penciptaan langit dan bumi. Sifat itu ditunjukkan-Nya dalam kehidupan Tuhan Yesus Kristus sebagai Mesias. Ayat Zakharia 9:9-10 di atas sangat terkenal di lingkungan dunia kekristenan, karena dianggap telah digenapi oleh Tuhan Yesus sebagai Mesias dalam perjanjian baru, yaitu dalam Lukas 19:28-38

Mari kita saksikan visualisasi kejadian Tuhan Yesus sebagai Mesias dielu-elukan dengan mengendarai seekor keledai dalam Video berikut ini:

Dari Video di atas, kita menyaksikan bahwa Tuhan Yesus Kristus Sang Mesias yang Allah janjikan, datang ke dunia menggenapi Ayat Zakharia 9:9-10. Tuhan Yesus menggenapi firman Allah dengan tujuan menunjukkan pada dunia, bahwa Allah datang untuk membawa keadilan dan kemenangan, namun dengan cara yang lemah lembut dan penuh kasih, bukan seperti cara dunia yang penuh kekejaman dan kekerasan.

Sejenak kita mengingat edisi khotbah yang lalu, di mana sikap dari Kaisar Alexander Agung yang tidak menyerang Yerusalem, melainkan malah malahan justru masuk ke dalam kota dengan damai dan memberikan penghormatan kepada imam besar di Bait Allah. Allah menunjukkan perlindungan-Nya atas Yerusalem, menjaga agar tidak ada penindas yang menginjak-injak rumah ibadah-Nya saat pasukan besar sedang melintas dan menaklukkan banyak wilayah di sekitarnya. Demikianlah cara Allah menjaga umat-Nya, yaitu bukan mengajarkan berperang, melainkan menunjukkan sikap yang bersahabat dan mengasihi musuhnya.

Kita ingat sekarang, bagaimana ajaran Tuhan Yesus sebagai Mesias, mengenai sikap-Nya terhadap kejahatan:

1. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan

Matius 5:39 

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Dalam konteks budaya Yahudi, tamparan pada pipi sering merupakan bentuk penghinaan, namun Tuhan Yesus sebagai Mesias mengajar untuk tidak membalas penghinaan dengan setimpal, melainkan dengan mengasihi. Tuhan Yesus mengajar dengan jelas, bahwa pembalasan itu bukan hak kita, melainkan haknya Allah semata. Jadi tugas setiap pengikut Tuhan Yesus hanya untuk mengasihi sesama (Yohanes 13:34-35). 

2. Kasihilah musuh

Matius 5:44 

Mengampuni sesuai ajaran Tuhan Yesus Sang Mesias
Mengampuni sesuai ajaran Tuhan Yesus Sang Mesias

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Tuhan Yesus sang Mesias, mengajarkan prinsip yang sangat berbeda dari pola dunia. Musuh tidak dibalas dengan kebencian, melainkan dengan kasih dan doa. Allah sendiri yang akan bekerja, entah menghukum orang yang jahat, atau jusru mempertobatkannya dan mengubahnya jadi teman bagi kita. Allah mengajar kita untuk mengubah sifat kita dan berbeda prinsip dari dunia ini, yaitu dengan pembaruan sifat dan perilaku kita (Roma 12:2).

3. Serahkan pembelaan kepada Allah

Roma 12:19

“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Orang percaya tidak dipanggil untuk membalas dendam atau menuntut pembalasan atas kejahatan yang diperbuat orang lain. Sadarilah tugas kita hanya mengasihi sesama, sedangkan Tuhan yang adalah Hakim, akan bertindak mengadili dengan adil dan berdaulat atas segala sesuatu. Tuhan Yesus Sang Mesias mengajar kita untuk senantiasa berbuat kebaikan bukan kejahatan.

4. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan

Roma 12:21

“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.”

Rasul Paulus menulis ayat ini, setelah sebelumnya ia mengalami banyak sekali perbuatan jahat yang diperbuat orang lain. Rasul Paulus telah mengalami: Penolakan dari sebagian orang Yahudi, Penganiayaan karena memberitakan Injil, Pukulan dan penjara di berbagai kota, Ancaman pembunuhan, Fitnah dan tuduhan palsu serta Pengkhianatan dari beberapa orang yang pernah dekat dengannya. Akan tetapi dalam menghadapi semua penderitaan dan kesusahan itu, Rasul Paulus melakukan kebenaran, yaitu ia menyerahkan semua perkara ke dalam tangan Tuhan. 

Jadi sikap ini merupakan sikap orang percaya yang dikehendaki Allah dalam menghadapi kejahatan. Kemenangan sejati bukan diperoleh melalui pembalasan, melainkan melalui kebaikan yang lahir dari kasih Allah. Saatnya kita meneladani sifat Tuhan Yesus Sang Mesias.

5. Teladan Tuhan Yesus sendiri

Lukas 23:34

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Tuhan Yesus Sang Mesias di kayu salib
Tuhan Yesus Sang Mesias di kayu salib

Tuhan Yesus Sang Mesias, mengucapkan perkataan ini pada saat penyaliban-Nya di bukit Golgota. Perkataan ini diucapkan sesaat setelah atau ketika proses penyaliban sedang berlangsung. Konteks Lukas menunjukkan bahwa setelah Tuhan Yesus dibawa ke Golgota dan dipakukan pada kayu salib, Ia langsung mengucapkan doa ini. 

Artinya, doa tersebut tidak diucapkan setelah penderitaan-Nya berakhir, melainkan justru ketika penderitaan itu sedang berlangsung.  Tuhan Yesus Sang Mesias tidak membalas orang-orang yang menyiksa-Nya. Sebaliknya, Ia berdoa agar mereka diampuni. Sikap ini menjadi teladan tertinggi bagi setiap orang percaya dalam menghadapi perlakuan yang tidak adil.

Akan tetapi sikap Tuhan Yesus seperti itu, bukannya mengajar untuk membiarkan kejahatan atau bahkan menyetujuinya. Tuhan Yesus tetap menegur orang yang berdosa, mengecam kemunafikan, membersihkan Bait Allah dari praktik yang salah, serta menyatakan kebenaran dengan tegas. Karena itu, kasih kepada musuh bukan berarti menyetujui kejahatan, melainkan menolak membalas kejahatan dengan cara yang jahat.

Kesimpulan

Sikap Tuhan Yesus – sebagai Mesias sang Raja yang adil dan jaya – terhadap kejahatan, dapat disimpulkan: jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, kasihilah musuh, serahkan pembalasan kepada Allah, dan kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Demikian pula kita sebagai murid-murid-Nya, juga dipanggil untuk tetap berdiri di pihak kebenaran, namun melakukannya harus dengan penuh kasih, memberi pengampunan, dan berserah kepada Allah.

Kiranya firman ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus
dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya:
“Hosana bagi Anak Daud,
diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
hosana di tempat yang mahatinggi!

Matius 21:9

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *