
Zakharia 6 Part 2 Tentang “Sang Mesias yang akan datang” Seri Nabi Kecil
By Febrian 07 Juni 2026 04:00 AM
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai lanjutan dari renungan sebelumnya, dalam kesempatan ini kita akan membahas Penobatan Yosua Imam Besar dan Nubuatan mengenai Sang Mesias. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Zakharia 6 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat
Penobatan Yosua dan nubuat mengenai “Tunas” yaitu Sang Mesias
Zakharia 6:9-13
Kerajaan Sang Mesias di Yerusalem9 Datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
“Pergilah pada hari ini juga ke rumah Yosia bin Zefanya dan pungutlah persembahan dari pihak orang-orang buangan, yaitu dari Heldai, Tobia dan Yedaya, semuanya orang-orang yang sudah datang kembali dari Babel, pungutlah perak dan emas, buatlah mahkota dan kenakanlah itu pada kepala imam besar Yosua bin Yozadak;
katakanlah kepadanya:
Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN. Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.”
Dari firman TUHAN di atas, dapat kita pelajari bahwa Allah mengutus Nabi Zakharia mengambil perak dan emas dari tiga orang buangan yang telah datang kembali dari Babel, untuk dibuat menjadi mahkota bagi Imam Besar Yosua, sebagai suatu tanda yang menunjuk kepada Mesias yang akan datang.
Mahkota kerajaan dikenakan kepada seorang imam, yaitu Yosua. Tindakan yang tidak biasa ini bukan berarti Yosua menjadi raja secara harfiah, melainkan menjadi lambang nubuat tentang Mesias, yaitu “Tunas” yang akan datang. Dalam pemahaman Kristen, nubuat ini digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus yang memegang dua jabatan sekaligus: Raja dan Imam Besar yang sempurna, yaitu jabatan Mesias yang sejati (bandingkan Ibrani 4–7 dan Mazmur 110).
Firman TUHAN ini merupakan salah satu nubuat Mesianik yang sangat penting dalam Kitab Zakharia. Untuk memahaminya dengan benar, perlu dibedakan antara apa yang secara eksplisit dinyatakan oleh teks dan apa yang merupakan penafsiran para teolog mengenai Mesias.
1. “Inilah orang yang bernama Tunas”
Kata yang diterjemahkan “Tunas” berasal dari bahasa Ibrani tsemakh (צֶמַח), yang berarti tunas, cabang, atau pucuk yang tumbuh. Istilah yang sama juga digunakan dalam Yeremia 23:5, Yeremia 33:15, dan Zakharia 3:8, semuanya berkaitan dengan pengharapan Mesias.
Menurut Dr. Joyce G. Baldwin dalam Haggai, Zechariah, Malachi (Inter-Varsity Press, 1972), istilah “Tunas” pada zaman Nabi Zakharia sudah dikenal sebagai gelar Mesianik yang menunjuk kepada keturunan Daud yang dijanjikan Allah.
Dengan demikian, teks secara eksplisit sedang menunjuk kepada seorang pribadi Mesias yang akan datang pada masa depan dan yang memiliki peranan khusus dalam rencana keselamatan Allah.
2. “Ia akan bertunas dari tempatnya”
Kalimat ini secara harfiah dapat diterjemahkan “dari tempatnya sendiri ia akan tumbuh“. Gambaran ini menunjukkan pertumbuhan yang berasal dari karya Allah sendiri, bukan dari kekuatan manusia, melainkan dari kuasa Mesias yang dinyatakan Allah.
Pada masa Nabi Zakharia, dinasti Daud tampak hampir lenyap akibat pembuangan Babel. Namun seperti tunas yang muncul dari tunggul pohon yang tampaknya telah mati, Allah menjanjikan bahwa pemimpin yang dijanjikan-Nya, yakni Mesias, tetap akan muncul pada waktu yang telah ditentukan.
3. “Ia akan mendirikan bait TUHAN”
Sekilas kalimat ini tampak menunjuk kepada pembangunan Bait Allah yang sedang berlangsung pada masa Zerubabel. Namun sebagian besar penafsir melihat makna yang lebih dalam, yaitu karya Mesias yang melampaui bangunan fisik semata.
Dr. Carl Friedrich Keil dalam Biblical Commentary on the Old Testament: Minor Prophets (T&T Clark, 1866) menjelaskan bahwa pembangunan Bait Allah oleh Zerubabel hanyalah bayangan dari pekerjaan yang lebih besar yang akan dilakukan oleh Sang Mesias.
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menyebut tubuh-Nya sebagai bait Allah (Yohanes 2:19-21), sementara gereja disebut sebagai bait Allah rohani (Efesus 2:19-22; 1 Petrus 2:5). Karena itu banyak teolog Kristen memahami bahwa Mesias membangun bait Allah dalam arti rohani yang jauh melampaui bangunan fisik di Yerusalem.
4. “Dialah yang akan mendapat keagungan”
Kata yang digunakan dalam bahasa Ibrani menunjuk kepada kemuliaan, kehormatan, dan kebesaran kerajaan. Tunas yang dijanjikan bukan sekadar pemimpin biasa, melainkan Mesias yang menerima kemuliaan dan kehormatan dari Allah sendiri.
5. “Ia akan duduk memerintah di atas takhtanya”
Ungkapan ini menggunakan bahasa kerajaan yang jelas. Tunas digambarkan sebagai seorang raja Mesias yang memegang otoritas dan pemerintahan.
Bagian ini mengingatkan pembaca kepada janji Allah kepada keturunan Daud yang akan memerintah untuk selama-lamanya, yaitu pemerintahan Mesias yang tidak akan berakhir.
6. “Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua”
Bagian ini merupakan salah satu kalimat yang paling banyak diperdebatkan dalam Kitab Zakharia, karena berkaitan langsung dengan gambaran Mesias dan imam yang berdampingan.
Beberapa penafsir memahami bahwa ada dua tokoh yang dimaksud, yaitu seorang raja dan seorang imam yang bekerja bersama dalam keharmonisan. Dalam pandangan ini, raja dapat dikaitkan dengan Zerubabel dan imam dengan Yosua.
Namun banyak teolog Kristen memahami bahwa nubuat ini menunjuk kepada satu pribadi Mesias yang memegang dua jabatan sekaligus.
Dr. John Calvin dalam Commentaries on the Twelve Minor Prophets (1559), Dr. Edward Bouverie Pusey dalam The Minor Prophets (1860), dan Dr. Merrill F. Unger dalam Zechariah: Prophet of Messiah’s Glory (Zondervan, 1963) berpendapat serupa, bahwa nubuat ini menunjuk kepada Mesias yang akan menyatukan jabatan raja dan imam dalam diri-Nya.
Penafsiran ini sejalan dengan Mazmur 110 yang menggambarkan seorang penguasa yang juga menjadi imam menurut peraturan Melkisedek, sehingga bayangan Mesias dalam Zakharia menjadi semakin jelas.
Kesimpulan
Mahkota yang dikenakan kepada Imam Besar Yosua bukan berarti Yosua menjadi raja secara harfiah, melainkan merupakan lambang atau nubuat mengenai Mesias, yaitu “Tunas” yang akan datang.
Mesias itu akan membangun bait TUHAN, menerima kemuliaan, duduk memerintah di atas takhta, dan membawa damai yang sempurna. Dalam pemahaman Kristen, nubuat ini digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Ia adalah Raja Mesias yang memerintah untuk selama-lamanya sekaligus Imam Besar yang menjadi perantara antara Allah dan manusia.
Dengan demikian, Zakharia 6:12-13 memberikan gambaran yang sangat indah tentang Mesias yang akan datang, yang di dalam diri-Nya jabatan raja dan imam dipersatukan secara sempurna demi membawa damai dan keselamatan bagi umat Allah.
“Ia pertama-tama bertemu dengan Simon, saudaranya, dan berkata kepadanya: ‘Kami telah menemukan Mesias’ (artinya: Kristus).”
Yohanes 1:41
Amin.
