
Zakharia 1 Part 2 tentang “Penghiburan bagi Sion: Penglihatan tentang penunggang kuda” seri Nabi Kecil
By Febrian 29 Mei 2026 at 4.10 AM
Shalom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan ini kita akan membahas mengenai penglihatan Nabi Zakharia yang menjanjikan penghiburan bagi Sion.
Zakharia 1 <– Klik di sini untuk membaca seluruh pasal
Sesuai dengan edisi sebelumnya, yaitu Pengantar Kitab Zakharia (Pasal 1-14) “Sang Raja Mesias – Nubuat Ilahi” – Seri Nabi Kecil, kali ini kita akan membahas mengenai janji Allah tentang penghiburan bagi Sion.
Dalam renungan firman TUHAN kali ini, kita akan mempelajari beberapa hal berikut:
1. Pengantar Penglihatan Allah kepada Zakharia
Zakharia 1:7
Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesebelas–itulah bulan Syebat–pada tahun yang kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido,
Zakharia 1:7 menegaskan bahwa Allah sungguh hadir dan berdaulat atas sejarah manusia, termasuk di tengah situasi yang sulit dan tidak menentu. Catatan waktu dan silsilah nabi Zakharia bukan sekadar data sejarah, melainkan penegasan bahwa TUHAN bekerja dengan tepat pada waktu-Nya dan tidak pernah melupakan umat yang menantikan janji-Nya. Di sini kita melihat bahwa firman Allah datang bukan secara acak, melainkan pada saat yang ditetapkan-Nya sendiri.
2. Penglihatan: Penunggang Kuda di antara Pohon-pohon Murad
Zakharia 1:8
“Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih.
Mari kita bahas sedikit penglihatan Nabi Zakharia. Pada malam itu ia melihat seorang yang menunggang kuda merah dan berdiri di antara pohon-pohon murad di dalam jurang. Di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu, dan yang putih. Gambaran ini menunjukkan bahwa TUHAN tidak sedang diam; Ia memperlihatkan bahwa keadaan umat-Nya tetap berada dalam perhatian dan pengawasan-Nya, sekalipun mereka tampak kecil dan lemah di tengah bangsa-bangsa lain.
Penglihatan ini juga mengingatkan bahwa TUHAN bekerja melalui cara yang tidak selalu langsung dipahami manusia. Yang bagi mata manusia tampak sederhana, bagi Allah justru memuat pesan yang dalam. Karena itu, kita tidak boleh menilai hidup hanya dari keadaan lahiriah, sebab TUHAN melihat jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.
3. Arti Penglihatan: Penunggang Kuda di antara Pohon-pohon Murad
Zakharia 1:9-11
Maka aku bertanya: Apakah arti semuanya ini, ya tuanku?
Lalu malaikat yang berbicara dengan aku itu menjawab: Aku ini akan memperlihatkan kepadamu apa arti semuanya ini!
Orang yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu mulai berbicara, katanya: Inilah mereka semua yang diutus TUHAN untuk menjelajahi bumi!
Berbicaralah mereka kepada Malaikat TUHAN yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu, katanya: Kami telah menjelajahi bumi, dan sesungguhnya seluruh bumi itu tenang dan aman.
Arti penglihatan itu dijelaskan dengan jelas. Mereka yang menunggang kuda itu adalah utusan-utusan TUHAN yang menjelajahi bumi. Dari laporan mereka, seluruh bumi tampak tenang dan aman. Namun, ketenangan itu belum tentu berarti keadaan sudah benar di hadapan TUHAN. Ada saatnya keadaan luar terlihat damai, tetapi maksud Allah masih sedang bergerak di balik semuanya.
Secara rohani, bagian ini mengingatkan bahwa tidak ada satu pun peristiwa di dunia yang luput dari pengamatan TUHAN. Karena itu, hidup tidak boleh dijalani sembarangan. Setiap orang dipanggil untuk hidup dalam takut akan Allah, sebab Ia melihat perbuatan, sikap, dan isi hati manusia dengan sangat sempurna.
4. Janji Allah: Penghiburan bagi Sion
Zakharia 1:12-17
Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem dan kota-kota Yehuda yang telah tujuh puluh tahun lamanya Kaumurkai itu?
Lalu kepada malaikat, yang berbicara dengan aku itu, TUHAN menjawab dengan kata-kata yang ramah dan yang menghiburkan.
Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion, tetapi sangat besar murka-Ku terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan.
Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.
Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan Sion dan akan memilih Yerusalem pula.”
Perikop ini menunjukkan peralihan yang sangat kuat dari suasana murka menuju penghiburan. Malaikat TUHAN bersyafaat di hadapan TUHAN semesta alam, dan pertanyaan “berapa lama lagi” memperlihatkan bahwa penderitaan umat-Nya tidak diabaikan. Murka TUHAN bukanlah murka yang liar, melainkan murka yang bertujuan mendidik dan memulihkan.
Di ayat 15, TUHAN juga menyatakan murka terhadap bangsa-bangsa yang melampaui batas dalam memperlakukan umat-Nya. Ini menegaskan bahwa bangsa-bangsa pun berada di bawah kedaulatan TUHAN. Ia memakai mereka untuk menghajar, tetapi Ia juga menghakimi mereka ketika mereka bertindak dengan kesombongan dan kejahatan.
Lalu janji pemulihan itu datang dengan sangat indah: TUHAN kembali kepada Yerusalem dengan kasih sayang, rumah-Nya akan didirikan kembali, tali pengukur akan direntangkan lagi, dan Yerusalem akan dipenuhi kebajikan. Pada akhirnya, TUHAN sendiri yang akan memberikan penghiburan bagi Sion dan memilih Yerusalem kembali. Inilah kabar bahwa pemulihan Allah bukan hanya memulihkan bangunan, tetapi juga memulihkan relasi perjanjian dengan umat-Nya.
Melalui penglihatan Zakharia, kita diingatkan bahwa sekalipun hidup sering terasa seperti berada di masa penantian yang panjang, TUHAN tetap bekerja dengan setia. Ia melihat, Ia mendengar, dan Ia tidak lupa. Pada waktunya, disiplin akan diganti dengan penghiburan, dan kehancuran akan diganti dengan pemulihan dari tangan-Nya sendiri. TUHAN Allah Maha Baik, ia menjajikan penghiburan bagi setiap umat-Nya.
Inilah penghiburan ku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.
Mazmur 119:50
Amin.
