By Febrian 02 Mei 2025 04.31 AM Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas pasal terakhir dari Kitab Mikha, mengenai doa permohonan Mikha kepada Tuhan agar memahami bagaimana menjadi terang di tengah kegelapan. Kiranya Allah memberi hikmat dan pengetahuan-Nya agar kita dapat memahami firman-Nya tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Doa permohonan Mikha: Bagaimana menjadi terang di tengah kegelapan
MIkha 7 <– klik untuk membaca seluruh ayat Doa permohonan Mikha untuk pemulihan bangsa dalam Mikha 7:1 menggambarkan kejadian yang merupakan penggenapan dari nubuatan dalam Mikha 6:15 (edisi AirKehidupan.com sebelumnya), bahwa kehidupan seluruh bangsa menjadi sangat sulit karena masuk dalam musim kemarau, hingga mereka tidak bisa lagi makan dan minum seperti sediakala. Mengapa kondisi tersebut terjadi, seperti telah diterangkan dalam edisi AirKehidupan.com sebelumnya bahwa terdapat dosa dan kejahatan yang dilakukan bangsa sehingga membuat Allah murka. Kejahatan yang terjadi tersebut adalah: Mikha 7:2-8
- Tidak ada lagi orang yang melakukan kebenaran – Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia.
- Kejam dan Licik – Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring.
- Mahir dalam kejahatan – Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat;
- Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di mana-mana – pemuka menuntut, hakim dapat disuap;
- Ketidakadilan terjadi di mana-mana – pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!
- Tidak ada lagi orang yang dapat dipercaya – Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri, yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri;
- Kehancuran keluarga – hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang, sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka! Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Dari ayat bacaan di atas, kita bisa turut merasakan kepedihan hati Nabi Mikha yang meratapi nasib bangsanya yang tidak lagi takut kepada Allah dan dengan mudahnya berbuat dosa dan kejahatan di antara mereka.
Nabi Mikha menggambarkan kondisi masyarakat yang mengalami degradasi moral total. Berikut adalah perwujudan nyata dari dosa-dosa tersebut dalam kehidupan modern kita di zaman sekarang:
1. Tidak ditemui lagi Integritas dan terjadi Penipuan (Mikha 7:2)
Nabi Mikha meratapi hilangnya orang saleh dan jujur, sementara di zaman sekarang, hal ini terlihat nyata dalam maraknya penipuan investasi (skema Ponzi/investasi piramida) dan penipuan daring (online scams/judi online/pinjaman online). Pelaku dengan sengaja “memasang jaring” untuk menjebak sesamanya demi keuntungan materi. Secara teologis, Bruce K. Waltke dalam A Commentary on Micah (2007) menjelaskan bahwa ketika rasa takut akan Tuhan hilang, manusia cenderung melihat sesamanya hanya sebagai objek eksploitasi.
2. KKN dan Ketidakadilan Hukum (Mikha 7:3)
Mikha menyoroti pemuka yang menuntut dan hakim yang disuap. Contoh konkret saat ini adalah praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang masih terjadi di berbagai institusi negara. Ketika hukum dapat “dibeli”, keadilan bagi masyarakat kecil sering kali terabaikan. Ini adalah bentuk “memutarbalikkan hukum” yang diratapi Mikha, di mana keputusan diambil berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok, bukan berdasarkan kebenaran objektif.
3. Kehancuran Kepercayaan dalam Keluarga (Mikha 7:5-6)
Krisis kepercayaan yang paling menyakitkan adalah yang terjadi di dalam rumah tangga. Mikha mencatat anak yang menghina ayah dan menantu melawan ibu mertua. Realitasnya saat ini terlihat dari banyaknya kasus sengketa harta warisan yang membawa keluarga kandung ke meja hijau, hingga pengabaian anak terhadap orang tua di masa tua mereka. Egoisme pribadi telah mengalahkan ikatan kasih yang seharusnya menjadi fondasi terkuat dalam sebuah keluarga.
Kesimpulan
Meskipun dunia tampak gelap, Mikha mengajarkan kita untuk tetap “Bagaimana menjadi terang di tengah kegelapan”. Contoh nyatanya adalah para pekerja atau profesional yang tetap memilih untuk jujur dan menolak suap, meskipun mereka harus menanggung risiko dikucilkan oleh lingkungannya. Sebagaimana ditegaskan oleh J. Alec Motyer dalam The Prophecy of Micah (1993), kekuatan iman diuji ketika kita mampu tetap menjadi “terang” di tengah masyarakat yang sedang mengalami kegelapan moral.
Tuhan Yesus memberkati.
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku
Lukas 9:23
Amin.
