Bethel – In Between Ps. Evan

Bethel – In Between Ps. Evan Tjandra

By Febrian 12 Juli 2026 09:45 AM

Di saat kita sudah berdoa dan sudah menyerahkan semuanya kepada Allah, bahkan sudah beriman, tapi belum menerima jawaban Allah. Itulah “In Between”

Minggu 1 – Open to Wonder

Minggu 2 – Bethel (Rumah Tuhan) 

Kejadian 28:10-22

Yakub pergi dari tanah kelahirannya, karena ia dikejar kakaknya Esau. Ia pergi tanpa tujuan dan tiba di kota Lus. Ia bermimpi melihat tangga ke Langit dan tempat itulah dinamakannya Bethel atau Rumah Allah.

Refleksi nya bagi kita mungkin kita sedang mengalami keadaan yang sama dengan Yakub. Tidak punya pengharapan, tidak punya kekuatan. Lari ke mana pun tidak tahu mau ke mana. Apapun yang kita lakukan terasa mentok. Doa sudah, puasa mungkin sudah. Tapi kenapa belum ada jalan keluar?

Key: Kita harus menemukan Bethel kita di dalam hidup kita. Bethel adalah tempat kita mencari tempat di mana Allah berada. Bukan mengurus lagi urusan kita, tapi kita mengurus kehendak Allah.

1. Kesadaran akan Tuhan 

Tuhan itu besar dan punya rencana bagi kita. Janji-Nya adalah Surga di Bumi.

Yakub waktu mengalami Bethel “Sesungguhnya Allah ada di sini tapi aku tidak menyadarinya.” ini mungkin yang sering kita alami. Allah ada dekat kita, tapi kita merasa Allah jauh dari kita. Mengapa demikian? Karena fokus kita ada di urusan kita, bukan pada Allah.

Masalah terbesar kita, seringkali tidak sadar ada Allah. Kita berdoa tapi terasa jauh dari Allah. Kenapa? Tertutup keinginan kita. Tertutup masalah kita. Mari bangkit, carilah Tuhan, jangan pusingkan masalah kita. 

Di kala kita sadar Allah ada bersama kita, maka kita tidak lagi pusing soal masalah kita. 

Ini urutannya:

a. Yakub menemukan Allah dalam keterpurukannya. Perjalanan imannya dimulai pada saat berjumpa dengan Allah.

Luz – – > Bethel

Luz adalah kota yang tidak populer, tidak ada yang istimewa. 

Bethel kota yang istimewa, tempat perjumpaan istimewa dengan Allah.

b. Iman berperan mengubah sudut pandang kita melihat keadaan atau tempat kita berada. Awalnya Yakub melihat kota Luz itu biasa, tapi setelah ia berjumpa dengan Allah, maka tempat itu berubah jadi istimewa. Cari Bethel anda sendiri terlebih dahulu. 

Illustrasi: Seseorang merasa ‘kering’ waktu ikut kebaktian. Ia merasa pujiannya ‘kering’, tidak meriah. Padahal di satu sisi, ada komunitas ‘Sahabat Tuli’, yang tetap bisa bergembira dan bersukacita padahal sama sekali tidak bisa mendengar apapun. Berarti harus cari dulu ‘Bethel’ kita dulu. Sudah ketemu? Baru bisa rasakan hadirat Allah. 

2. Periksa apa yang kamu sembah dalam hidup

Kejadian 35:1-3

Ada berhala yang menghalangi kita melihat Bethel kita. Berhala itu adalah sesuatu yang kita senangi dan bisa mengalihkan kita daripada berkumpul bersama-Nya.

Bethel itu harus kita temukan agar Berhala dapat kita hilangkan dari hidup kita. Tinggalkan semua berhala dan ikatan dosa dalam kehidupan kita. 

Pasangan kita bisa menjadi berhala, waktu kehilangan pasangan, maka sama dengan kehilangan semuanya. Anak bisa menjadi berhala, karena kita menjadikan anak kita itu segalanya. 

Kehilangan harta benda kita bisa menyebabkan kita menjadi kehilangan pegangan. Itu berhala. Kehilangan keberhasilan juga menjadi berhala, jika kita mengalami kerugian lalu merasa kehilangan segalanya. 

Rutinitas Gereja mengalahkan hubungan saya dengan Tuhan, maka itu merupakan berhala. Datang ke Gereja hanya memenuhi syarat hidup sebagai orang Kristen. 

3. Proaktif mencari arahan yang Tuhan siapkan

Pada saat sudah menemukan Bethel, maka tidak boleh pasif. Harus proaktif mencari kehendak Allah agar berkenan kepada-Nya.

Bethel = Sumber Refleksi 

Dua hal yang berbeda waktu datang ke Bethel:

a. Tuhan, berkatilah apa yang sudah saya putuskan.

b. Tuhan, apa yang harus saya lakukan.

Mungkin ada pertanyaan: saya tidak bisa dengar apa yang Tuhan katakan… Cara Allah berbicara pada kita bervariasi. Tergantung kehendak-Nya.

Adakalanya seseorang harus berdoa menjadikan Allah sebagai Konsultan. Kita datang pada-Nya untuk memohon nasihat dan arah kehidupan kita.

Bethel itu tempat kita memohon Allah menulis ulang Agenda kita, bukan mengatur Allah. 

Bethel: Cari Allah sebelum merencanakan.

Iman itu bukan berarti kita mengetahui apa yang terjadi di hari esok, tapi iman itu mengajak kita mengetahui siapa yang menuntun kita. 

Amin.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *