Zakharia 12 Part 1 tentang “Kunci sukses Kebangkitan Yerusalem – The key to the success of the Jerusalem Revival” seri Nabi Kecil

By Febrian 29 Juni 2026 03:58 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam khotbah sebelumnya kita membahas mengenai Gembala Agung yang mempersatukan bangsa yang terpecah, Sedangkan kali ini kita akan membahas mengenai kebangkitan Yerusalem. Kiranya Allah memberikan kita hikmat dan pengetahuan-Nya agar dapat memahami firman Tuhan ini. Tuhan Yesus memberkati.

Zakharia 12 <– Klik di sini untuk membaca ayat

Part 1: Kebangkitan Yerusalem

Dari Zakharia 12, kita mendapat pesan Allah yang bertindak dalam rangka kebangkitan Yerusalem, sebagai berikut:

a. TUHAN, Allah berkuasa atas segala ciptaan-Nya

Zakharia 12:1

1Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia:

Nubuatnya Zakharia 12 ayat pertama dimulai dengan ungkapan ‘Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel.’ Ini maksudnya, pesan yang akan disampaikan bukan buah pikiran Nabi Zakharia sendiri, melainkan firman langsung dari TUHAN. Nubuat kebangkitan Yerusalem ini, bukan dimulai dengan gambaran tentang manusia, melainkan tentang kedahsyatan dan keagungan Allah yang berkuasa menciptakan langit, meletakkan dasar bumi, dan membentuk roh manusia.

Allah pencipta langit dan bumi membangkitkan umat-Nya
Allah pencipta langit dan bumi

Gambaran dahsyat tersebut, menegaskan bahwa TUHAN Allah Sang Maha Pencipta, berkuasa atas Alam Semesta, dan atas roh yang berada di dalam setiap manusia. Jadi dari ayat tersebut di atas, pesan Allah bahwa jangan sampai ada satu orang pun yang berani memegahkan dirinya di hadapan Allah Semesta Alam, melainkan merendahkan diri dan taat kepada segala perintah-Nya. 

TUHAN Allah dalam kasih-Nya memandang ke bawah, melihat umat yang dikasihi-Nya yaitu Israel sedang dalam keadaan yang paling bawah. Mereka direndahkan dan dihina oleh musuh-musuh mereka, sebagai buah dari segala perbuatan mereka yang tidak berkenan di hati Allah. Dalam rancangan-Nya, TUHAN Allah berniat menghukum dalam rangka mendidik bangsa Israel, di mana bangsa-bangsa lain diberi kuasa untuk menghukum mereka sadar dan berbalik kepada-Nya. Sedangkan sekaligus bangsa-bangsa lain yang menghukum bangsa Israel sendiri pun akan menjadi umat-Nya. Namun, yang terjadi malah berbeda, yaitu bangsa-bangsa tersebut semakin sombong dan tinggi hati di hadapan Allah, serta menindas dan jahat terhadap umat kesayangan-Nya. Inilah saatnya Allah bertindak terhadap mereka untuk memberikan kebangkitan bagi Yerusalem.

b. Yerusalem akan mengalami kebangkitan

Zakharia 12:2

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya.

Cawan anggur
Cawan anggur

Ayat selanjutnya tersebut, menggambarkan situasi yang dihadapi oleh para musuh-musuh Israel yang meminum anggur memabukkan dari pasu/cawan Allah. Kebangkitan Yerusalem digambarkan menjadi “pasu (cawan) yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening” dan “batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya.” Melalui kebangkitan Yerusalem ini, bangsa-bangsa yang datang menyerang Yerusalem akan menjadi bingung, kehilangan arah, dan tidak lagi mampu bertindak dengan bijaksana, seolah-olah orang yang mabuk.

Batu besar
Yerusalem batu penghalang

Sementara itu, gambaran “batu” menegaskan bahwa siapa pun yang berusaha menyingkirkan bangsa Israel yang dianggap sebagai batu yang menghalangi mereka, justru akan mengacaukan diri mereka sendiri. Ini menerangkan bahwa kekuatan militer, kecanggihan persenjataan, logistik, maupun strategi perang tidak pernah menjadi jaminan kemenangan jika bangsa itu menentang kehendak TUHAN.

Bangsa-bangsa lain yang diberi tugas oleh TUHAN, Allah Semesta Alam, untuk mendidik bangsa Israel itu, pada akhirnya meninggikan diri dan tidak taat kepada Allah, sehingga mereka pun harus dididik juga. Allah Maha Kasih di surga pada akhirnya berkenan memberi kebangkitan bagi penduduk Yerusalem sebagai bukti penggenapan dari segala janji-Nya kepada para leluhur mereka.

Zakharia 12:4

Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum Yehuda, Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta. 

Pada ayat 4, Allah berfirman bahwa kekuatan militer sehebat apapun akan dipatahkan. Kuda dan penunggangnya adalah simbol perang, ketangkasan, dan kekuatan tempur suatu bangsa, namun jika itu semuanya di luar kendali TUHAN, maka akan menjadi sia-sia semuanya. Kebangkitan Yerusalem diadakan Allah mutlak melalui cara-cara Ilahi yang ajaib.

Melalui dua gambaran ini, TUHAN menyatakan bahwa bangsa-bangsa yang melawan umat-Nya tidak sedang menghadapi kota biasa, melainkan berhadapan dengan Allah sendiri yang melindungi umat-Nya. Allah dapat mengubah serangan musuh menjadi kehancuran bagi diri mereka sendiri, yaitu melalui kebangkitan dari umat-Nya. Bangsa-bangsa yang merasa kuat akan menjadi lemah, dan yang mereka yang mengira dapat mengendalikan sejarah ternyata justru akan dikendalikan.

1 Timotius 6:17

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Bagi kita di zaman ini, kita bisa menyadari bahwa kita sering sombong dan merasa mampu mengatur berbagai situasi dan keadaan, namun sesungguhnya itu berseberangan dengan kehendak Allah, sehingga pada akhirnya keadaan akan berubah menimbulkan beban yang melukai diri sendiri. Segala keberhasilan dan kelancaran dalam pekerjaan atau usaha kita, jangan pernah kita banggakan atau sombongkan. Itu semua adalah anugerah yang diberikan oleh Allah, jangan kita menyombongkan diri di hadapan-Nya. Allah yang memberi bisa juga mengambil semuanya. 

Pdt. John Calvin pernah mengatakan dalam Commentaries on the Twelve Minor Prophets (1559), bahwa sekalipun umat Tuhan tampak kecil dan lemah, kekuatan mereka sesungguhnya tidak akan terkalahkan, karena Tuhan berada di pihak mereka. Ia juga menekankan, bahwa mata Allah yang tertuju kepada Yehuda menggambarkan perlindungan yang nyata, meskipun pertolongan itu tidak selalu tampak langsung terwujud. Kebangkitan yang dijanjikan mungkin belum terlihat, namun Allah tidak pernah gagal dalam melaksanakan segala sesuatu. 

Zakharia 12:5

Sesudah itu kaum-kaum di Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem mempunyai kekuatan oleh karena TUHAN semesta alam, Allah mereka.

Pada akhirnya di ayat 5, para pemimpin Yehuda mengakui bahwa kebangkitan penduduk Yerusalem bukan berasal dari kekuatan mereka sendiri, melainkan dari TUHAN Semesta Alam, Allah mereka. Ini sangat melegakan, di mana rancangan Allah memulihkan umat-Nya akhirnya berhasil, di mana mereka akhirnya menyadari bahwa sumber kekuatan kebangkitan mereka sejatinya bukanlah berasal dari kemampuan sendiri atau pertolongan orang lain, melainkan semata-mata hanya dari penyertaan dan kuasa TUHAN sendiri.

Reformator John Calvin, dalam Commentaries on the Twelve Minor Prophets (1559) mengatakan bahwa kekuatan umat Tuhan tidak ditentukan oleh besar kecilnya jumlah mereka, melainkan oleh kehadiran Allah yang menjaga mereka. Yerusalem yang tampak kecil justru tetap tak terkalahkan karena Tuhan memihak mereka. Refleksi hidupnya bagi masa kini sangat sederhana tetapi keras: jangan mengukur masa depan hanya dari angka, fasilitas, atau dukungan manusia. Saat segala sesuatu terlihat kecil, rapuh, dan terbatas, iman justru dipanggil untuk melihat bahwa tangan Tuhan lebih besar daripada seluruh keterbatasan itu. (Christian Classics Ethereal Library)

Dr. Matthew Henry, dalam Commentary on the Whole Bible (1706), menekankan bahwa Zakharia 12 adalah beban bagi musuh umat Tuhan, tetapi penghiburan bagi Israel. Henry menyoroti bahwa Allah membuat musuh kehilangan arah, membuat rencana mereka gagal, dan membuat keberanian mereka runtuh. Refleksi untuk pembaca masa kini ialah bahwa perlawanan terhadap kehendak Tuhan tidak pernah menghasilkan kemenangan sejati. Yang tampak kuat bisa menjadi rapuh dalam sekejap, sedangkan orang yang bersandar pada Tuhan justru mendapat keteguhan yang tidak bisa dijelaskan oleh logika dunia. (Bible Study Tools)

Prof.Karl Friedrich Keil, Commentary on the Old Testament (1864) menempatkan Zakharia 12 ini sebagai awal dari unit besar yang membicarakan konflik bangsa-bangsa dengan Yerusalem. Bagi mereka, gambaran “cawan”, “batu beban”, dan “api” menegaskan bahwa Allah membuat serangan musuh berbalik menjadi kehancuran bagi para penyerang. Refleksi hidupnya bagi masa kini ialah bahwa ketika tekanan datang bertubi-tubi, orang percaya tidak perlu panik seolah sejarah sudah lepas dari tangan Tuhan. Justru di tengah tekanan itu Allah sedang menunjukkan bahwa Ia memegang arah akhir dari segala sesuatu. (STEP Bible)

Kita di zaman sekarang ini diberi anugerah Allah menjadi umat Israel rohani yang berhak menerima segala hak yang dimiliki bangsa Israel di masa lampau. Kristus telah membangkitkan kita dan memampukan kita memiliki itu semuanya. Pada saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita, maka darah-Nya membasuh dan menguduskan kita, serta membangkitkan kita untuk datang dan menghadap TUHAN, Allah Sang Maha Pencipta.

Matius 16:24

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

TUHAN, Allah dalam Kristus Yesus telah mengangkat kita menjadi anak-Nya dengan segala hak untuk menikmati kehidupan yang kekal, jika kita taat dan setia menyangkal diri kita, rela memikul salib kita dan mengiring Yesus sepanjang hidup kita. Kehendak Allah, sesuai dengan firman-Nya dalam Zakharia 12:1-5 hari ini, di mana Allah menghalau segala musuh kita, agar hidup kita mengalami kebangkitan dan dipenuhi kemuliaan-Nya.

Yohanes 1:12

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Mungkin di saat-saat ini, ada dari antara para pembaca yang merasa hidupnya “sial” atau sedang “terpuruk”, dalam artian semua yang kita lakukan terasa tidak ada harapan dan menghadapi jalan buntu. Di antara kita mungkin ada yang sedang mengalami hal seperti itu: para pelajar yang saat ini mungkin barus saja menerima hasil ujian yang kurang baik, para mahasiswa yang sedang menyusun skrispi yang seperti menghadapi jalan buntu, para karyawan dan pengusaha yang mungkin sedang mengalami kesulitan dalam hal bisnis finansialnya.

Atau mungkin ada juga ibu rumah tangga yang menghadapi kenyataan bahwa suaminya terkena PHK, dan lain sebagainya, inilah saatnya kita semua memandang ke atas, kepada TUHAN Allah Yang Maha Kasih. Percayalah bahwa kita tidak sendirian, saat ini Tuhan Yesus, Allah kita saat ini sedang mengulurkan tangan-Nya siap menolong kita semua, memberikan kebangkitan dari keterpurukan kita.

Allah siap menolong kita untuk mengalami kebangkitan seperti Yerusalem, syaratnya adalah:

  1. sadari segala kesalahan dan dosa kita,
  2. bawa semuanya di hadapan Tuhan Yesus,
  3. mintalah pengampunan-Nya
  4. izinkan Roh Allah membersihkan hidup kita dengan kuasa darah Kristus,
  5. berbaliklah dari jalan yang salah, jangan lakukan dosa lagi
  6. pikullah salib Kristus yaitu berbuat kebenaran dan beritakan kabar baik Allah
  7. ikutlah berjalan di belakang Tuhan Yesus menuju kekekalan

Semoga firman TUHAN hari ini dapat menjadi pencerahan bagi kita semua, bahwa Ia pasti akan datang sebagai penyelamat bagi kita dalam masa-masa kesesakan kita.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel!
Apabila Allah memulihkan keadaan umat-Nya,
maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Mazmur 53:6

Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *