
Legacy of Promise
Legacy of Promise
Thema Bulan Mei the Fire and The Altar – Abram menghadapi segala tantangan dengan respons yang benar.
Masing-masing pekan:
Pk. 1. Attachment – kelekatan dengan Tuhan bukan dengan dunia.
Pk. 2. Source – sumber segala hal diperoleh hanya dari Allah.
Pk. 3. Portion – semua sudah punya porsi masing-masing. Tidak ada yang keliru. Semua pas.
Pk. 4. Surrender – berserah sepenuhnya. Abraham berserah pada Allah dengan menerima segala janji Allah.
E. Legacy of Promise
Ps. Landong Siringo IFGF Bekasi
Kita secara rohani juga menerima warisan sebagai Israel rohani. Abraham memberikan warisan nilai-nilai kehidupan bagi generasi berikutnya.
Dalam Kejadian 23-26 Abraham tidak membangun monumen bagi dirinya sendiri. Abraham betul-betul membina hubungannya dengan Allah dengan sekuat tenaga agar ia bisa hidup berkenan di hadapan Allah. Dari situ ia memiliki warisan yang berharga bagi keturunannya.
Dalam bahasa Inggris “Legacy” adalah warisan yang bernilai kekal.
Dalam Kejadian 23-26 Abraham tidak membangun monumen bagi dirinya sendiri.
Legacy of Promise = Warisan berdasarkan janji Allah.
Kehidupan yang dibangun sedemikian oleh Allah, sehingga nilainya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kesaksian seorang Penginjil:
Pada Januari 1956, Jim Elliot bersama empat rekannya melakukan misi penginjilan kepada suku Waorani di pedalaman Ekuador, sebuah kelompok yang dikenal sangat agresif, namun upaya tersebut berakhir tragis dengan kematian kelima misionaris tersebut di tangan anggota suku di “Palm Beach.”
Meskipun kehilangan nyawa, pengorbanan mereka justru menjadi katalisator bagi transformasi spiritual suku tersebut, karena keteguhan iman istri Jim, Elisabeth Elliot, bersama Rachel Saint dalam melanjutkan pelayanan di sana akhirnya membawa para pelaku pembunuhan untuk bertobat dan menerima kasih Kristus, sekaligus menegaskan prinsip iman Elliot bahwa menyerahkan apa yang tidak dapat dipertahankan demi mendapatkan apa yang tidak dapat kehilangan adalah tindakan penuh hikmat yang berbuah kekekalan.
Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Thema minggu ini:
1. Life set Apart = hidup kita dipisahkan dari dunia.
Sebelum menerima Kristus kita mungkin merasa biasa saja, tetapi di saat telah ditebus Kristus, maka kita baru sadar bahwa dulu kehidupan kita sungguh kotor dan najis. Kita wajib menyadari bahwa setelah di dalam Kristus, kita adalah ciptaan yang baru.
Sara meninggal usia 127 tahun. Abraham mau menguburkan di sebuah Gua bernama Machpela berada di tanah Efron. Ia membeli tanah itu dari padanya.
Abraham itu dikenal hidupnya terhormat dan agung. Ia terhormat karena Penyertaan Allah. Julukannya “Nasi Elohim” = Orang yang disertai Allah. Jadi setiap orang mau disertai oleh Allah, ia bisa jadi Nasi Elohim.
Orang Dunia ini mungkin belum pernah membaca Alkitab, tapi semoga mereka bisa membaca Firman Tuhan melalui hidup kita. Misalnya: dalam sikap hati, kejujuran, perkataan, kekudusan dsb.
Kejadian 12 waktu Abraham mempersembahkan anak yang tunggal yaitu Ishak.
ABRAHAM BERBEDA KARENA
Iman
- Taat walaupun belum tahu seluruh rencana Tuhan
- Tetap percaya walaupun belum melihat janji Tuhan
- Yang bersedia mempersembahkan Ishak sesuai dengan perintah Tuhan
- Menjadi kesaksian bagi bangsa lain (Abimelekh mengakui bahwa Allah menyertai Abraham
Integritas
- Tidak serakah terhadan harta
- Mengutamakan damai dan- hubungan baik daripada ego
- Menghormati orang – orang yang ada di sekitarnya
- Kehidupan yang konsisten dengan-penyembahannya.
Keywords:
Apakah orang lain bisa melihat Kristus di dalam diri kita?
Contoh: ketika kita hidup di keseharian kita, hiduplah bertanggung jawab dan jujur. Perkataan kita harus sesuai dengan apa yang kita lakukan. Orang dunia akan melihat perbuatan kita yang benar.
Jangan sampai malah menjadi kesaksian buruk bagi Nama Kristus.
2. Willingnes to pay the Price = mau membayar harganya
Katanya mau menyerahkan segalanya bagi Tuhan, tapi nyatanya tidak mau bayar harganya.
Kejadian 23:7-16
Abraham tidak mau gratisan, ia membayar harga tanah yang ada Gua Machpela, sekalipun ia diberi gratis oleh Efron.
Hidup mau ikut Tuhan Yesus, harus berani bayar harganya. Ikut Kristus berarti hidup menderita, bukan senang-senang.
Dalam kasus Abraham yang mau bayar harga tanah itu, tujuannya adalah ia mau istrinya tercatat dikuburkan di tanah pribadi keluarganya. Menurut hukum negara orang Het, ada ikatan hukum yang masih harus dipenuhi oleh Efron. Abraham tidak mau membebani dia.
Tanah itu juga akan menjadi tanah turun temurun bagi dia dan keluarganya. Nilai 400 syikal Perak = Rp 220 Juta. Itu mungkin murah buat Abraham dan Efron, tapi nilai tanah itu jauh lebih tinggi.
Dalam Kristus, mengikut-Nya itu harus sadar mahal harga yang harus dibayar-Nya. Darah Kristus tercurah bagi kita, oleh karena itu kita tidak boleh sembarangan ikut Tuhan.
Illustrasi: Usain Bold pernah menjadi manusia tercepat di dunia. Usain Bolt, yang dikenal sebagai manusia tercepat dalam sejarah, adalah mantan atlet lari cepat asal Jamaika yang mendominasi panggung atletik dunia dengan memecahkan rekor dunia 100 meter (9,58 detik) dan 200 meter (19,19 detik) pada Kejuaraan Dunia 2009, serta meraih delapan medali emas Olimpiade sepanjang kariernya.
Keberhasilan Usain Bolt menjadi manusia tercepat di dunia bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kedisiplinan luar biasa dalam menjalani ribuan jam latihan yang melelahkan, keteguhan mental dalam mengatasi cedera kronis sejak remaja, serta kemampuannya bangkit dari kegagalan pahit di awal kariernya. Dalam kehidupan iman, proses ini mencerminkan prinsip yang diajarkan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:24-25, di mana setiap orang percaya dipanggil untuk menguasai diri dan berlari dengan tekun demi mahkota yang abadi; sebagaimana Bolt tidak mencapai puncak prestasi tanpa penyangkalan diri dan fokus yang tak tergoyahkan, demikian pula perjalanan rohani kita membutuhkan kesetiaan yang konsisten di tengah ujian agar kita dapat mencapai garis finis dalam kasih dan ketaatan kepada Kristus.
Harga dari keunggulan selalu dibayar di muka – bukan di belakang.
Jangan tukar
3. Courage to set the course = memiliki keberanian untuk menentukan arah yang benar
Jangan sampai kita terombang ambing dalam hidup kita. Roma 8:28 segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Allah.
Kejadian 23:17-20 – Efron menyerahkan tanah itu lengkap dengan gua Machpela kepada Abraham. Tanah itu secara yuridis dimiliki secara sah, Ishak menguburkan Abraham juga di sana, Ishak juga dimakamkan di sana, ternyata Yakub juga dikuburkan Yusuf di tanah itu.
Dalam hidup ini kita tidak sadar bahwa Allah sudah menentukan arah hidup kita ke mana. Bagi kita dan keturunan kita. Namun pertanyaannya, nilai-nilai apa yang sedang kita bangun bagi keturunan kita?
Apakah kita melihat nilai iman saya lebih penting daripada hal yang lain di dunia ini? Legacy apa yang kita tinggalkan bagi keturunan kita.
Legacy terbesar kita adalah ketika hidup kita menuntun orang kepada Kristus.
Kita sedang menghidupi kehidupan kita menuju kematian, tapi persoalannya dengan apa kita isi kehidupan ini?
Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Amin.
