Hosea 4 tentang “Para Imam yang menyesatkan umatnya” Seri Nabi Kecil

Shaloom Bapak Ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Murka Allah terhadap para imam Yahudi yang menyesatkan bangsanya sendiri. Kiranya Allah memberikan hikmat dan pengertian-Nya bagi kita, agar dapat memahami seluruh pemberitaan firman hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Hosea 4 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat.

Dari ayat bacaan di atas, dapat kita bagi menjadi beberapa pokok pikiran, sebagai berikut:

1. Ayat 1-3 Bangsa Israel tidak setia dan tidak mengenal Allah. Akibatnya negeri jadi sengsara.

2. Ayat 4-6 Allah menyalahkan para Pendeta /Imam yang menghancurkan umat nya sendiri. Hosea 4:6. Umat Allah binasa Karena tidak mengenal Allah”

Istilah “Tidak mengenal Allah” seringkali kita dengar sebagai orang yang “tidak tahu Allah itu siapa”, atau “orang yang belum bertobat”. Namun, ternyata pemahamannya tidak sesederhana itu jika dipahami dari bahasa dan makna asli penulisnya.

Dalam Hosea 4:6 versi New English Translation (NET), dipakai istilah “failing to acknowledge God” (gagal paham tentang Allah). Janggal di telinga bangsa Indonesia, bukan? Jadi, mari kita coba memahami maknanya secara tepat, yaitu kita tinjau dari tata bahasa (grammar) dan nuansa makna dalam bahasa Inggris natural, khususnya sebagaimana dipahami oleh seorang penutur asli.

Pertama, secara struktur tata bahasa, susunan kata ini terdiri dari:

a. “failing” → present participle dari kata kerja “fail, yang berarti “gagal” atau “tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.” Dalam bahasa Inggris, sifat waktu dari kata tersebut menggambarkan kondisi yang “terus berlangsung” atau “suatu kebiasaan”.

b. “to acknowledge” → kata atau frasa yang menjelaskan dari “apa yang gagal dilakukan” sebelumnya tadi. Sedangkan “God” adalah objek dari kata kerja “acknowledge“. Jika disatukan, maka secara harfiahnya, susunan kata ini mengandung arti, bahwa seseorang “gagal untuk mengakui Allah.” Namun, dalam bahasa Inggris alami, khususnya dalam konteks Alkitab, maknanya lebih dalam daripada sekadar tidak menyebut atau tidak mengaku Allah secara verbal atau perkataan. Kata “acknowledge” dalam bahasa Inggris memiliki nuansa yang lebih kuat daripada sekadar “know”.

Seorang native speaker biasanya memahami kata “acknowledge” sebagai:

  • mengakui otoritas atau keberadaan seseorang,
  • memberi penghormatan yang semestinya,
  • mengakui secara sadar dan bertindak sesuai pengakuan itu.

Jadi kalimat kebalikannya arti “Fail to Acknowledge God”, secara umum berarti, “seseorang dengan sadar dalam kesehariannya, secara terus menerus menolak mengakui otoritas atau menolak menghormati Allah.”

Sebagai penerapan pemahaman tersebut dalam bahasa sehari-hari, seperti berikut ini: He refused to acknowledge his father. Artinya adalah, bahwa sang anak menolak mengakui hubungan dan otoritas ayahnya, serta menolak menghormatinya. Karena itu, ketika frasa “failing to acknowledge God” digunakan dalam Hosea 4:6, seorang penutur asli akan memahami maknanya kira-kira sebagai berikut: “Mereka hidup dengan sikap yang tidak mau mengakui Allah sebagai Tuhan dan Raja mereka.” atau “Mereka dengan sengaja tidak mau menghormati dan mengakui otoritas Allah dalam hidup mereka.” Atau dengan kata lain, ini bukan sekadar kurang pengetahuan secara rohani, tetapi bangsa Israel sudah menyimpang secara moral dan relasional. Bangsa Israel sebenarnya bukannya tidak mengetahui siapa TUHAN, Allah Semesta Allah itu, tetapi mereka memang dengan sengaja tidak mau mengakui-Nya, tidak mau menghormati-Nya, dan tidak bersedia tunduk kepada-Nya.

Pemahaman tersebut di atas,  didukung oleh konsep Linguistik Ibrani yang ada di teks aslinya, yaitu kata “דַּעַת (da‘at)” yang artinya “pengenalan yang bersifat relasional dan pengalaman”, bukan hanya pengetahuan intelektual. Jadi, jika kata-kata itu diungkapkan oleh seorang native speaker dalam bahasa Inggris modern, maknanya jadi seperti ini: “They are living as if God does not matter.” atau “They refuse to recognize God’s authority in their lives.” Dengan demikian, inti pesan Hosea 4:6 bukanlah bahwa Israel tidak tahu tentang Allah, tetapi bahwa mereka tahu dan kenal TUHAN, Allah dan kuasa-Nya, namun sengaja hidup tanpa mau mengakui Allah sebagai Tuhan yang harus dihormati dan ditaati.

Jadi, dari penjelasan di atas, sesungguhnya inilah dasarnya mengapa Allah menjadi sangat murka kepada bangsa Israel, yaitu bangsa ini memang dengan sadar dan sengaja menolak Allah.

3. Ayat 7-10 Imam sesat itu semakin lama semakin menyesatkan umat Allah.

Seperti kita ketahui, bahwa Imam Israel tersebut mengambil keuntungan dari para umat yang mengikuti ajaran mereka. Jadi, Allah akan menghukum para Imam tersebut, beserta seluruh umatnya bersama-sama. Kejadian ini juga terjadi di masa kini, yaitu sudah banyak muncul nabi-nabi palsu dan pendeta-pendeta palsu yang seolah menyembah Allah, namun sesungguhnya motivasi mereka adalah mencari nama dan kehormatan bagi diri sendiri dan menyesatkan umat, serta pada akhirnya mengeruk kekayaan mereka.

4. Ayat 11-14 Kecaman Allah

Allah tidak tinggal diam terhadap perbuatan penyembahan berhala dan pelacuran rohani Bangsa Israel yang secara terang-terangan menyembah patung berhala, pohon besar dll, serta mempercayai benda – benda itu. Mereka memberikan persembahan mereka sehingga anak-anak perempuan dan mantunya juga berzinah. Allah melihat bahwa kehidupan suami dan isteri sudah sama – sama sesat, karena keduanya masing-masing menyembah berhala mereka masing- masing.

5. Ayat 15-18 Peringatan Allah kepada Yehuda agar jangan mengikuti persundalan Israel.

Allah memberi peringatan keras kepada suku Yehuda untuk tidak mengikuti suku Israel yang menyembah berhala. Jadi, sesungguhnya Allah juga memberi peringatan bagi para pembaca, untuk waspada terhadap tipuan dari para Pendeta sesat yang ujungnya mengajarkan Penyembahan Berhala dalam wujud modern. Waspadalah dan ujilah firman yang diberitakan, serta lihat gaya hidup pribadi para Pendeta itu (buah kehidupan mereka), apakah sesuai firman Tuhan atau tidak. Jauhkan diri dari ajaran-ajaran sesat seperti itu.

6. Ayat 18 – 19 Para pendosa akan dibuat malu

Allah memberi peringatan bagi Imam dan umatnya yang melakukan penyembahan berhala, semuanya akan dibikin malu. Saya pernah membaca berita, di suatu negara pada suatu saat, ada Pendeta dan keluarganya yang dijatuhi hukuman penjara, karena terbukti melakukan korupsi uang gerejanya. Mereka sudah menikmati hidup dalam kemewahan dan kekayaan, hingga akhirnya mereka dipermalu karena wajahnya dan perbuatannya disaksikan oleh seluruh dunia.

Jadi kesimpulan dari firman Allah dalam Hosea 4 ini, adalah bahwa para Pendeta harus introspeksi tentang kehidupan mereka. Jika sadar, bahwa kehidupannya sesat, maka segeralah bertobat, berbalik dari jalan yang salah. Sedangkan di sisi lain, para jemaat awam, milikilah kesadaran untuk rajin membaca dan merenungkan Firman Tuhan secara pribadi dengan rutin, agar supaya dapat membedakan mara yang sesat dan mana yang benar.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *