18 Februari 2026
Dibuat dengan AI oleh Freepik.com
Daniel 4 Part 1 tentang “Raja Nebukadnezar mengakui kebesaran Allah” Seri Nabi Besar
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai surat dari raja Nebukadnezar yang menjadi seperti lembu makan rumput dan minum air hujan dengan maksud agar ia menyadari terus ada Allah yang mengatur kehidupannya. Semoga firman Tuhan ini juga berbicara bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Daniel 4 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat
Dari ayat-ayat bacaan di atas, dapat kita perhatikan beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran bagi kita:
1. Raja Nebukadnezar memuji Tuhan
Daniel 4:1-3
Dari raja Nebukadnezar kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa,
Mengapa bangsa Babel ini dipilih Allah untuk “mendidik” bangsa Israel? Ternyata jika kita lihat dalam sejarah kerajaan Babel, seperti ini:
Kejadian 10:8–12
“Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi. Ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN; sebab itu dikatakan orang: Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, Akad dan Kalne di tanah Sinear. Dari negeri itu ia pergi ke Asyur dan mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah, dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.”
Artinya, Nimrod adalah pendiri pertama kota Babel, yang kemudian berkembang menjadi kerajaan besar Babel Lama (Old Babylonian). Dari situ, sejarah Babel sebagai simbol kesombongan manusia dimulai.
Setelah masa Nimrod, keturunannya atau penerus budayanya melanjutkan tradisi pembangunan kota dan kuil yang megah. Menurut Kejadian 11:1–9, orang-orang di tanah Sinear mendirikan Menara Babel dengan tujuan “mencapai langit” dan “membuat nama bagi diri mereka.” Banyak penafsir klasik seperti Flavius Yosefus (Antiquities of the Jews, buku I, pasal 4, ditulis sekitar tahun 93 M) menyatakan bahwa Nimrod adalah pemimpin pembangunan menara itu. Yosefus menulis bahwa Nimrod mendorong manusia memberontak terhadap Allah dengan mendirikan menara yang tinggi untuk “melindungi diri dari banjir lain” dan “menantang Allah secara terbuka.”
Dengan demikian, Nimrod menjadi arsitek pemberontakan Babel pertama — baik secara harfiah (pendiri kota) maupun rohani (lambang perlawanan terhadap kedaulatan Allah).
Coba lihat, nenek moyang raja Nebukadnezar itu namanya Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. Ia pendiri kerajaan Babel dan juga Niniwe. Wah Niniwe ini adalah negara yang pernah juga dibahas di dalam kitab Nabi Yunus (Baca di sini). Di situ kita ketahui, bahwa Allah sangat sayang kepada bangsa Niniwe, ia tidak mau mereka binasa. Kita ingat betapa Allah khusus mengutus Nabi Yunus dengan segala perjuangannya untuk mempertobatkan bangsa Niniwe. Itu gambaran Allah mengasihi mereka sama dengan Israel umat perjanjian-Nya yang justru malahan mengkhianati-Nya.
Mengapa di sini kita jauh dari topik utama hingga membahas Nimrod dan Niniwe? Jadi di sini kita bisa menarik benang merah Kasih Allah, yaitu Allah mencintai seluruh milik-Nya, tidak pandang suku, bangsa dan bahasa, persis seperti yang disaksikan oleh Raja Nebukadnezar. Allah melihat Babel dan Niniwe bukan sebagai ancaman, melainkan kesayangan-Nya juga. Inilah yang akhirnya dirasakan oleh Raja Nebukadnezar, hingga ia menulis surat ini dan mengakui kebesaran dan kemuliaan TUHAN, Allah Yang Maha Kuasa.
Jadi sekarang, bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menyadari, bahwa Allah mengasihi semua orang termasuk kita juga. Mungkin selama ini kita bersikap acuh tak acuh terhadap Allah, atau mungkin kita sudah sadar berdosa kepada-Nya, namun masih gengsi atau bahkan takut untuk mengakui dosa kita dan bertobat kepada-Nya. Inilah saatnya kita kembali kepada Allah yang senantiasa membuka tangan-Nya untuk menerima kita apa adanya. Tinggalkan segala tinggi hati dan kesombongan kita di hadapan-Nya, bertobatlah, agar kita dapat menerima restorasi dari Allah dalam kehidupan kita seluruhnya.
Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang.
Nehemia 9:31
Amin.




Leave a Reply