
Father’s Day – IFGF Bekasi
21 Juni 2026 09:50 AM
Father’s Day – IFGF Bekasi
By Ps. John Sitorus

Sejarah Father’s Day berakar dari dua peristiwa di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Pertama, pada 5 Juli 1908 di Fairmont, West Virginia, Grace Golden Clayton menginisiasi kebaktian untuk mengenang para ayah yang tewas dalam bencana tambang Monongah. Namun, gerakan yang lebih luas dipelopori oleh Sonora Smart Dodd di Spokane, Washington pada 19 Juni 1910. Dodd ingin menghormati ayahnya, William Jackson Smart, seorang veteran Perang Saudara yang membesarkan enam anaknya sendirian. Link Sumber.
Berbeda dengan Hari Ibu, pengakuan resmi Hari Ayah di Amerika Serikat memerlukan waktu cukup lama. Setelah kampanye selama beberapa dekade, Presiden Lyndon B. Johnson mengeluarkan proklamasi pertama pada 1966 yang menetapkan hari Minggu ketiga di bulan Juni sebagai Hari Ayah. Kemudian, pada 1972, Presiden Richard Nixon menandatanganinya menjadi undang-undang resmi. Seiring berjalannya waktu, perayaan ini diadopsi secara global. Meskipun tanggal perayaan bervariasi di tiap negara, mayoritas dunia mengikuti pola hari Minggu ketiga di bulan Juni, menjadikannya momen universal untuk menghargai peran vital seorang ayah dalam keluarga dan masyarakat.
Legacy of a Father
Warisan yang terbaik adalah kebaikan yang ditabur seorang ayah setiap hari. Disiapkan sedini mungkin, bukan diturunkan setelah meninggal dunia.
What God remember of Us?
Apa yang Allah ingat itu bukan sesuatu yang bisa diukur manusia, melainkan kehidupan yang berjalan bersama-Nya, mempercayai-Nya, serta tetap berpegang pada firman-Nya.
Warisan itu jangan fokus pada harta duniawi. Kalau itu saja yang diwariskan, pasti ujungnya akan menjadi perselisihan dan pertikaian.
What God remembers, ukurannya jauh daripada yang kita lihat.
Ilustrasi tentang perusahaan bersejarah, tapi akhirnya runtuh dan hilang. Mengapa demikian? Generasi pertama, membangun dengan kerja keras. Generasi ke dua menikmati dan mencoba mempertahankan, sedangkan generasi ke tiga, sudah kehilangan Value yang diwariskan. Generasi ke tiga tidak lagi merasakan warisan dari generasi pertama.
Apa yang Tuhan ingat dari seseorang?
1. Tuhan ingat pada orang yang mengingat firman-Nya
Allah memberi firman untuk ditaati, tetapi sesungguhnya itu demi orang itu sendiri. Firman itu menguduskan dan menjaga setiap orang yang taat akan firman tersebut.
Bukan warisan yang dapat diukur manusia, melainkan kehidupan yang taat kepada Allah lah yang akan diukur-Nya. Sebelum Allah mengubah hidup Ishak, ia melihat dulu kesetiaannya akan firman-Nya.
Warisan yang berharga di mata Tuhan, dibangun oleh kehidupan yang mendengarkan Tuhan.
2. Tuhan mengingat janji-Nya lebih daripada melihat kelemahan kita
Jika Allah yang diingat oleh seseorang, maka Allah juga akan mengingat orang itu daripada kelemahan orang tersebut.
Jadi renungkan ini:
Apa yang tidak boleh kita teruskan kepada anak kita? Apa yang bisa kita wariskan kepada anak kita?
Kelemahan yang menjalar dalam keturunan demi keturunan, tidak akan melebihi kekuatan daripada kesetiaan Allah terhadap janji-Nya. Maksudnya, jika ayah memiliki kesalahan, tidak akan diingat Allah jika hidup dalam ketaatan dan kesetiaan, karena kesetiaan Allah.
A Good Reminder:
1. Bagi orangtua
Warisan dalam bentuk apa yang saya wariskan kepada anak saya?
2. Bagi anak
Kita tidak bisa memilih orangtua kita, atau memilih apa yang akan diwariskan kepada kita. Tetapi di dalam Tuhan, kita bisa memilih apa yang akan Kita teruskan.

3. Allah mengingat kehendak Allah dari Generasi ke Generasi
Apa yang Tuhan inginkan bisa diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya, adalah bahwa pemahaman tentang Allah harus diwariskan.
Mungkin teknologi berganti, tapi pemahaman tentang Allah tidak akan berubah. Anak kita akan melihat kita mengasihi dan hidup bersama Allah.
Ishak menabur dan menghasilkan 100 kali lipat, karena Allah memberkatinya. Kehendak Allah ingin memberkati Abraham, hingga mengakibatkan Ishak menerima berkat. Tanah yang kemarau tetap menghasilkan panen yang berlipat kali ganda karena berkat Allah.
Fruitfulness is not born from perdect condition, but form small faithfulness Under God’s Blessings.

Ishak menerima 100 kali lipat keuntungan, karena Abraham mewariskan nilai yang tepat kepada Ishak: Iman dan Kesetiaan kepada Allah!!
Tempat paling indah penuh berkat ada di mana Tuhan bersama kita, itukah harta yang tidak ternilai dibanding apapun.
Tanah mungkin kering, tapi buat kita tidak ada yang kering.
Musim mungkin sulit, tapi tidak buat kita.
The Greatest Legacy: hidup yang mengarah pada Kristus.
Amin.
