Daniel 8 tentang “Kambing dan Domba” Seri Nabi Besar by Febrian

27 Februari 2026

Image Colorized with Nano Banana Pro By ChatCPT AI

Daniel 7 tentang “Kambing dan Domba” Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam
Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai penglihatan Daniel
waktu malam, mengenai kambing dan domba dan artinya, serta pesan Allah
terkait hal tersebut. Semoga Allah memberikan Hikmat dan Pengetahuan-Nya
agar kita dapat memahami semuanya. Tuhan Yesus memberkati.

Daniel 8
<– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat.

Dari ayat bacaan di atas, dapat kita amati beberapa hal, sebagai berikut:

1. Penglihatan Daniel

Domba jantan dan kambing jantan 

Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku,
Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu. Aku
melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di
puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan
itu, bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai. 

Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak 

  1. seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu;
    tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi
    dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir. Aku melihat domba
    jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada
    seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat
    membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan
    diri. Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak 
  2. seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang
    melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu
    mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya. 

Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di
depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. Aku
melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba
jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak
berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi,
diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari
kuasanya. 

Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai
pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya
tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari
langit. 

Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi
sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai. Ia
menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala
tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan
diinjak-injaknya. Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia
membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan
sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya. Suatu kebaktian
diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran
dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya
berhasil. 

Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata
kepada yang berbicara itu: 

“Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan
kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara
yang diinjak-injak?” 

Maka ia menjawab: 

“Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang
wajar.” 

Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya,
maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang
laki-laki; dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia
yang berseru: 

“Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!” 

Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang,
terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata
kepadaku: 

“Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir
masa!” 

Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke
tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri
kembali. 

2. Makna penglihatan Daniel

Lalu berkatalah ia: 

“Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab
hal itu mengenai akhir zaman. 

  1. Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja
    orang Media dan Persia. 
  2. Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan
    tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang
    pertama. 

Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah,
berarti: 
empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang
terdahulu. 

Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh
kejahatannya, maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan
yang pandai menipu. Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat
yang terdahulu, dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan
apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan
dibinasakannya, juga umat orang kudus. Dan oleh karena akalnya, penipuan
yang dilakukannya akan berhasil; ia akan membesarkan dirinya dalam
hatinya, dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya;
juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan. 

Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan
tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu,
sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.” 

Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian
bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang
tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya
.

Daniel 8 menggambarkan penglihatan tentang seekor domba jantan bertanduk
dua, seekor kambing jantan bertanduk besar, serta munculnya “tanduk kecil”
yang meninggikan diri melawan Allah dan menajiskan tempat kudus. Sebagian
besar teolog dunia sepakat bahwa penglihatan ini memiliki penggenapan
historis yang jelas, namun juga mengandung pola teologis yang relevan
sepanjang zaman.


1. John J. Collins

Nama: John J. Collins

Gelar: Holmes Professor Emeritus of Old Testament Criticism
and Interpretation, Yale Divinity School

Buku: Daniel: A Commentary on the Book of Daniel

Penerbit: Fortress Press

Tahun: 1993

Prof. Collins menafsirkan Daniel 8 dalam konteks sejarah abad ke-2 SM. Domba
jantan melambangkan Media-Persia, kambing jantan melambangkan Yunani, dan
“tanduk kecil” merujuk kepada Antiokhus IV Epifanes. Penajisan Bait Allah
serta pelarangan ibadah Yahudi dipahami sebagai penggenapan langsung dari
nubuat ini. Namun Collins juga mengakui bahwa bahasa apokaliptik kitab
Daniel menciptakan pola simbolis yang dapat dibaca ulang dalam konteks zaman
lain.


2. Tremper Longman III

Nama: Tremper Longman III

Gelar: Professor of Biblical Studies, Westmont College

Buku: Daniel (NIV Application Commentary)

Penerbit: Zondervan

Tahun: 1999

Prof. Longman menerima identifikasi historis yang sama mengenai Antiokhus IV,
namun menekankan dimensi pastoral. Menurutnya, inti pesan Daniel 8 bukan
hanya identifikasi tokoh sejarah, melainkan peringatan bahwa kuasa dunia
sering menyerang pusat penyembahan. Ia melihat pola ini terus berulang dalam
berbagai bentuk sepanjang sejarah.


3. Gregory K. Beale

Nama: Gregory K. Beale

Gelar: Professor of New Testament, Westminster Theological
Seminary

Buku:
The Use of Daniel in Jewish Apocalyptic Literature and in the Revelation
of St. John

Penerbit: University Press of America

Tahun: 1984

Prof. Beale menekankan bahwa simbol-simbol dalam Daniel, termasuk “tanduk kecil,”
menjadi pola sejenis yang digunakan kembali dalam literatur apokaliptik (Nubuat Masa depan akhir zaman),
termasuk kitab Wahyu. Dengan demikian, penggenapan historis pada masa
Antiokhus tidak menutup kemungkinan adanya penggenapan eskatologis di masa
depan.


4. Gleason L. Archer Jr.

Nama: Gleason L. Archer Jr.

Gelar: Professor of Old Testament and Semitics, Trinity
Evangelical Divinity School

Buku: Daniel (Expositor’s Bible Commentary, Vol.
7)

Penerbit: Zondervan

Tahun: 1985

Archer menegaskan bahwa penggenapan historis terhadap Antiokhus IV merupakan
bukti kuat keakuratan nubuat Daniel. Ia mempertahankan pendekatan
konservatif yang melihat teks ini sebagai nubuat nyata yang tergenapi dalam
sejarah, serta sebagai peringatan akan kuasa dunia yang menentang Allah.


Kompilasi Teologis

Dari berbagai pandangan tersebut, terdapat beberapa titik temu:

  • Daniel 8 memiliki penggenapan historis nyata pada masa Antiokhus IV
    Epifanes.
  • Serangan utama dalam penglihatan ini adalah terhadap ibadah dan
    penyembahan kepada Allah.
  • Kejahatan memiliki batas waktu yang ditentukan oleh kedaulatan Allah.
  • Simbolisme Daniel membentuk pola yang dapat muncul kembali dalam berbagai
    zaman.

Pesan utamanya bukan sekadar mengenali tokoh sejarah, melainkan memahami
bahwa kekuasaan dunia yang menentang Allah selalu bersifat sementara. Allah
tetap memegang kendali atas sejarah, dan umat-Nya dipanggil untuk tetap
setia, meskipun berada di tengah tekanan dan perubahan zaman.

Penglihatan itu mengingatkan kita bahwa zaman berubah, dunia berubah,
teknologi semakin canggih. Namun, ingatlah bahwa firman Allah tidak pernah
berubah: Kristus adalah penguasa Alam semesta langit dan bumi ini, Nama-Nya
ada di atas segala nama di manapun juga. Jadi kita sebagai anak-anak-Nya
yang setia, wajib menyadari segala perilaku kita, segala tindak-tanduk kita
wajib dijaga sekuat tenaga demi menjaga kekudusan, karena hanya dengan
kekudusan saja lah segala kuasa kegelapan dapat dikalahkan. 

Tuhan Yesus memberkati.

Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika
Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Roma 8:31

Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *