Zefanya 1 Part 1 tentang “Waspada terhadap 3 jenis kejahatan yang ditimpa Murka Allah” Seri Nabi Kecil

By Febrian 18 Mei 2026 03:44 AM

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan ini kita diajar untuk waspada terhadap 3 jenis kejahatan yang ditimpa Murka Allah sesuai dengan firman yang disampaikan oleh Nabi Zefanya. Kiranya Tuhan Yesus memberi kita hikmat dan pengertian-Nya agar kita dapat memahami firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Waspada terhadap 3 jenis kejahatan yang ditimpa Murka Allah

Zefanya 1 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Dari ayat bacaan di atas, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari, sebagai berikut:

Zefanya 1:2-6

2 Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN. Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem.

Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya.”

Dapat kita saksikan dalam renungan edisi sebelumnya (Part 1), betapa murka Allah yang dahsyat dinyatakan dalam pesan-Nya kepada Nabi Zefanya, hingga ingin melakukan Undone (me-Reset ulang) segalanya di muka bumi. Bayangkan komputer yang sudah sekian lama kita pergunakan, sering sekali komputer ini ngadat, error, hang dsb. Akhirnya kita memutuskan untuk melakukan reset ulang semuanya, kembali ke setelan pabrik.

Dalam kaitan Penciptaan langit dan bumi, Allah menciptakan semuanya sempurna dan baik (Done), namun karena banyak sekali kesalahan dan dosa umat manusia yang menumpuk tinggi hingga berbau busuk ke hadapan Allah, maka perlu dilakukan suatu Reset ulang (Undone) semuanya. “Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi”, adalah instruksi Allah untuk melakukan Undone itu. 

Apa yang membuat Allah murka sedemikian dahsyatnya? Penyembahan Berhala!! Waspada terhadap 3 jenis kejahatan yang ditimpa Murka Allah:

  1. Sujud menyembah kepada sisa-sisa Baal dan tentara langit (Part 1)
  2. Bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom
  3. Mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya.

Dalam Edisi sebelumnya point 1, telah kita renungkan bersama, saat ini kita akan merenungkan point 2.

2. Bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom

Jenis ke dua yang dimurkai Allah adalah orang yang bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom.

Milkom adalah dewa nasional bani Amon, bangsa yang tinggal di sebelah timur Sungai Yordan, wilayah yang sekarang kira-kira berada di daerah Yordania modern. Dalam Alkitab, Milkom selalu muncul dalam konteks penyembahan berhala, kemerosotan rohani Israel, dan murka TUHAN terhadap sinkretisme — yaitu mencampur penyembahan kepada TUHAN dengan penyembahan kepada ilah-ilah asing.

Nama “Milkom” dalam Perjanjian Lama berasal dari bentuk Ibrani: מִלְכֹּם Transliterasi: Milkōm. Kata ini sangat mungkin berasal dari akar Semitik kunoמלך Transliterasi: MLK / melek. Arti dasarnya adalah: “raja” atau “yang memerintah.” Akar kata ini sangat luas dipakai dalam bahasa-bahasa Semitik kuno: Ibrani: melek = raja Fenisia: mlk Ugarit: mlk Arab: malik = raja * Aram: malkā Karena itu banyak ahli menilai bahwa “Milkom” kemungkinan berarti:

* “Raja mereka”
* “Raja ilahi”
* atau “dia yang menjadi raja.”

Beberapa sarjana bahkan melihat bentuk “Milkom” sebagai gabungan:

* mlk = raja
* dengan akhiran kepemilikan atau penghormatan bangsa Amon.

Dengan kata lain, Milkom bukan sekadar nama pribadi dewa, tetapi bisa juga merupakan gelar ketuhanan kerajaan Amon.

Dr. Karel van der Toorn, Professor of Ancient Religions, University of Amsterdam, dalam: Dictionary of Deities and Demons in the Bible (2nd ed., Brill, 1999),
menjelaskan bahwa Milkom kemungkinan besar adalah dewa negara resmi bani Amon dan berfungsi sebagai simbol identitas politik serta religius kerajaan Amon.

Dalam dunia Timur Dekat Kuno, hampir setiap bangsa memiliki “dewa nasional”:

* Moab → Kamos
* Edom → Qaus
* Fenisia → Baal
* Amon → Milkom

Dewa nasional dianggap: pelindung kerajaan,  pemberi kemenangan perang, penjaga tanah, dan sumber legitimasi raja. Karena itu nama Milkom sangat erat dengan konsep kekuasaan kerajaan. Menariknya, dalam beberapa prasasti arkeologi Amon kuno, nama Milkom muncul dalam nama-nama pribadi raja dan pejabat. Ini menunjukkan bahwa penyembahan Milkom memang sangat sentral dalam kehidupan bangsa Amon.

Contohnya ditemukan bentuk nama:

“Abd-Milkom” artinya: “hamba Milkom.”

Ini sama seperti nama Ibrani:

“Obaja” = hamba Yahweh.

Artinya bangsa Amon benar-benar memandang Milkom sebagai ilah tertinggi mereka.

Sekarang bagian yang paling menarik adalah hubungan Milkom dengan Molokh/Molekh.

Dalam Alkitab, ada nama lain yang sangat mirip: מֹלֶךְ  Transliterasi: Mōlekh / Molekh / Molokh. Kata ini juga berasal dari akar: מלך yaitu: MLK = raja. Karena akar katanya sama, sejak zaman kuno banyak orang menganggap Milkom dan Molekh adalah dewa yang sama. Namun para ahli modern cukup berhati-hati. Mari lihat penjelasannya”

Ada tiga pandangan besar:

1. Milkom dan Molekh adalah dewa yang sama.

Pandangan ini cukup tua dan pernah dominan. Alasannya: akar katanya sama, sama-sama terkait bangsa Amon, sama-sama dikaitkan dengan praktik keji, dan muncul dalam konteks penyembahan berhala yang serupa. Terjemahan Yunani Septuaginta kadang memperlakukan nama-nama ini secara bercampur. Beberapa rabi Yahudi kuno juga menganggap Milkom = Molekh.

2. Milkom dan Molekh adalah dewa berbeda tetapi masih satu tradisi agama.

Ini pandangan yang paling banyak diterima sarjana modern sekarang. Menurut pandangan ini: Milkom adalah dewa nasional resmi Amon, sedangkan Molekh lebih berkaitan dengan ritual tertentu, khususnya pengorbanan anak. Jadi: Milkom → “dewa kerajaan”; Molekh → “kultus pengorbanan”

Dr. John Day, & Lady Margaret Hall, University of Oxford, dalam: Molech: A God of Human Sacrifice in the Old Testament  (Cambridge University Press, 1989), menjelaskan bahwa Milkom dan Molekh memang berkaitan dekat, tetapi bukti tekstual dan arkeologis menunjukkan keduanya kemungkinan tidak identik sepenuhnya.

3. “Molekh” bukan nama dewa, tetapi jenis persembahan.

Ini teori yang lebih modern dan cukup kompleks.

Beberapa ahli berpikir:
“Molekh” sebenarnya bukan nama ilah, melainkan istilah ritual korban api. Karena dalam teks Ibrani kuno, huruf hidup belum ditulis, maka “MLK” bisa dibaca: melek, molekh, milkom, tergantung vokalisasi kemudian.

Sebagian para ahli menduga para penyalin Yahudi sengaja memberi vokal tertentu untuk menghina praktik itu. Ada juga hubungan menarik dengan penghinaan teologis dalam bahasa Ibrani. Kata “Molekh” kemungkinan sengaja diberi vokal dari kata: בֹּשֶׁת Transliterasi: bōsheth. Artinya: “kehinaan” atau “aib.”

Jadi beberapa ahli menduga orang Yahudi sengaja mengubah pelafalan asli nama dewa itu sebagai bentuk penghinaan rohani.

Hal seperti ini memang terjadi dalam Alkitab.

Contohnya: “Ishbaal” diubah menjadi “Isyboset.”; “Meribaal” menjadi “Mefiboset.”

“Baal” diganti dengan “boset” untuk menghina penyembahan Baal. Kemungkinan pola yang sama dipakai pada Molekh.

Tentang praktik ibadahnya, baik Milkom maupun Molekh sering dikaitkan dengan ritual yang sangat mengerikan, terutama: pengorbanan anak, ritual api, dan upacara ekstrem kesuburan.

Imamat 18:21

Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Karena itu dalam tradisi Yahudi dan Kristen, Molekh/Molokh akhirnya menjadi simbol:

* kekejaman agama kafir,
* penyembahan yang menghancurkan kehidupan,
* dan pemberontakan manusia terhadap Allah.

Sedangkan Milkom dalam Alkitab lebih sering tampil sebagai:

* lambang kompromi politik dan rohani Israel dengan bangsa-bangsa sekitar.

Keduanya akhirnya menjadi gambaran besar tentang bagaimana bangsa Israel tergoda meninggalkan kesetiaan murni kepada TUHAN demi kekuatan politik, budaya, dan agama dunia sekitarnya.

Menurut arkeologi Timur Dekat Kuno, bangsa Amon memang memiliki sistem penyembahan dewa nasional. Penemuan prasasti-prasasti Amon kuno menunjukkan bahwa Milkom dianggap pelindung kerajaan dan simbol kekuasaan politik bangsa Amon.

Berikut penjelasan masing-masing ayat:

1. 1 Raja-raja 11:5

“Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon.”

Ayat ini muncul pada bagian paling tragis dalam kehidupan Raja Salomo. Di awal pemerintahannya, Salomo dikenal sebagai raja berhikmat yang mengasihi TUHAN. Namun pada masa tuanya, hatinya dibelokkan oleh istri-istri asingnya.

Konteks pasal ini sangat penting. Salomo tidak langsung meninggalkan TUHAN sepenuhnya, tetapi mulai mencampurkan penyembahan kepada TUHAN dengan ibadah kepada dewa-dewa bangsa lain. Inilah bentuk sinkretisme yang sangat dibenci Allah.

Milkom disebut sebagai “dewa kejijikan.” Istilah ini dalam bahasa Ibrani dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang najis secara rohani dan menjijikkan di hadapan Allah.

Dr. Walter Brueggemann, Professor Emeritus Columbia Theological Seminary, dalam “First and Second Kings” (Smyth & Helwys Publishing, 2000), menjelaskan bahwa dosa Salomo bukan sekadar masalah pribadi, tetapi merupakan pengkhianatan perjanjian nasional Israel kepada TUHAN.

Salomo bahkan membangun tempat-tempat ibadah bagi dewa-dewa asing di sekitar Yerusalem. Ini menunjukkan betapa jauh kemerosotan rohaninya. Raja yang membangun Bait Allah justru membuka jalan bagi penyembahan berhala di tanah kudus Israel.

2. Zefanya 1:5

“juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,”

Ayat ini berbicara mengenai dosa ganda Yehuda: mereka masih mengaku menyembah TUHAN, tetapi pada saat yang sama juga bersumpah demi Milkom.

Inilah inti sinkretisme rohani.

Mereka tidak meninggalkan agama Israel secara resmi, tetapi hati mereka terbagi. Mereka mencoba mempertahankan TUHAN sambil tetap memelihara kepercayaan kafir.

Nabi Zefanya hidup pada masa sebelum reformasi Raja Yosia mencapai puncaknya. Saat itu Yehuda dipenuhi praktik penyembahan berhala, astrologi, dan ibadah kafir.

“tentara langit” menunjuk pada penyembahan benda-benda langit seperti matahari, bulan, dan bintang-bintang. Praktik ini banyak dipengaruhi budaya Asyur dan Babel.

Dr. Peter C. Craigie, former Professor of Old Testament, University of Calgary, dalam “Twelve Prophets, Volume Two” (Westminster Press, 1985), menekankan bahwa masalah utama Yehuda bukan ateisme, tetapi loyalitas yang terbagi.

Secara lahiriah mereka tetap religius, tetapi secara hati mereka telah mendua.

3. Yeremia 49:1

“Mengenai bani Amon. Beginilah firman TUHAN: ‘Tidak adakah anak Israel, tidak adakah ahli warisnya? Mengapakah dewa Milkom memiliki Gad, dan bangsanya mendiami kota-kotanya?’”

Pasal ini adalah nubuat penghukuman terhadap bani Amon.

Wilayah Gad awalnya adalah milik suku Israel di sebelah timur Yordan. Namun bangsa Amon mendudukinya dan menganggap wilayah itu berada di bawah kuasa dewa mereka, Milkom.

Kalimat “Milkom memiliki Gad” sangat ironis. TUHAN mempertanyakan bagaimana mungkin dewa kafir dianggap menguasai tanah yang telah diberikan Allah kepada Israel.

Di dunia kuno, kemenangan militer sering dianggap bukti keunggulan dewa suatu bangsa. Jadi ketika Amon menduduki Gad, mereka mungkin merasa Milkom lebih kuat daripada Allah Israel.

Namun Yeremia menyatakan bahwa semua itu hanya sementara. TUHAN tetap pemilik sejati tanah tersebut.

Dr. J. A. Thompson, Professor of Old Testament at University of Melbourne, dalam “The Book of Jeremiah” (NICOT, Eerdmans, 1980), menjelaskan bahwa nubuat ini menyerang baik ambisi politik Amon maupun kesombongan religius mereka.

4. Yeremia 49:3

“Merataplah, hai Hesybon, sebab pembinasa telah maju menyerbu… sebab Milkom akan pergi ke dalam pembuangan bersama-sama dengan para imam dan pemuka-pemukanya.”

Ini salah satu ayat paling kuat mengenai ketidakberdayaan ilah palsu.

TUHAN menyatakan bahwa bukan hanya bangsa Amon yang akan dibuang, tetapi Milkom sendiri akan “pergi ke pembuangan.”

Tentu dewa itu bukan benar-benar hidup. Yang dimaksud adalah patung-patung berhala Milkom akan dibawa sebagai rampasan perang oleh bangsa penakluk.

Dalam budaya Timur Dekat Kuno, membawa patung dewa musuh adalah simbol penghinaan total terhadap bangsa yang dikalahkan.

Ayat ini menjadi satire ilahi yang sangat tajam:
dewa yang dianggap pelindung bangsa ternyata tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.

Dr. John Bright, Union Theological Seminary, dalam “Jeremiah” (Anchor Bible, Doubleday, 1965), menjelaskan bahwa Yeremia sengaja menggambarkan Milkom sebagai tawanan perang untuk menunjukkan kebodohan penyembahan berhala.

Berhala yang harus diangkut manusia tidak mungkin menyelamatkan manusia.

5. 2 Raja-raja 23:13

“Bukit-bukit pengorbanan … yang didirikan oleh Salomo … untuk Milkom … dinajiskan oleh raja.”

Ayat ini berbicara tentang reformasi besar Raja Yosia.

Ratusan tahun setelah Salomo membangun tempat ibadah bagi Milkom, tempat-tempat itu masih ada di sekitar Yerusalem. Ini menunjukkan betapa dalam pengaruh penyembahan berhala di Israel.

Yosia menghancurkan dan menajiskan tempat-tempat itu supaya tidak bisa dipakai lagi.

“Bukit Kebusukan” kemungkinan adalah sebutan penghinaan untuk Bukit Zaitun, tempat ibadah-ibadah kafir pernah berdiri.

Professor Richard D. Nelson, Southern Methodist University, dalam “First and Second Kings” (Interpretation Commentary, John Knox Press, 1987), mengatakan bahwa reformasi Yosia adalah usaha terakhir terbesar untuk memurnikan iman Israel sebelum kehancuran Yehuda oleh Babel.

Ayat ini juga menunjukkan akibat dosa Salomo yang bertahan lintas generasi. Satu kompromi rohani seorang pemimpin dapat meninggalkan kerusakan selama ratusan tahun.

6. 1 Raja-raja 11:33

“Sebabnya ialah karena ia telah meninggalkan Aku dan sujud menyembah … kepada Milkom …”

Ini adalah penjelasan langsung dari TUHAN mengenai alasan kerajaan Salomo akan dipecah setelah kematiannya.

Dosa penyembahan Milkom bukan sekadar pelanggaran ritual. Ini adalah tindakan meninggalkan TUHAN.

Perhatikan pola ayat ini:
“Asytoret … Kamos … Milkom …”

Ketiganya mewakili dewa bangsa-bangsa sekitar Israel:
Sidon, Moab, dan Amon.

Israel dipanggil menjadi umat kudus yang berbeda dari bangsa-bangsa lain. Tetapi Salomo justru membawa agama-agama bangsa itu masuk ke dalam kehidupan nasional Israel.

Dr. Iain Provan, Regent College Vancouver, dalam “1 and 2 Kings” (Understanding the Bible Commentary Series, Baker Books, 1995), menjelaskan bahwa inti dosa Salomo adalah kegagalan menjaga kesetiaan eksklusif kepada TUHAN.

Dalam teologi Perjanjian Lama, hati yang terbagi adalah bentuk ketidaksetiaan rohani.

Dari seluruh ayat tentang Milkom, ada pola yang sangat jelas:

* Milkom selalu dikaitkan dengan kompromi rohani.
* Penyembahan Milkom muncul ketika umat Allah mulai meniru dunia sekitar.
* Alkitab menggambarkan Milkom sebagai dewa yang akhirnya tidak berdaya.
* TUHAN menunjukkan bahwa ilah-ilah bangsa tidak dapat menyelamatkan siapa pun.

Seluruh rangkaian ini menjadi peringatan besar dalam sejarah Israel:
penyembahan yang bercampur akhirnya menghancurkan kesetiaan kepada Allah yang benar.