Habakuk 1 Part 2 tentang “Orang benar akan hidup oleh iman” Seri Nabi Kecil

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai rancangan Tuhan dalam diri bangsa Israel dan bangsa Babel, sekaligus mengajar kita, bahwa orang benar akan hidup oleh iman. Kiranya Tuhan memberikan kita hikmat dan pengertian untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Orang benar akan hidup oleh iman

Habakuk 1:5–2:5 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Sesuai yang telah kita baca dalam pengantar kitab Habakukdemi memahami hal tersebut, mari kita ikuti pembacaan ayat firman Tuhan berikut ini:

Habakuk 1:2-11

Penghukuman yang dijalankan oleh orang Kasdim

5 Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim,

  • bangsa yang garang dan tangkas itu,
  • yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka.
  • Bangsa itu dahsyat dan menakutkan; keadilannya dan keluhurannya berasal dari padanya sendiri.
  • Kudanya lebih cepat dari pada macan tutul, dan lebih ganas dari pada serigala pada waktu malam;
  • pasukan berkudanya datang menderap, dari jauh mereka datang,
  • terbang seperti rajawali yang menyambar mangsa.
  • Seluruh bangsa itu datang untuk melakukan kekerasan, serbuan pasukan depannya seperti angin timur, dan mereka mengumpulkan tawanan seperti banyaknya pasir.
  • Raja-raja dicemoohkannya dan penguasa-penguasa menjadi tertawaannya. Ditertawakannya tiap tempat berkubu, ditimbunkannya tanah dan direbutnya tempat itu.
  • Maka berlarilah mereka, seperti angin dan bergerak terus;

Mari kita pelajari ayat-ayat bacaan di atas:

Dalam Habakuk 1:5 Allah hendak menunjukkan kepada segala bangsa untuk mereka perhatikan, bahwa mereka semua akan terkejut dan terkagum-kagum, karena yang diperbuat Allah belum pernah dilakukan-Nya sebelumnya. Apa itu?

Allah akan memberikan kekuatan-Nya kepada bangsa Babel yang jahat dan kejam, untuk melintasi seluruh permukaan bumi dan menduduki tempat-tempat yang bukan milik mereka. Bangsa itu adalah bangsa yang gagah perkasa dan dahsyat. Kekuatan militernya tidak terkalahkan. Allah melihat bahwa apa saja yang diakukan mereka semata-mata untuk kepentingan mereka sendiri. Semua mereka keinginannya selalu berbuat kejahatan. Mereka tidak lagi takut pada kuasa manapun di dunia ini, mereka bahkan menertawakan raja-raja dan penguasa bangsa-bangsa lainnya, karena dengan mudahnya mereka menerobos dan menguasai kota-kota mereka. Bangsa itu akan bagaikan angin yang melintas dengan cepat.

Akan tetapi ayat tersebut tidak happy ending, karena ternyata di akhir perikop tersebut, Allah berfirman dalam Habakuk 1:11:

Maka berlarilah mereka, seperti angin dan bergerak terus; demikianlah mereka bersalah dengan mendewakan kekuatannya.

dalam bahasa Ibrani:

אָ֣ז חָלַ֥ף ר֛וּחַ וַיַּֽעֲבֹ֖ר וְאָשֵׁ֑ם ז֥וּ כֹח֖וֹ לֵֽאלֹהֽוֹ: Transliterasi: ‘āz ḥālap̄ rūaḥ wayya’ăḇōr wə’āšēm zū ḵōḥō lêlōhō Terjemahan bebas: Kemudian ia melesat bagaikan angin dan terus melintas, lalu ia menjadi berdosa karena menganggap kekuasaannya sendiri sebagai tuhannya.

New English Translation:

They sweep like the wind and pass on.But the one who considers himself a god will be held guilty.Terjemahan bebas: Mereka bergerak seperti angin dan melintas. Tetapi siapa yang menganggap dirinya sendiri seorang dewa akan dianggap bersalah.

King James Version:

Then shall his mind change, and he shall pass over, and offend, imputing this is power unto his god. Terjemahan bebas: Kemudian pikirannya akan berubah, dan dia akan berpaling dan berbuat dosa, dengan menganggap ini sebagai kuasa dari dewanya.

Jadi apa benang merah dari firman Tuhan di atas? Allah memberikan kekuatan kepada bangsa Babel untuk menghukum bangsa Israel, dengan tujuan untuk menyadarkan mereka agar berbalik dari kesalahan dan dosa mereka. Namun, di sisi lain sesungguhnya Allah berkehendak, bahwa bangsa Babel pun akan menjadi bangsa yang taat dan berbakti kepada-Nya. Apa yang terjadi, berbeda dengan kehendak Allah, yaitu bangsa Babel merasa kekuatan mereka itu berasal dari dewanya atau datang dari dirinya, bahkan menyamakan diri mereka sendiri dengan dewa. Ini salah kaprah.

Dalam doa lanjutannya (Habakuk 1:12-17), Nabi Habakuk mengakui bahwa Bangsa Babel dipilih dan diberi kuasa sehingga menjadi perkasa untuk menghukum bangsanya. Akan tetapi, Nabi Habakuk sangat menyayangkan bahwa bangsa Babel menjadi durhaka dan tidak tahu terima kasih dengan melakukan kekejaman dengan sadis. Bukan itu yang diinginkan Allah terhadap bangsa Babel, dalam rangka menghukum bangsa Israel dan waktu mereka menduduki bangsa lainnya.

Nabi Habakuk mengibaratkan bangsa Babel seperti menjala ikan di laut dan setelah mereka mendapat ikan itu, mereka bersenang-senang dengan hasil mereka itu. Akan tetapi yang menjijikkan adalah, bahwa mereka ‘menyembah’ jala yang membuat mereka berhasil itu, Mereka tidak berterima kasih pada Allah Yang memberikan ‘Jala’ untuk menangkap ikan tersebut.

Selanjutnya Allah berkenan menjawab doa dari Nabi Habakuk dalam Habakuk 2:1-4, yaitu bahwa Allah memerintahkan untuk ‘mendokumentasikan’ firman-Nya pada “loh” (kepingan tanah liat/tablet), sehingga orang yang membacakan/memberitakannya dapat dengan mudah membacanya. Mengapa? Karena tulisan pesan Allah itu, akan menjadi saksi dan bukti dari Perintah yang dinyatakan oleh Allah. Allah juga menegaskan, bahwa pesan-Nya itu mungkin belum langsung tergenapi, tapi nabi harus sabar, bahwa semuanya pasti akan terjadi dan berlalu, tidak akan terlambat datang.

Ayat bacaan kita hari ini, berisi pesan Allah mengenai mutlaknya setiap manusia yang menjalankan setiap perintah-Nya, memiliki iman percaya akan rancangan-Nya yang mulia dalam kehidupan ini, sekalipun saat ini kita belum memahami secara jelas. Kiranya Roh Kudus membimbing kita untuk dapat memahami firman Tuhan tersebut.

Tuhan Yesus memberkati

Ayat emas:

Habakuk 2:4

[TB-LAI]Sesungguhnya orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

[NET – terjemahan bebas]Lihatlah, orang yang kehendak hatinya tidak lurus, akan pingsan karena kelelahan, tetapi orang yang penuh dengan integritas dan kebenaran, akan hidup karena imannya.

[BIMK-LAI]Dan ingatlah: Orang yang jahat tidak akan selamat, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah akan hidup karena kesetiaannya kepada Allah.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis:
“Orang benar akan hidup oleh iman.”

Roma 1:17