Something Different
When God Renames You
Ps. Landong Siringo
IFGF Bekasi
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai When God Renames You (ketika Allah mengganti nama kita).
Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.
Kejadian 17:4-8 (TB)
4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Kejadian 17:4-8 (TB)
4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
Apa yang dijanjikan Allah itu mustahil menurut Hukum Alam. Sarai sudah mati haid berumur 90 tahun. Abraham 100 tahun. Menurut Medis Kedokteran tidak mungkin.
Allah memberi identitas baru:
1. Nama diberikan – – > ” Aku akan”
Tuhan tidak memulai perubahan dari apa yang kita lakukan, tetapi dari siapa kita di hadapan-Nya. Jadi kita berharga di mata Allah, makanya Allah berkenan mengubah kita jadi serupa dengan Gambar dan Rupa Allah.

Allah punya rancangan yang tidak bisa dipahami manusia.
Tantangan terbesar bukan hanya menerima janji Allah, namun menerima di tengah situasi dan kondisi yang sangat tidak mungkin kita bisa percaya akan janji itu.
Ibrani 11:1 (TB)
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Jika “Anak perjanjian” itu tidak dilahirkan dari perut Sarai, maka janji Allah itu sama dengan janji manusia. Itu sesuai logika manusia. Sarai menganggap janji Allah terlaksana seperti itu, hingga ia memberikan hambanya, Hagar sebagai saluran kelahiran anaknya. Itulah manusia. Percaya tapi pakai Logika.
Allah mau mendidik Abram menjadi orang yang 100% percaya kepada Allah dan janji-Nya. Allah mengubah Sarai bisa subur lagi dan bisa mengandung. Umur 90 tahun, susah mati haid, bisa melahirkan. Itulah Janji Allah, digenapi dengan cara yang di luar hukum Alam.
Dengan kejadian ini, Abram diubah namanya menjadi Abraham, Sarai menjadi Sara, bukan tanpa maksud. Allah mau menunjukkan, bahwa perubahan nama itu bukanlah sekedar mengubah nama, tapi mengubah IDENTITAS mereka. Dari orang yang percaya DENGAN melihat bukti, menjadi orang yang percaya Tanpa masuk logika Hukum Alam sekalipun.

Identitas kita berasal dari rancangan Allah.
Hidup kita tidak berasal dari kenyataan yang sedang terjadi, melainkan berasal dari Rancangan Allah dalam hidup kita.
Daud kecil hanya seorang gembala 2-3 ekor domba ayahnya. Masih muda, pipinya kemerahan. Ia dipandang rendah ayahnya. Tidak dipilih ayahnya waktu Samuel mencari orang yang diurapi Allah untuk menjadi raja Israel. Namun, inilah kesaksian Daud sendiri:
1 Samuel 17:34-37 (TB)
34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”
37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”
2. Allah mau kita memberi respons yang baru

Ketika Allah memberikan kehendak bebas bagi manusia, maka dituntut untuk mentaati aturan, bukan bebas liar.
Kehendak manusia cenderung kepada kejahatan, sehingga Kristus harus mati dan mengubah identitas diri kita menjadi orang baru.
I have decided to follow Jesus, no turning back.
Kejadian 17:21-23 (TB)
21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.
23 Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.
Kalau hari ini kita masih penakut, respons kita harus berubah. Menghadapi sesuatu yang menakutkan, bukan lagi melarikan diri, tetapi duduk bertelut di kaki Allah. Itulah respons yang baru.
Identitas baru itu bukan hanya “dipercayai”, tapi untuk dijalani dalam keseharian kita.

Rencana Allah akan terlaksana dalam ketaatan dalam melaksanakan firman Allah, tanpa mengerti.
God is Good all the time, Allah the time God is Good.
Inilah perkataan yang wajib kita katakan dalam setiap perkara.
Mungkin saat ini posisi kita berada “di bawah”, namun Allah menyiapkan kita untuk suatu “Promosi”.
Daud dipromosikan Allah dari Gembala kecil, menjadi seorang raja besar. Identitasnya baru dan melakukan banyak terobosan dahsyat dalam hidupnya.
Kuncinya adalah kesediaan untuk berjalan dengan Identitas baru, walaupun janji belum digenapi.
Daud melawan Goliath, memakai Nama Allah sebagai “Perisai” nya, setelah ia diurapi. Ia memakai identitas barunya, walaupun saat itu sesungguhnya ia masih tetap gembala domba. Daud mau dipakai Allah untuk mengokohkan identitasnya yang baru.
Apa yang tidak mungkin bagi manusia, semuanya mungkin bagi Allah.
Matius 19:26 (TB) Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Kejadian 18:4
Amin.


