Allah memulihkan umat-Nya

Yoel 3 tentang “Hukuman Allah terhadap musuh-musuh umat-Nya” Seri Nabi Kecil

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai rencana TUHAN, Allah Semesta Alam untuk mengembalikan dari tanah pembuangan, yaitu umat-Nya Israel dan Yehuda, serta membalas kejahatan bangsa-bangsa yang telah melakukkan kejahatan terhadap mereka. Kiranya Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengertian-Nya bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Yoel 3 <– Klik di sini untuk membaca ayat

Dari ayat bacaan di atas, dapat kita saksikan bahwa Allah sungguh murka kepada bangsa-bangsa yang telah berbuat jahat kepada umat-Nya yaitu Israel dan Yehuda. Allah berjanji akan membalikkan keadaan para musuh-musuh yang tidak menghormati-Nya, hingga mereka akhirnya akan dijadikan tawanan oleh bangsa Israel, dan akan dijual lagi kepada bangsa lainnya.

TUHAN, Allah Semesta Alam telah berjanji akan menjadi tempat perlindungan dan benteng bagi Israel. Selama 70 tahun di tanah pembuangan, bangsa Israel mungkin telah berganti generasi, sehingga membentuk suatu generasi yang lahir sebagai “budak yang lemah”. Jika kita perhatikan di ayat

TUHAN, Allah Semesta Alam telah berjanji akan menjadi tempat perlindungan dan benteng bagi Israel. Selama 70 tahun di tanah pembuangan, bangsa Israel mungkin telah berganti generasi, sehingga membentuk suatu generasi yang lahir sebagai “budak yang lemah”. Jika kita perhatikan dalam Yoel 3:9-13 maka kita ketahui, bahwa Allah membangkitkan semangat mereka yang sudah lemah.

Allah berjanji akan memulihkan keadaan Israel dan tetap akan menjadi perlindungan bagi mereka. Penghakiman akan dilakukan terhadap para musuh-musuh Allah di lembah Yosafat (lembah pengadilan Allah), Allah berjanji memulihkan keadaan Israel menjadi makmur kembali pada waktunya.

Apa yang ditunjukkan dalam Hosea 3 adalah bahwa kasih Allah tidak berhenti pada kegagalan manusia. Meskipun umat-Nya berulang kali tidak setia, Allah tetap mencari yang terhilang, menebus yang berdosa, dan memulihkan yang telah terpuruk. Kesetiaan-Nya melampaui akal dan logika, dan kasih-Nya tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu.

Sikap Allah ini menjadi panggilan bagi kehidupan saat ini untuk hidup dalam kekudusan dan kesetiaan, menghargai kasih penebusan-Nya, serta membangun relasi dengan Tuhan bukan karena takut, melainkan karena kesadaran bahwa manusia telah lebih dahulu dikasihi.

Yoel 3:15-16

Amin.


Tanggapan Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *