Shaloom Bapak/Ibu Saudara/i yang dikasih oleh Tuhan Yesus Kristus. Dalam kesempatan ini, kita akan merenungkan firman Tuhan yang tentang janji Allah bagi umat yang bertobat, serta janji Allah mengenai suatu kehidupan yang baru di masa yang akan datang. Kiranya Tuhan Yesus memberi kita hikmat dan pengetahuan-Nya agar kita dapat memahami firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Yoel 1:1-2:32 <– Klik di sini untuk membaca seluruh ayat dalam satu Thema
Setelah sebelumnya kita membahas “Seruan Allah agar bertobat dan berbalik dari jalan yang jahat” dalam Yoel 2:12-17 dalam Part 2, maka sekarang kita akan membahas bagian berikutnya:
Yoel 2:18-32
Janji TUHAN kepada bangsa yang bertobat
2:18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.
2:19 TUHAN menjawab, kata-Nya kepada umat-Nya:
“Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu gandum, anggur dan minyak, dan kamu akan kenyang memakannya; Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara bangsa-bangsa. 2:20 Yang datang dari utara itu akan Kujauhkan dari padamu, dan akan Kuusir ke suatu negeri kering dan tandus, barisan mukanya ke laut timur, dan barisan belakangnya ke laut barat, maka bau busuknya dan bau anyirnya akan naik, sebab ia telah melakukan perkara yang besar.
2:21 Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga TUHAN telah melakukan perkara yang besar! 2:22 Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.
2:23 Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. 2:24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. 2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. 2:26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.
2:27 Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.“
Seperti kita ketahui bersama bahwa TUHAN, Allah Maha Kasih dan Penyayang, sesungguhnya sangat rindu ingin memeluk umat-Nya yang disayangi. Ia sungguh ingin umat-Nya berbalik kepada-Nya dan menjadi umat-Nya yang tidak mengalami kesengsaraan. Allah berjanji akan memberkat mereka dengan kecukupan dalam segala kebutuhan mereka, digambarkan dalam bentuk gandum (makanan), anggur (sukacita dan kebahagiaan) serta minyak (urapan kemuliaan-Nya). Allah akan memulihkan mereka menjadi suatu bangsa yang kembali memiliki harga diri dan mengembalikan kemuliaan-Nya dalam umat-Nya.
Berikut adalah rancangan Allah yang mulia bagi umat-Nya di masa yang akan datang:
Hari TUHAN
2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-Penglihatan. 2:29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.
2:30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 2:31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.
2:32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”
Yoel 2:28–32 merupakan bagian yang sangat penting dalam kitab Yoel karena bagian ini mengalihkan fokus dari pemulihan Israel setelah bencana belalang menuju rencana Allah yang lebih luas di masa depan. Nabi Yoel berbicara tentang suatu zaman ketika Allah sendiri akan bertindak secara langsung dalam sejarah manusia: Ia mencurahkan Roh-Nya, mengguncang kosmos, dan membuka jalan keselamatan bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Dengan demikian, bagian ini tidak hanya berbicara tentang Israel pada zaman Yoel, tetapi tentang tahap-tahap besar dalam rencana penebusan Allah yang melampaui zaman nabi tersebut.
Beberapa hal yang menjadi pokok pikiran utama:
1. Pencurahan Roh Allah ke atas semua manusia
Dalam Perjanjian Lama, Roh Allah biasanya diberikan secara terbatas kepada nabi, raja, atau pemimpin tertentu. Namun Yoel menubuatkan perubahan besar: Roh itu akan dicurahkan “ke atas semua manusia,” tanpa dibatasi usia, jenis kelamin, atau status sosial. Anak-anak, orang tua, bahkan hamba laki-laki dan perempuan akan menerima karunia Roh. Ini menandakan suatu zaman baru ketika Allah mendekat kepada umat-Nya secara lebih langsung dan universal.
Banyak teolog melihat nubuat ini sebagai salah satu teks paling penting mengenai karya Roh Kudus dalam Alkitab.
George Adam Smith, D.D., LL.D., Professor of Hebrew and Old Testament Exegesis at the Free Church College, Glasgow, dalam bukunya The Book of the Twelve Prophets (London: Hodder & Stoughton, 1896), menjelaskan bahwa nubuat Yoel ini menggambarkan “perluasan karunia Roh dari kelompok kecil pemimpin rohani kepada seluruh umat Allah,” suatu perubahan besar dalam relasi antara Allah dan umat-Nya.
John Calvin, Reformer of Geneva, dalam Commentaries on the Twelve Minor Prophets, Volume 1 (Edinburgh: Calvin Translation Society, 1846). Calvin menulis bahwa Yoel sedang menubuatkan suatu masa ketika Allah “tidak lagi memberikan Roh-Nya hanya kepada beberapa orang pilihan seperti pada zaman para nabi, tetapi kepada seluruh tubuh umat-Nya.” Bagi Calvin, nubuat ini menunjuk kepada era Injil ketika Allah bekerja lebih luas di tengah umat manusia.
2. Tanda-tanda kosmis yang mengerikan
Akan terlihat tanda-tanda kosmis yang mengerikan, berupa darah, api, asap, matahari menjadi gelap, dan bulan menjadi darah. Gambaran ini sering muncul dalam literatur nubuat sebagai bahasa simbolis yang menunjuk kepada intervensi Allah yang besar dalam sejarah. Tanda-tanda ini menandai datangnya “hari TUHAN,” yaitu saat ketika Allah menghakimi kejahatan dan menegakkan pemerintahan-Nya.
Seorang teolog melihat nubuat ini sebagai suatu pesan Ilahi:
Douglas Stuart, Ph.D., Professor of Old Testament at Gordon-Conwell Theological Seminary, dalam komentarnya Hosea–Jonah (Word Biblical Commentary, Vol. 31) (Waco: Word Books, 1987), menjelaskan bahwa tanda-tanda kosmis seperti ini dalam kitab para nabi berfungsi untuk menggambarkan “perubahan dramatis dalam tatanan dunia ketika Allah bertindak untuk menyelamatkan umat-Nya dan menghukum kejahatan.”
3. Janji keselamatan Allah
Ayat ini menutup seluruh rangkaian nubuat di atas, dengan janji keselamatan yang sangat luas maknanya, yaitu “Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan.” Kalimat ini menunjukkan bahwa rencana Allah bukan hanya untuk satu bangsa, tetapi terbuka bagi siapa saja yang datang kepada-Nya dengan iman. Keselamatan tidak lagi terbatas pada identitas etnis Israel, melainkan pada respons iman kepada Allah.
Yoel 2:28–32 kemudian dikutip secara langsung oleh Rasul Petrus dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam khotbahnya pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:16–21), dan rasul Paulus mengutip Yoel 2:32 dalam Roma 10:13 untuk menegaskan bahwa keselamatan tersedia bagi semua orang yang berseru kepada Tuhan.
Oleh karena itu, banyak teolog melihat Yoel 2:28–32 sebagai jembatan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Nubuat ini mulai digenapi pada peristiwa Pentakosta ketika Roh Kudus dicurahkan kepada jemaat mula-mula, tetapi juga menunjuk kepada penggenapan yang lebih penuh pada masa depan ketika Allah menyelesaikan rencana keselamatan-Nya.
Jika dilihat dalam terang keseluruhan Alkitab, bagian ini mengungkap tiga tahap besar rancangan Allah:
- Pencurahan Roh yang dimulai pada zaman gereja;
- Masa kesaksian umat Allah di dunia;
- Kedatangan hari TUHAN yang membawa penghakiman sekaligus keselamatan bagi mereka yang berseru kepada-Nya.
Dengan demikian, firman Tuhan di atas, tidak lagi hanya berbicara tentang masa depan bangsa Israel saja, namun juga menunjukkan “Grand Design“ Allah dalam kehidupan manusia untuk menyelamatkannya dari kematian kekal.
Allah berkenan mendekat kepada manusia melalui Anak-Nya Yang Tunggal Tuhan kita Yesus Kristus, hingga pada waktunya kelak, dunia akan menghadapi penghakiman Allah, namun keselamatan diberikan kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya.
Sebab Allah tidak mengutus Anak-Nya
ke dalam dunia untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkan dunia
oleh Dia.
Yohanes 3:17
Amin.


Leave a Reply