Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Part ke-2 ini kita akan melihat bagaimana TUHAN, Allah Semesta Alam menyerukan kepada jemaat yang dikasihi-Nya untuk segera bertobat dan berbalik dari jalan mereka yang jahat. Kiranya Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengertian-Nya bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Yoel 1:1-2:32 <– Klik di sini untuk membaca ayat secara keseluruhan
Dari ayat-ayat bacaan di atas, maka sebagai bagian Part 2 ini, kita mendapat pesan Allah sebagai berikut:
Yoel 2:12–17 — Seruan Allah agar bertobat dan berbalik dari jalan yang jahat
Di tengah ancaman hukuman, Tuhan membuka jalan pemulihan: jika umat kembali kepada-Nya dengan hati yang hancur dan sungguh-sungguh, Ia akan memulihkan negeri mereka.
a. Seruan untuk bertobat
Yoel 2:12-14 Allah memberikan perintah-Nya bagi umat yang disayangi-Nya, agar mereka berbalik kepada-Nya (dari segala dosa dan kesalahan mereka, bukan dengan asal bicara, tapi) dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis (penuh penyesalan) dan dengan mengaduh (karena merasa takut akan segala kesalahan yang telah dilakukan).
Nabi Yeremia menambahkan lagi, yaitu agar bangsa Israel masuk dalam masa perkabungan dengan mengoyakkan hati mereka (jangan pakaian). Ini menarik, karena Nabi Yeremia mengenal sifat mereka yang mungkin pernah bertobat sambil berkabung, tapi hanya “show” saja, tidak dengan kesungguhnya. Itulah sebabnya, Nabi menegaskan bahwa jangan sampai mereka menangis berkabung hanya dalam tradisi saja, melainkan wujud penyesakan yang keluar dari dalam hati yang penuh kesungguhuhan.
Nabi Yeremia mengingatkan umat Israel dan Yehuda untuk berbalik kepada TUHAN, Allah mereka, yang Maha Pengasih dan Penyayang, sekalipun jahat dan licik mereka, Allah tetap panjang sabar dan berlimpah kasih setia, serta Allah menyesal telah menjatuhkan hukuman-Nya.
Karena sangat memahami sifat Allah, Nabi Yeremia mengajarkan, bahwa pertobatan itu, besar kemungkinannya akan melunakkan hati Allah, sehingga Ia mau berbalik dan menyesal dan ditinggalkan-Nya Berkat berkelimpahan, hingga bangsa itu dapat mempersembahkan kurban anggur dan gandum bagi TUHAN, Allah mereka.
b. Perkumpulan raya
Dari Yoel 2:15-17 dapat kita lihat bahwa Nabi Yeremia memerintahkan seluruh umat Israel untuk mengadakan pertobatan Nasional, di mana harus ditiup sangkakala di Sion, memaklumatkan puasa yang kudus, seluruh rakyat berkumpul seluruhnya dalam perkumpulan raya.
Dalam perkumpulan raya tersebut, seluruh jemaat umat Allah, harus berkumpul untuk dikuduskan, seluruh umat wajib berkumpul: orang tua, bayi-bayi, anak-anak, pengantin baru sekalipun, imam dan pelayan Tuhan, semua sama di hadapan Allah, diajak untuk menangis, memohon kepada Allah, agar Ia berkenan menyayangi mereka agar tidak menjadi cela dan direndahkan di hadapan musuh-musuh Allah yang menghina-Nya.
Demi kita melihat ayat bacaan di atas, maka bagi orang percaya pada masa sekarang perlu dipahami, bahwa ketika datang menghadap Allah untuk menaikkan puji-pujian dan penyembahan—baik secara pribadi maupun dalam persekutuan ibadah jemaat—setiap orang perlu terlebih dahulu membawa hati yang bertobat dengan sungguh-sungguh. Penyembahan yang sejati tidak hanya dinyatakan melalui kata-kata atau nyanyian, tetapi melalui hati yang merendahkan diri di hadapan Tuhan, yang rindu mencari perkenan-Nya. Dengan sikap hati seperti itulah persembahan pujian dan penyembahan dapat berkenan dan diterima oleh Allah.
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
2 Tawarikh 7:14
Amin.


Leave a Reply