Mazmur 112 Part 2 tentang "keteguhan hati orang-orang yang takut akan TUHAN" by Febrian

03 April 2025

Success photo created by wirestock - www.freepik.com

Mazmur 112 Part 2 tentang "keteguhan hati orang-orang yang takut akan TUHAN"

Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai keteguhan hati dari orang-orang yang hidupnya takut akan TUHAN dan mengenal segala kehendak-Nya. 

Semoga Tuhan memberikan pemahaman dan hikmat-Nya bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Mazmur 112:1-10 [TB] <-- Klik di sini untuk membaca keseluruhan ayat

Mazmur 112:7-10

7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, 
hatinya tetap penuh kepercayaan kepada TUHAN. 
8 Hatinya teguh, ia tidak takut, 
sehingga ia memandang rendah para lawannya. 
9 Ia membagi-bagikan, 
ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, 
tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 
10 Orang fasik melihatnya, 
lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; 
keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Mazmur di atas menggambarkan kehidupan orang benar yang hidup dalam takut akan Tuhan. Allah memberikan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan, ajaran untuk bermurah hati terhadap sesama, serta Ia menjadikan keberhasilan orang benar menjadi batu sandungan bagi orang fasik.

Orang benar tidak takut terhadap hal yang menakutkan, karena hatinya berpegang teguh kepada Tuhan. Kepercayaan ini bukan sekadar optimisme kosong, melainkan keyakinan yang berasal dari pengalaman akan kesetiaan kepada Tuhan. Dalam situasi yang sulit sekalipun, mereka tetap tenang dan tidak gentar, karena mereka tahu bahwa Tuhan lah yang tetap memegang kendali.

Keteguhan hati ini, berbuah dalam tindakan nyata, yaitu mereka tidak hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi juga bermurah hati kepada orang miskin. Itu semua berasal dari kasih Tuhan yang mereka terima dan pemahaman untuk menjadi kesaksian bagi dunia. Kebaikan mereka tidak akan pudar, melainkan akan dikenang sepanjang masa.

Namun pada kenyataannya, sejalan dengan itu, tidak semua orang dengan rela menyambut keberhasilan orang benar dengan sukacita. Orang-orang fasik justru merasa sakit hati dan iri. Mereka akan menggertakkan gigi dalam kemarahan, walaupun akhirnya, keinginan mereka akan menjadi sia-sia karena mereka sendiri akan menuju kebinasaan. Hal ini mengingatkan kita, bahwa kehidupan tanpa Tuhan pasti akan membawa kehancuran.

Jadi sebagai kesimpulannya, kita diajak untuk tetap beriman kepada Tuhan, selalu berbagi dengan sesama, serta tidak takut menghadapi tantangan hidup, sebab Tuhan sendiri lah yang akan meninggikan orang yang hidup dalam kebenaran-Nya.

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

1 Korintus 15:58 

Amin.

Komentar

Postingan Populer