Mazmur 111 tentang "Memiliki hikmat dari TUHAN, agar tetap beriman kepada-Nya" Seri Mazmur by Febrian
01 April 2025
Lifestyle: authentic book club scenes photo created by freepik - www.freepik.comMazmur 111 tentang "Memiliki hikmat dari TUHAN, agar tetap beriman kepada-Nya" Seri Mazmur
Mazmur 111 <-- Klik di sini untuk membaca keseluruhan pasal
Mazmur 111:1-4
Kebajikan Allah
Pemazmur bersama dengan kumpulan orang-orang benar, dengan segenap hati menaikkan pujian kepada Allah, sebagai ungkapan rasa syukurnya atas perbuatan-perbuatan besar TUHAN dalam hidup mereka.
Kebanyakan orang Kristen zaman sekarang, mengalami kesulitan dalam mencari hal baik dalam hidupnya, sebagai alasan untuk mengucap syukur kepada Allah. Hal ini menunjukkan, bahwa jauh lebih sulit lagi mengucap syukur dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Dalam mazmur 111 ini, raja Daud mengingatkan kita bersama untuk mengingat perbuatan-perbuatan besar TUHAN, bagi kita, sebagai dasar iman kita, bahwa Allah tetap menyertai kita dalam kondisi apapun.
Mazmur 111:5-6
Melalui Mazmur ini kita Sebagai orang-orang yang takut akan TUHAN, diingatkan juga bahwa Ia memberikan rezeki kepada kita.
Allah senantiasa mengingat perjanjian-Nya kepada umat manusia, bahkan memberikan milik pusaka dari bangsa-bangsa kesayangan-Nya.
Jadi buat orang-orang yang merasa khawatir akan hari esok, akan apa yang hendak dimakan dan dipakai, percayakan semuanya kepada TUHAN, Allah Semesta Alam yang janji-Nya tidak akan gagal. Ia akan memelihara umat kesayangan-Nya.
Mazmur 111:7-9
TUHAN, Allah melalui Mazmur ini mengingatkan bahwa Ia telah melakukan perbuatan kebenaran dan keadilan, yang kokoh untuk seterusnya dan selamanya. Ia juga membebaskan umat-Nya dan meneguhkan Janji-Nya dengan umat kesayangan-Nya.
Apa saja janji TUHAN bagi umat-Nya:
Berikut beberapa ayat yang berisi janji Tuhan kepada umat manusia dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru:
A. Perjanjian Lama
- Kejadian 9:13 – "Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi." (Janji Allah kepada Nuh bahwa Ia tidak akan membinasakan bumi dengan air bah lagi.)
- Kejadian 12:2-3 – "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Janji Allah kepada Abraham tentang keturunannya dan berkat bagi seluruh bangsa.)
- Ulangan 31:8 – "Sebab TUHAN, Dialah yang berjalan di depanmu, Ia sendiri akan menyertai engkau, Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." (Janji penyertaan Allah kepada umat-Nya.)
- Yeremia 29:11 – "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Janji Allah tentang masa depan penuh harapan bagi umat-Nya.)
B. Perjanjian Baru
- Matius 11:28-29 – "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Janji Yesus tentang kelegaan bagi yang datang kepada-Nya.)
- Yohanes 3:16 – "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Janji keselamatan bagi yang percaya kepada Yesus.)
- Yohanes 14:2-3 – "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." (Janji Yesus tentang kehidupan kekal bersama-Nya.)
- Roma 8:28 – "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Janji bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi Allah.)
- Ibrani 13:5 – "...Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Janji Allah tentang penyertaan-Nya yang kekal.)
- Wahyu 21:4 – "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Janji Allah tentang kehidupan baru tanpa penderitaan di langit dan bumi yang baru.)
Dalam semua janji TUHAN tersebut, Ia ingin mengajarkan bahwa sangat memerlukan Hikmat dan Pengetahuan, agar selalu sadar, bahwa Janji Allah tidak pernah berubah dalam menunjukkan kasih, kesetiaan, dan rencana keselamatan Allah bagi umat manusia sejak awal hingga akhir zaman.
Berikut beberapa ayat yang sesuai dengan pernyataan bahwa manusia sangat memerlukan hikmat dan pengetahuan agar selalu sadar bahwa janji Allah tidak pernah berubah dalam menunjukkan kasih, kesetiaan, dan rencana keselamatan-Nya sejak awal hingga akhir zaman:
Hikmat dan Pengetahuan asalnya hanya dari Allah saja:
-
Amsal 2:6 –
"Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang
pengetahuan dan kepandaian."
→ Allah sendiri adalah sumber hikmat dan pengetahuan yang sejati.
-
Yakobus 1:5 –
"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia
memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan
murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan
diberikan kepadanya."
→ Allah mengundang manusia untuk meminta hikmat agar dapat memahami kebenaran-Nya.
-
Hosea 4:6 –
"Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah..."
→ Tanpa pengetahuan akan Allah dan janji-janji-Nya, manusia akan tersesat.
Dengan hikmat Allah, maka kita akan menyadari bahwa Janji Allah Tidak akan pernah Berubah dari dulu, sekarang, hingga selama-lamanya:
-
Bilangan 23:19 –
"Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia,
sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau
berbicara dan tidak menepatinya?"
→ Janji Allah kekal dan tidak berubah seperti manusia yang bisa ingkar janji.
-
Mazmur 33:11 –
"Tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya
turun-temurun."
→ Rencana keselamatan Allah bagi manusia bersifat kekal.
-
Ibrani 6:17-18 –
"Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang beroleh bagian dalam
janji itu, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua
kenyataan yang tidak berubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta,
kita yang mencari perlindungan beroleh dorongan yang kuat untuk
menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita."
→ Allah tidak mungkin berdusta, dan janji-Nya adalah kepastian bagi manusia.
-
Ratapan 3:22-23 –
"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
→ Kasih dan kesetiaan Allah selalu baru dan tidak pernah berubah.
-
Roma 11:29 –
"Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya."
→ Kasih karunia dan rencana keselamatan Allah tidak akan dibatalkan.
-
2 Timotius 2:13 –
"Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat
menyangkal diri-Nya."
→ Kesetiaan Allah tidak tergantung pada manusia, tetapi pada sifat-Nya sendiri.
-
Wahyu 22:13 –
"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal
dan Yang Akhir."
→ Yesus Kristus adalah yang awal dan akhir, menunjukkan bahwa rencana-Nya kekal.
Kesimpulan dari Mazmur 111, di atas, adalah bahwa Allah ingin manusia mencari hikmat dan pengetahuan agar dapat memahami janji-Nya yang kekal, serta meyakini bahwa kasih, kesetiaan, dan rencana keselamatan-Nya tidak pernah berubah dari awal hingga akhir zaman.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik.
Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
Mazmur 111:10
Amin.
Komentar
Posting Komentar