Mazmur 110 tentang "Kristus Sang Raja dan Imam Selamanya" Seri Mazmur by Febrian

31 Maret 2025

Image created with ChatGPT AI

Mazmur 110 tentang "Kristus Sang Raja dan Imam Selamanya" Seri Mazmur

Mazmur 110

Penobatan raja imam

110:1 Mazmur Daud. 

Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: 
"Duduklah di sebelah kanan-Ku, 
sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 
110:2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: 
memerintahlah di antara musuhmu! 
110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri 
untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; 
dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun. 
110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: 
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." 
110:5 TUHAN ada di sebelah kananmu; 
Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, 
110:6 Ia menghukum bangsa-bangsa, 
sehingga mayat-mayat bergelimpangan; 
Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas. 
110:7 Dari sungai di tepi jalan ia minum, 
oleh sebab itu ia mengangkat kepala.

Mazmur 110 ini disebut juga Mazmur Mesianik (Mazmur yang berisi nubuat atau gambaran tentang kedatangan dan karya keselamatan Mesias) yang sangat penting,  karena mengungkapkan tentang otoritas dan kedudukan Mesias Yang akan datang. Dikatakan juga, bahwa Mesias bukan hanya Raja tetapi juga Imam yang kekal, yang akan memerintah dengan kuasa Allah. Renungan ini tidak hanya melihat ayat 1, melainkan seluruh bagian Mazmur 110 yang terdiri atas beberapa tema utama.


Mari kita coba pelajari ayat demi ayat:

Mazmur 110:1

"Firman TUHAN kepada tuanku: 'Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Aku menaruh musuh-musuhmu sebagai tumpuan bagi kakimu.'"

  • Makna: Ayat ini menyatakan perintah ilahi kepada "tuanku" (yang dipahami sebagai Mesias) untuk duduk di sebelah kanan Allah, di mana posisi ini melambangkan otoritas dan kemuliaan yang diberikan Allah kepada-Nya. Di sini diperlukan pemahaman akan fungsi, tugas dan kedudukan Sang Mesias yaitu Tuhan Yesus Kristus dalam Tritunggal Allah.
  • Hubungan dengan Kejadian 3:15: Janji TUHAN bahwa keturunan perempuan (anak Maria yaitu Tuhan Yesus Kristus) akan meremukkan kepala ular (Iblis), yang sama dengan mengalahkan kekuatan musuh, yaitu dalam perkataan "musuh-musuhmu sebagai tumpuan bagi kakimu".
  • Penggenapan dalam Perjanjian Baru: Yesus mengutip ayat ini untuk menunjukkan bahwa Ia sudah memiliki tempat kehormatan di sisi Allah dan bahwa kemenangan atas kejahatan sudah dijamin (lihat Matius 22:44, Kisah Para Rasul 2:34-35).

Mazmur 110:2

Mazmur ini menegaskan kekuasaan Mesias yang diberikan oleh Allah, di mana Ia memerintah dengan tongkat kekuatan dari Sion di tengah musuh-musuh-Nya. Hal ini sejalan dengan Daniel 7:13-14, yang menyatakan bahwa "Anak Manusia" akan menerima kekuasaan yang kekal dari Allah. Dalam Lukas 1:32-33, malaikat memberitahu Maria bahwa Yesus akan menerima takhta Daud dan memerintah selamanya. 

Penggenapan penuh pemerintahan Mesias juga terlihat dalam Wahyu 19:15, di mana Kristus memerintah dengan tongkat besi dan menegakkan keadilan. Semua ayat ini menunjukkan bahwa Mesias, yang digenapi dalam Yesus Kristus, memiliki kuasa mutlak untuk memerintah atas seluruh bumi sesuai dengan janji Allah.

Ayat ini mendukung ayat 1 dengan menjanjikan penyelesaian atas segala perlawanan yang dihadapi Mesias.

    Mazmur 110:3

    Mazmur ini menggambarkan umat yang rela mengikut Mesias dalam kekudusan pada hari yang penuh kuasa-Nya, bagaikan embun yang segar di pagi hari. Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam Hakim-hakim 5:2, "Ketika para pemimpin memimpin di Israel, ketika bangsa itu rela menyerahkan dirinya, pujilah TUHAN!", yaitu sikap sukarela umat dalam mengikut pemimpin yang diangkat Allah. 

    Rasul Paulus dalam Surat Roma 12:1 menulis, "Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah," tentang kesediaan umat Tuhan untuk hidup bagi-Nya. 

    Selain itu, dinubuatkan rasul Yohanes dalam kitab Wahyu 14:4, Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Hal ini menggambarkan orang-orang kudus sebagai mereka yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Ia pergi. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa pemerintahan Mesias, akan didukung oleh umat yang dengan sukarela dan kudus menyerahkan hidup mereka untuk melayani-Nya.

      Mazmur 110:4

      "TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak mau menyesal: 'Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut perintah Melkisedek.'"

      Raja Daud dalam ayat di atas menyatakan bahwa Mesias adalah Imam untuk selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek. Hal ini merupakan penegasan terhadap ayat dalam Kejadian 14:18, yang menyebut Melkisedek sebagai raja dan imam Allah yang Maha Tinggi, yang juga ditegaskan kembali dalam kitab Ibrani 5:6, "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." Selanjutnya, Ibrani 7:24-25 menambahkan bahwa imamat Yesus tidak dapat beralih kepada orang lain karena Ia tetap selama-lamanya

      Ayat-ayat tersebut, menunjukkan bahwa Tuhan Yesus Kristus, sebagai Mesias, tidak hanya berkuasa sebagai Raja tetapi juga mengemban peran abadi sebagai Imam, yaitu menjadi pengantara sempurna antara Allah dan umat-Nya, menyelesaikan masalah dosa yang telah dimulai sejak Kejadian 3:15.

        Mazmur 110:5-7:

        Ayat-ayat ini menggambarkan kemenangan mutlak Mesias atas musuh-musuh-Nya pada hari murka Tuhan. Hal ini sejalan dengan Wahyu 19:15, "Dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa," yang menunjukkan bagaimana Kristus akan menghukum bangsa-bangsa dalam keadilan-Nya.

        Selain itu, Yesaya 63:3-4 berbicara tentang Tuhan yang menginjak tempat pemerasan anggur dalam murka-Nya, seperti yang dinyatakan, "Aku seorang diri mengiriknya, dan dari antara bangsa-bangsa tidak ada yang bersama-sama dengan Aku; Aku mengirik mereka dalam murka-Ku dan menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku..." Ini menggambarkan penghukuman atas bangsa-bangsa yang menolak pemerintahan-Nya.

        Mazmur 110:7, yang menyebutkan bahwa Ia "minum dari sungai di tepi jalan," melambangkan penyegaran dan pemulihan setelah pertempuran, yang serupa dengan Filipi 2:9-11Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! Di sini di tuliskan bahwa Tuhan Yesus Kristus, setelah menyelesaikan segala tugas-Nya di dunia ini, ditinggikan oleh Allah, serta menerima Nama di atas segala nama, sehingga semua makhluk tunduk kepada-Nya. 

        Ayat-ayat ini bersama-sama menunjukkan bagaimana Mesias akan mengalahkan musuh-Nya, menegakkan keadilan ilahi, dan akhirnya dimuliakan dalam kekuasaan-Nya. Hubungan ayat-ayat ini dengan Mazmur 110:1 dan Janji Penebusan, adalah bahwa terjadi kemenangan total atas musuh, yang menguatkan janji bahwa Iblis dan segala bentuk kejahatan akan dikalahkan. Hal ini sejalan dengan nubuat di Kejadian 3:15 di mana meskipun ada penderitaan (tumit yang digigit), akhirnya kepala ular (kuasa jahat) akan dihancurkan. 

        Aplikasi Renungan dalam Kehidupan Sehari-hari

        • Harapan dalam Penderitaan:
          Seperti yang dijanjikan dalam Kejadian 3:15 dan digenapi dalam Mazmur 110, meskipun kita mungkin menghadapi kesulitan atau pencobaan, kita diyakinkan bahwa Allah telah menyediakan kemenangan melalui Yesus. Penderitaan kita saat ini hanyalah sementara.

        • Kepastian Kuasa Allah:
          Ketika kita merenungkan posisi Mesias yang duduk di sebelah kanan Allah, kita diingatkan bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menandingi kuasa Allah. Allah memberikan kemenangan atas segala musuh—baik itu dosa, keputusasaan, atau kejahatan dunia.

        • Panggilan untuk Percaya dan Beriman:
          Renungan ini mengajak kita untuk menaruh kepercayaan dan iman penuh kepada Allah melalui Yesus Kristus. Dengan iman, kita menerima janji keselamatan dan hidup yang kekal, serta dipersatukan dalam persekutuan yang penuh sukacita bersama-Nya.

        "Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut."

        1 Korintus 15:25-26

        Amin.

        Komentar

        Postingan Populer