30 Maret 2025
Image by Freepik.com
Mazmur 109 tentang "Doa peperangan" Seri Mazmur
Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini
kita akan merenungkan bersama mengenai penyerahan Daud akan perkaranya, kepada
TUHAN. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut.
Kiranya Tuhan Yesus memberkati.
Mazmur 109:1-31
Doa seorang yang kena fitnah
109:1 Untuk
pemimpin biduan.
Mazmur Daud.
Ya Allah pujianku, janganlah berdiam diri!
109:2 Sebab
mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku,
mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta;
109:3 dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku
dan memerangi aku tanpa alasan.
109:4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh
aku,
sedang aku mendoakan mereka.
109:5 Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan
dan kebencian ganti kasihku.
Daud mengadukan perkaranya kepada TUHAN, Allahnya: Ia
mengasihi orang, namun balasannya malah dijahati orang
tersebut. Daud diserang dengan benci, difitnah, dituduh
tanpa alasan, kebaikannya dibalas dengan kejahatan dan
kebencian.
109:6 "Angkatlah seorang fasik atas dia,
dan biarlah seorang pendakwa berdiri di sebelah kanannya;
109:7 apabila dihakimi, biarlah ia keluar sebagai orang
bersalah,
dan biarlah doanya menjadi dosa.
109:8 Biarlah umurnya berkurang, biarlah jabatannya diambil orang lain.
109:9 Biarlah anak-anaknya menjadi yatim, dan
isterinya menjadi janda.
109:10 Biarlah anak-anaknya mengembara tidak
keruan dan mengemis,
dan dihalau dari reruntuhan
rumahnya.
109:11 Biarlah penagih hutang menyita segala
kepunyaannya,
dan orang-orang lain menjarah hasil jerih payahnya.
109:12 Janganlah ada orang yang tetap
menunjukkan kasihnya
kepadanya,
dan janganlah ada orang yang sayang kepada anak-anaknya
yang menjadi yatim.
109:13 Biarlah dilenyapkan keturunannya,
dan dihapuskan namanya dalam angkatan
yang kemudian.
109:14 Biarlah kesalahan nenek
moyangnya diingat-ingat di
hadapan TUHAN,
dan janganlah dihapuskan dosa
ibunya.
109:15 Biarlah itu selalu
diperhatikan TUHAN,
supaya ingatan kepada mereka
dilenyapkan dari
bumi.
109:16 Oleh karena ia
tidak ingat menunjukkan
kasih,
tetapi mengejar orang
sengsara dan miskin dan orang yang
hancur hati
sampai mereka
mati.
109:17 Ia cinta kepada kutuk--biarlah itu datang kepadanya;
ia tidak suka
kepada
berkat--biarlah itu
menjauh dari
padanya.
109:18 Ia memakai
kutuk sebagai
bajunya--
biarlah itu
merembes seperti
air ke dalam
dirinya,
dan seperti
minyak ke dalam
tulang-tulangnya;
109:19 biarlah
itu baginya
seperti pakaian
yang
dikenakannya,
sebagai ikat
pinggang yang
senantiasa
dipakainya.
109:20 Biarlah
semuanya itu
dari pihak
TUHAN
menjadi
upah orang
yang
mendakwa
aku,
dan upah
orang-orang
yang
berkata-kata
jahat terhadap
aku."
Daud menuntut agar orang-orang yang menjahatinya, menerima balasan setimpal dengan perbuatan-perbuatan mereka, agar mereka dilenyapkan
dari muka bumi.
109:21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku,
bertindaklah
kepadaku
oleh
karena
nama-Mu,
lepaskanlah aku
oleh
sebab
kasih
setia-Mu yang
baik!
109:22 Sebab
sengsara
dan
miskin
aku,
dan
hatiku
terluka
dalam
diriku;
109:23 aku
menghilang
seperti
bayang-bayang pada
waktu
memanjang,
aku
dikebutkan
seperti
belalang.
109:24 Lututku
melentuk oleh
sebab
berpuasa,
dan
badanku
menjadi
kurus,
habis
lemaknya.
109:25 Aku
telah
menjadi
cela bagi
mereka;
melihat
aku,
mereka
menggelengkan
kepalanya.
109:26 Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku,
selamatkanlah
aku
sesuai
dengan
kasih
setia-Mu,
109:27 supaya
mereka
tahu, bahwa
tangan-Mulah
ini,
bahwa
Engkaulah,
ya
TUHAN,
yang
telah
melakukannya.
109:28 Biar
mereka
mengutuk, Engkau
akan
memberkati;
biarlah
lawan-lawanku
mendapat
malu,
tetapi
hamba-Mu
ini
kiranya
bersukacita.
109:29 Biarlah
orang-orang
yang
mendakwa
aku
berpakaikan
noda,
dan
berselimutkan
malunya sebagai
jubah.
Daud memohon kepada TUHAN, Allah agar bertindak menolongnya, karena ia
sengsara, miskin dan terluka. Ia tidak berdaya bagaikan bayangan yang
semakin lama semakin menghilang, menjadi cela bagi para musuhnya. Ia
memohon agar TUHAN, membalaskan kejahatan orang-orang yang melakukan
kejahatan atasnya.
109:30 Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan
mulutku,
dan
aku
hendak
memuji-muji
Dia
di
tengah-tengah
orang
banyak.
109:31 Sebab
Ia
berdiri
di
sebelah
kanan orang
miskin
untuk
menyelamatkannya
dari
orang-orang
yang
menghukumnya.
Pada akhirnya Daud mengucap syukur dengan imannya kepada TUHAN, Allah karena
Ia bertindak baginya dan membalaskan kejahatan atas orang-orang yang berlaku
jahat atasnya.
Dari doa yang diungkapkan oleh Daud di atas, yaitu dalam situasi
pengkhianatan dan fitnahan yang sangat menyakitkan. Ia memohon kepada Tuhan
untuk membela dirinya dan membalaskan kejahatan musuh-musuhnya.
Mazmur ini termasuk dalam kategori "mazmur kutukan" (imprecatory psalm), di
mana pemazmur menyerahkan keadilan kepada Allah atas musuh-musuhnya.
Refleksi bagi Kita di Zaman Sekarang
1. Bersandar pada Tuhan dalam Ketidakadilan
Seperti Daud yang dikelilingi oleh fitnah dan pengkhianatan, kita juga bisa
mengalami ketidakadilan—baik di lingkungan kerja, dalam pergaulan, atau bahkan
dari orang-orang terdekat. Mazmur 109 mengajarkan bahwa ketika kita dikhianati
atau difitnah, kita tidak perlu membalas dengan kejahatan, tetapi membawa
perasaan kita kepada Tuhan.
2. Menjaga Hati dari Kebencian
Meskipun Daud menuangkan isi hatinya dalam bentuk doa, dia tidak mengambil
tindakan balas dendam secara pribadi. Hal ini menjadi pengingat bagi kita
untuk tidak menyimpan dendam atau membiarkan kebencian menguasai hati kita.
Kita dipanggil untuk tetap mengandalkan kasih dan pengampunan, sebagaimana
Yesus ajarkan dalam
Matius 5:44: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu."
3. Percaya pada Keadilan Allah
Dunia sering kali tidak adil, dan kita mungkin merasa tertindas oleh
ketidakbenaran. Namun, Mazmur 109 mengingatkan bahwa Allah melihat
segala sesuatu dan akan bertindak pada waktu-Nya. Kita diajak untuk
percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil.
4. Mengampuni bukan mengutuk
Jadi kesimpulannya, raja Daud mengajar kita melalui Mazmur di atas, agar
tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan menyerahkan
pembalasan kepada Tuhan. Di zaman sekarang ini, tantangan mungkin datang
dalam bentuk fitnah, pengkhianatan, atau ketidakadilan. Namun, respons
kita seharusnya adalah doa, pengampunan, dan iman bahwa Tuhan tetap
berdaulat atas segalanya.
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut
pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada
tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut
pembalasan, firman Tuhan."
Roma 12:19
Amin.
Komentar
Posting Komentar