Mazmur 108, tentang "Beriman bahwa TUHAN pasti menolong" Seri Mazmur by Febrian

29 Maret 2025

Image Created by OpenAI ChatGPT

Mazmur 108, tentang "Beriman bahwa TUHAN pasti menolong" Seri Mazmur

Mazmur 108 <-- Klik untuk membaca keseluruhan pasal 

Syukur dan doa

1 Nyanyian. Mazmur Daud. 
Hatiku siap, ya Allah, 
aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. 
Bangunlah, hai jiwaku,
bangunlah, hai gambus dan kecapi, 
aku mau membangunkan fajar.Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;

sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, 
dan setia-Mu sampai ke awan-awan.
Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah, 
dan biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi.
Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, 
selamatkanlah dengan tangan kanan-Mu dan jawablah aku!

Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya: 
"Aku hendak beria-ria, Aku hendak membagi-bagikan Sikhem, 
dan lembah Sukot hendak Kuukur.
Gilead punya-Ku, Manasye punya-Ku, 
Efraim ialah pelindung kepala-Ku, 
Yehuda ialah tongkat kerajaan-Ku,
Moab ialah tempat pembasuhan-Ku, 
kepada Edom Aku melemparkan kasut-Ku, 
dan karena Filistea Aku bersorak-sorai."

Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu? 
Siapakah yang menuntun aku ke Edom?
Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, 
dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami?
12 Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, 
sebab sia-sia penyelamatan dari manusia.

Syair dalam Mazmur ini memiliki kesan yang mendalam bagi saya secara pribadi. Lagu Ini adalah lagu yang sudah saya dengar sejak puluhan tahun silam. Di kala saya menyanyikan pujian ini, yang terbayang dalam benak saya, adalah dalam suatu pagi hari buta yang sejuk, seorang raja besar yaitu Daud, menaikkan mazmurnya kepada Allah, dalam tangisan penuh harap, bahwa doanya akan dikabulkan Allah. Daud menyanyikan Mazmurnya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan akal budinya, diiringi dengan segala instrumen musik yang ia miliki.

Mazmur Daud ini menyuarakan keyakinan dan pujian yang mendalam dari hati Daud, di tengah segala tantangan dan pergumulan hidup. Ia menegaskan bahwa kekuatan dan keselamatan hanya datang dari Tuhan, yang adalah sumber segala kemenangan yang memampukannya menapaki jalan-jalannya yang penuh liku. 

Dalam Kesempatan ini, kita diajak untuk merenungkan, bagaimana iman yang teguh dan penyerahan diri kepada Tuhan, sangat berperan besar di kala menghadapi peperangan hidup maupun dalam titik terendah dalam hidup kita.

Melalui mazmurnya, raja Daud mengungkapkan bagaimana perasaannya dalam pengalaman hidupnya yang penuh dengan sejarah perjuangan, dimulai dari keberaniannya melawan binatang buas di padang belantara, hingga ia melawan Goliath dan akhirnya menjadi seorang raja besar. 

Di balik setiap pujiannya, Daud menggambarkan kisah-kisah nyata yang pernah terjadi dalam sejarah, yang menegaskan bahwa Allah senantiasa menyertai umat-Nya. Para pembaca diajak untuk mengingat, bahwa dalam setiap tantangan, yang menjadi fondasi dalam mencapai kemenangan rohani, adalah hidup dalam ketekunan dan dalam iman kepada TUHAN, Allah Semesta Alam.

Renungan ini juga mengajak kita menilik kembali sejarah umat melalui ayat-ayat yang mencatat pengalaman penting yang dialami Daud. Kisah-kisah tersebut bukan hanya sekadar catatan masa lalu, melainkan juga sumber inspirasi dan penguatan iman bagi kita hari ini.

Beberapa kisah dalam Alkitab yang terkait dengan Mazmur di atas:

1 Samuel 17:45

"Kemudian kata Daud kepada orang Filistin itu: 'Engkau datang kepadaku dengan pedang, tombak, dan lembing, tetapi aku datang kepadamu dengan nama TUHAN semesta alam, yang telah melimpahkan kemenangan kepada umat-Nya.'"

2 Samuel 5:10

"Demikianlah semua musuh Daud tunduk kepadanya, sehingga ia menjadi raja atas segala Israel; dan Allah mengukuhkan kerajaannya dengan memberi kemenangan kepada Daud dalam setiap peperangan."

Dengan merenungkan kedua peristiwa sejarah di atas, kita dapat melihat bagaimana kehadiran Tuhan menyertai setiap langkah kehidupan. Seperti yang dialami Daud, ketika kita mengandalkan pertolongan Tuhan, segala rintangan dapat diatasi dan setiap tantangan berubah menjadi bukti nyata kasih setia-Nya.


"Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."

Mazmur 108:13 

Amin.

Komentar

Postingan Populer