Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini
kita akan merenungkan bersama mengenai "Pujian setelah terlepas dari maut".
Kiranya Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengertian-Nya bagi kita semua,
tentang bagaimana kehendak Allah di dalam kita, setelah kita diselamatkan dari
ancaman maut atau bahaya. Selamat merenungkan. Tuhan Yesus memberkati.
Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung,
janganlah sekali-kali aku mendapat malu;
luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu.
Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan
aku;
jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan,
kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku.
Sebab Engkaulah gunung batuku dan pertahananku,
dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap
aku,
sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;
Engkau telah menebus aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Aku benci kepada orang-orang yang berpaut pada berhala yang
sia-sia,
tetapi aku percaya kepada TUHAN.
2. Bersyukur atas keselamatan dari Tuhan
Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih
setia-Mu,
sebab Engkau telah melihat sengsaraku,
Engkau mengetahui kesesakan jiwaku,
dan Engkau tidak menyerahkan aku ke tangan musuh,
tetapi telah menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
3. Permohonan yang lebih dalam lagi
Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak;
karena sakit hati mataku menjadi rabun, bahkan jiwa dan
tubuhku.
Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahunku dalam keluh
kesah;
kekuatanku merosot karena sengsaraku,
dan tulang-tulangku menjadi lemah.
Oleh karena semua lawanku aku menjadi cela,
menjadi beban bagi tetangga-tetanggaku,
dan kekhawatiran bagi kenalan-kenalanku;
mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku.
Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,
telah menjadi seperti barang yang pecah.
Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik,
ada kegentaran dari segala pihak!
Mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku,
mereka bermaksud mencabut nyawaku.
4. Penegasan ulang dari Raja Daud akan imannya kepada Tuhan
Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN,
aku berkata Engkaulah Allahku!
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu,
lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku
dan orang-orang yang mengejar aku!
Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu,
selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
Janganlah membiarkan aku mendapat malu, ya TUHAN,
sebab aku berseru kepada-Mu;
biarlah orang-orang fasik mendapat malu
dan turun ke dunia orang mati.
Biarlah bibir dusta menjadi bungkam,
yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan
penghinaan.
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu
yang telah Kausediakan bagi orang yang takut akan Engkau,
yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu,
di hadapan manusia!
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu
terhadap persekongkolan orang-orang;
Engkau melindungi mereka dalam pondok
terhadap perbantahan lidah.
5. Ucapan syukur karena Allah mendengar dan menjawab doa
Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya telah ditunjukkan-Nya
kepadaku
dengan ajaib pada waktu kesesakan!
Aku menyangka dalam kebingunganku:
Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.
Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku,
ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.
Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya!
TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan,
tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya
dengan tidak tanggung-tanggung.
Demikianlah doa permohonan dan ucapan syukur yang dipanjatkan raja Daud, yang dapat kita ambil sebagai suatu pelajaran dalam kehidupan kita, di mana iman kita jangan sampai goyah, dalam menghadapi segala cobaan hidup yang mengancam, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan Ia sendiri datang menyelamatkan.
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
Mazmur 31:25
Amin.
Komentar
Posting Komentar