Mazmur 30 Part 2 "Pujian setelah terlepas dari maut" Seri Mazmur by Febrian

30 Desember 2024




Mazmur 30 Part 2 "Pujian setelah terlepas dari maut"  Seri Mazmur

Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai "Pujian setelah terlepas dari maut". Kiranya Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengertian-Nya bagi kita semua, tentang bagaimana kehendak Allah di dalam kita, setelah kita diselamatkan dari ancaman maut atau bahaya. Selamat merenungkan. Tuhan Yesus memberkati.

Mazmur 30:2-12

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas 
 dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas aku.
Ya TUHAN, Allahku, aku berteriak kepada-Mu meminta tolong, 
 dan Engkau telah menyembuhkan aku.
TUHAN telah mengangkat aku dari dunia orang mati, 
 dan menghidupkan aku kembali 
dari antara mereka yang turun ke liang kubur.

Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, 
hai orang-orang yang dikasihi-Nya, 
 dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!
Sebab sesaat saja Ia murka, 
tetapi seumur hidup Ia murah hati; 
 malam ini ada tangisan, 
tetapi besok pagi ada sorak-sorai.

Ketika aku merasa tentram, aku berkata, 
 "Aku tidak akan goyah untuk selama-lamanya!"
Tetapi Engkau berkenan, ya TUHAN, 
memperkokoh gunungku; 
 ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, 
aku pun terkejut.

Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru, 
 dan kepada Tuhanku aku memohon belas kasihan.
Apakah untungnya darahku 
jika aku turun ke dalam lubang kubur? 
 Dapatkah debu memuji Engkau? 
 Dapatkah ia memberitakan kesetiaan-Mu?
Dengarlah, ya TUHAN, dan kasihanilah aku! 
 TUHAN, jadilah penolongku!

Engkau telah mengubah perkabungan menjadi tarian bagiku, 
 membuka kain kabungku dan mengikat pinggangku dengan sukacita, 
 supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu 
dan tidak berdiam diri.

Ya TUHAN, Allahku, 
untuk selama-lamanya 
aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu!

Dari bacaan di atas, kita dapat melihat bahwa raja Daud mengucapkan Syukur nya kepada Allah, yang telah meluputkan dirinya dari maut yang mengancam sebelumnya. Ia sadar bahwa Tuhan yang sanggup mengubah kain kabungku menjadi tarian baginya. Raja Daud menyanyikan pujian selama-lamanya kepada TUHAN Allah Yang Hidup.

Mungkin bagi sebagian orang, membaca ayat ini, seperti biasa saja, yaitu melihat raja Daud yang gemar menyanyi, sedang berdoa dan memanjatkan pujiannya kepada Tuhan. Akan tetapi, Jika mau membuka sedikit lembaran masa lalu sejarah kehidupannya, mungkin akan dapat dirasakan betapa pahit getirnya kehidupan raja Daud dalam melarikan diri dan berlindung dari segala ancaman yang terjadi dalam kehidupannya.

Terlalu banyak penderitaan yang ia alami, sehingga ia merasa sudah diambang kematian setiap hari. Barangkali di antara kita, ada yang juga saat ini sedang merasakan pahit getir kehidupan, sehingga rasanya sudah berada di ambang kematian, maka perhatikan dan renungkanlah firman Tuhan ini:

1. Setiap awal pasti ada akhir

Raja Daud mengalami penderitaan yang hebat, namun Ia bertahan karena kekuatan yang berasal dari anugerah Allah. Hingga akhirnya ia dapat mengakui bahwa Allah telah meluputkannya dari dunia orang mati. 

Bagi Anda semua yang sekarang ini sedang mengalami penderitaan yang hebat dan sepertinya tidak ada jalan keluar, maka bangkitlah, tegakkan kepalamu. Nantikan pertolongan dari TUHAN, Allah kita, sebab itu tidak akan mengecewakan. Pertolongan Tuhan itu pasti. Ia tidak pernah mengecewakan orang-orang yang bergantung kepada-Nya.

Masalah utamanya, adalah kuatkah kita bertahan? Bagaimana bisa bertahan? Dengan apa kita bisa kembali dipulihkan TUHAN? 

1 Korintus 10:13

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Ini adalah janji Allah, bukan janji manusia yang bisa dibatalkan dan gagal. Di saat krisis, dalam masa-masa yang mencekam, menghadapi jalan buntu, Allah sudah menjamin, bahwa itu adalah pencobaan biasa, di mana Allah tidak pernah meninggalkan kita, bahkan Ia sudah memberikan jalan keluar, sehingga kita dapat menanggungnya. Catat, bukan dibebaskan dari masalah, tetapi "dapat menanggungnya" hingga selesai.

Roma 5:5

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Pengharapan kita harus tetap kita jaga dalam hati kita. Bertahan dalam penderitaan tidak akan mengecewakan, karena Kasih Allah dicurahkan dalam hati kita, oleh Roh Kudus. Jadi Roh Kudus itulah yang akan menjadi Penghibur kita. 

2. Jangan lupa bersyukur di saat sudah dilepaskan

Dalam kisah Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta di Injil Lukas 17:11-19, kita mengetahui bahwa Tuhan Yesus tidak bertanya mengenai latar belakang orang-orang itu, tidak memikirkan siapa orang-orang itu, Ia hanya menyembuhkan saja. 

Orang kusta sudah sama seperti mayat hidup, mereka hidup tapi hanya menunggu kematian. Banyak orang zaman sekarang yang seperti ini juga, Hidupnya berisi penderitaan demi penderitaan hingga pikirannya sudah sama seperti orang kusta tersebut di atas, hidup tapi cuma menunggu mati. 

Kita wajib menyadari jika kita berada di dalam posisi seperti itu, terjepit dan terhimpit keadaan yang tidak punya jalan keluar, masalah satu datang, disusul masalah lainnya, hidup seperti tidak punya harapan. Ingatlah ada Tuhan Yesus yang tidak pernah melihat latar belakang kita, tidak perlu tahu kita jahat atau baik, Ia hanya menyembuhkan saja. Ingat itu bukan berlaku hanya masa lampau, tetapi di saat ini juga. Kristus adalah Allah Dulu, Sekarang dan Sampai selama-lamanya, Ia tetap sama.

Matius 11:28

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Ia bukan hanya menolong, tetapi juga mengangkat semua beban berat kita, memberikan energi kembali, supaya kita bisa kembali bangkit dan merasakan betapa Allah mengasihi kita. Tujuan akhir Tuhan adalah supaya kita mengucap syukur dan menaikkan puji-pujian kepada-Nya.

Mazmur 22:3

Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Mazmur 113:3

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.

Demikianlah setiap kita yang menyadari hal ini, bahwa kehendak Tuhan adalah kita hidup dalam pujian, sepanjang hari kita. Hendaknya pujian tidak pernah lepas dari bibir kita yang mengucap syukur kepada Allah, bukan bibir yang menggerutu atau complain, atau bahkan bibir yang tidak tahu berterima kasih.

Sekali lagi, ingatlah bahwa Allah siap membebaskan kita dari penderitaan kita, namun jangan lupa mengucap syukur pada saat sudah dibebaskan. Hiduplah benar dan kudus setelah Allah membebaskan kita. Jadikan seluruh hidup kita pujian yang dapat dinikmati oleh Allah.

Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

2 Korintus 2:15

Amin.

Komentar

Postingan Populer