Mazmur 30 Part 1 "Mentahbiskan Bait Suci Allah" Seri Mazmur by Febrian
29 Desember 2024
Image source: Freepik.com
Mazmur 30 Part 1 "Mentahbiskan Bait Suci Allah" Seri Mazmur
Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Nyanyian Syukur raja Daud yang telah terlepas dari bahaya maut yang menghantui hidupnya selama ini.
Mazmur 30 <-- Klik untuk membaca keseluruhan ayat
1. Daud menjadikan rumahnya sebagai Bait Suci Allah
Mazmur 30:1 [TB]
Mazmur 30:1 [TL]
Mazmur 30 ayat pertama di atas, merupakan ayat yang multi tafsir, terkait Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia menuliskan "Bait Suci", sementara bahasa aslinya "הַבַּ֣יִת" berarti "Rumah" atau "Istana".
Jika keseluruhan arti dari berbagai versi tersebut kita kombinasikan, maka timbullah pengertian bahwa itu bukan merupakan Peristiwa Pentahbisan Bait Suci (yang didirikan oleh Salomo setelah Daud mati), melainkan itu pentahbisan Istananya yang baru didirikan oleh Daud, seperti yang tertulis dalam kitab nabi Samuel:
2 Samuel 5:11
Hiram, raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan kayu alas, tukang-tukang kayu dan tukang-tukang batu; mereka mendirikan istana bagi Daud.
Di sana kita lihat, bahwa setelah Tuhan berkenan melepaskan Daud dari musuh-musuhnya, maka ia berdiam di Yerusalem dalam sebuah Istana yang disebutnya Bait Suci Allah. Di sanalah raja Daud mentahbiskan dan menuliskannya dalam Mazmur 30 ini.
Kita melihat bahwa raja Daud adalah pribadi yang sangat dekat dengan Allah, hingga ia mau bahwa Tuhan bertakhta dalam istananya, sehingga setiap saat ia dapat berjumpa dengan Sang Maha Penciptanya.
Sesungguhnya, ini juga seperti adalah Nubuatan mengenai hal yang akan terjadi di zaman anaknya, Salomo yang akan mendirikan gedung Bait Suci Allah, pada tahun keempat pemerintahan Raja Salomo, yaitu sekitar tahun 966 SM. Pembangunannya dimulai pada bulan Ziw, yang merupakan bulan kedua, dan selesai pada bulan Bul, yang merupakan bulan kedelapan, pada tahun kesebelas pemerintahan Salomo, yaitu sekitar tahun 960 SM.
Setelah Daud menduduki istananya dan berdamai dengan musuhnya, ia ingin mendirikan sebuah bait bagi Tuhan (2 Samuel 7:1-2). Nabi Natan memberi Daud persetujuan atas rencananya. Namun kemudian Allah memberitahu Natan bahwa Daud bukanlah yang akan membangun bait-Nya. Sebaliknya, Allah berjanji membangun sebuah 'rumah' bagi Daud. Janji ini mengandung nubuat bahwa Salomo akan membangun bait. Adapula janji tentang sosok Mesias yang akan datang, Anak Daud yang akan berkuasa selamanya (2 Samuel 7:4-17). Respon Daud adalah kerendah-hatian dan kagum: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?" (2 Samuel 7:18-29). Sebelum ia meninggal, Daud membuat persiapan bagi pembangunan bait. Alasan Allah tidak memperbolehkan Daud membangun bait itu adalah bahwa Daud telah menumpahkan terlalu banyak darah, namun putra Daud adalah seorang yang berdamai dan bukan orang yang menyukai peperangan. Salomo kelak membangun bait itu (1 Tawarikh 22). Referensi: Gotquestion.org
Bagaimana Refleksi dalam kehidupan kita?
Setiap orang pasti pernah memimpikan memiliki hidup yang sejahtera, aman, damai, tenteram, serba kecukupan dan tidak ada ancaman dari apapun juga. Hal tersebut bisa saja diperoleh setelah melalui tahap kehidupan yang tidak menyenangkan, misalnya persoalan rumah tangga, ekonomi, penyakit dan lain sebagainya. Jadi pada saat terlepas dari semuanya itu, seseorang pasti merasa lega dan ingin menikmati semuanya itu.
Pernahkan kita terpikirkan bahwa kelepasan dan kebebasan yang kita alami saat itu, datangnya hanya dari anugerah dan belas kasihan Allah, bukan oleh perbuatan atau hasil usaha kita. Jadi kita wajib memanjatkan ucapan syukur kita yang sepadan dengan yang sudah kita terima.
Ucapan syukur kita naikkan tersebut, wajib diwujudkan dengan menempatkan Tuhan Allah kita di dalam singgahsananya yang kudus di dalam kehidupan kita. Atau bahasa lainnya kita mendirikan Bait Suci bagi Allah kita bersemayam dalam kehidupan kita.
1 Korintus 3:17b
Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Jadi apakah tubuh kita harus kudus dulu, baru Allah mau masuk ke dalam hidup kita? Tidak, bukan begitu. Justru kita harus membuka hati kita, bertobat, mengakui segala dosa dan kejahatan kita, bertekad untuk hidup benar di hadapan-Nya, setelah itu undanglah Kristus Sang Juru Selamat kita untuk masuk ke dalam hidup kita. Di situlah Tuhan Yesus akan masuk dan menguduskan kehidupan kita dan menjadikannya Bait Suci-Nya.
Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu b dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Demikianlah Tuhan Yesus Kristus ingin bersama dengan manusia ciptaan-Nya, selalu bersamanya, karena Ia sangat ingin memberkatinya. Itu adalah Karakter Illahi Allah yang selalu ingin mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia buatan tangannya.
Dari seluruh renungan kita hari ini, dapat kita simpulkan bahwa, kita harus menyediakan kehidupan kita sebagai Bait Allah, tempat Tuhan Yesus bertakhta dan memerintah kehidupan kita. Jangan menunda lagi, sekarang saatnya bertobat dan berbalik dari segala jalan kita yang jahat.
TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
Mazmur 11:4
Amin.
Komentar
Posting Komentar