Mazmur 28 "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku" Seri Mazmur by Febrian

26 Desember 2024



Mazmur 28 "TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku" Seri Mazmur 

Mazmur 28 <-- Klik di sini untuk membaca keseluruhan pasal

Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai sikap hati orang percaya dalam menghadapi situasi yang kurang menguntungkan dan tidak menyenangkan, yaitu menyadari bahwa TUHAN, Allah kita adalah kekuatan dan perisai kita.

Dalam gambar Illustrasi di atas, melalui kejadian Tuhan Yesus berjalan di atas air, kita diingatkan, betapa Tuhan Yesus memberikan kesempatan kepada Petrus untuk bisa berjalan di atas air, di saat badai. Kita bisa saja dalam situasi seperti Petrus, yang percaya kepada kuasa Tuhan yang sanggup memberi kuasa dan kekuatan untuk mengatasi badai itu. Yang menjadi masalah, adalah bahwa iman kita bimbang, hingga menjadi seperti Petrus yang akhirnya mulai tenggelam karena kehilangan fokus dan melihat pada masalah yang sedang terjadi, bukan fokus kepada Tuhan Yesus yang ada di depannya.

Melalui renungan hari ini, raja Daud mengingatkan kita bahwa Tuhan, adalah satu-satunya yang dapat memberi kuasa dan menjadi perisai bagi hidup kita. Mari kita renungkan firman Tuhan berikut ini:

1. Berdoa dalam sikap hati yang benar

Mazmur 28:1-2

TUHAN, perisaiku

28:1 Dari Daud. 

Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, 
janganlah berdiam diri terhadap aku, 
sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, 
aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur. 
Dengarkanlah suara permohonanku, 
apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, 
dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus. 

Di dalam kesesakannya, raja Daud berteriak-teriak minta tolong dan mengangkat tangannya kepada TUHAN, gunung batunya. Ia merasa seperti orang yang sudah mati, jika TUHAN tidak menjawab doanya. 

Pernahkan kita menghadapi situasi seperti raja Daud, yaitu berada dalam situasi yang sulit, sudah berdoa dan memohon, namun tidak juga kunjung mendapatkan jawaban atas doa kita? Banyak orang yang menjadi putus asa dan kehilangan pegangan, ketika doa kita tidak dijawab TUHAN. Mari kita ingat firman Tuhan berikut:

Yesaya 59:1-3

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 59:3 Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Melalui ayat bacaan di atas, kita diingatkan, bahwa mungkin kita berdoa agar terbebas dari kesesakan kita, atau mohon keselamatan dari Tuhan, namun sikap dan hati kita tidak dalam keadaan yang  benar di hadapan-Nya. Sehingga doa kita tersebut terhalang, dan bisa jadi penderitaan atau persoalan yang kita hadapi tersebut, adalah buah dari segala dosa dan kejahatan kita, atau memang itu pukulan demi pukulan Tuhan. 

Ingatlah dalam keseharian kita, milikilah hidup yang benar dan kudus di hadapan Allah, agar doa kita jangan terhalang oleh apapun juga. Akan tetapi memang manusia ini lemah, dan mudah jatuh. Jika kita menyadari jatuh dalam dosa, maka saat itu juga berdoa, bertobat untuk langsung menyelesaikan kesalahan kita di hadapan Tuhan Semesta Alam. Jangan pernah menyimpan kesalahan kita, karena itulah sumber penghalang kita dengan Allah kita.

1 Yohanes 1:9

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

2. Pisahkan diri kita dari kumpulan orang jahat dan hindari perbuatan jahat

Mazmur 28:3-5 

Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik 
ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, 
yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan. 
Ganjarilah mereka menurut perbuatan mereka 
dan menurut kelakuan mereka yang jahat; 

ganjarilah mereka setimpal dengan perbuatan tangan mereka, 
balaslah kepada mereka apa yang mereka lakukan. 
Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN 
dan perbuatan tangan-Nya; 
Ia akan menjatuhkan mereka dan tidak membangunkan mereka lagi. 

Melalui doa dan permohonannya, raja Daud memohon kepada TUHAN, Allahnya, agar tidak menyamakan dirinya dengan orang-orang pembuat kejahatan. Ia memohon agar orang jahat dibalas sesuai dengan kejahatan mereka. Ia percaya, bahwa setiap orang yang tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN, dan segala perbuatan tangan-Nya, akan dijatuhkan dan tidak bisa bangun lagi. 

Setelah kita sadar dan bertobat, iblis tidak senang dan terus akan berusaha menggoda, menjatuhkan dan menjerat kembali. Inilah saatnya kita memahami ayat berikut ini:

Matius 12:43-45

Kembalinya roh jahat

12:43 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. 12:44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. 12:45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Setelah bertobat dan bersih dari dosa, mohonlah Tuhan Yesus untuk masuk dan bertakhta dalam kehidupan kita, jangan dibiarkan tubuh kita kosong. Isilah dengan firman Tuhan dan puji-pujian, hindari segala perbuatan jahat yang mungkin sering kita lakukan sebelumnya. 

Efesus 3:17

sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih

3. Naikkan pujian kepada Tuhan setiap waktu

Mazmur 28:6-9

Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. 
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; 
kepada-Nya hatiku percaya. 
Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, 
dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. 
TUHAN adalah kekuatan umat-Nya 
dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya! 
Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, 
gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya. 

Raja Daud pada akhirnya menyadari, bahwa sesungguhnya TUHAN sudah mendengar doa permohonannya. Ia menyatakan, bahwa Tuhan adalah kekuatannya dan perisainya, kepada-Nya hatinya percaya. Ia menaikkan pujian dan syukurnya kepada TUHAN, Allah yang menjadi kekuatan dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya. Permohonannya agar TUHAN menjadi Gembala bagi umat-Nya dan mendukung mereka selama-lamanya. 

Jadi dari seluruh doa dan permohonan raja Daud tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa setiap orang memiliki pergumulan terkait masalah yang sedang mereka hadapi. Akan tetapi kunci keberhasilan mereka terletak pada sikap hati orang yang bergumul itu, yaitu mereka harus meletakkan harapannya hanya pada Tuhan Yesus Kristus Sang Gembala Agung, yang akan menjadi sumber kekuatan dan perisai pada saat itu dan seterusnya.

Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! Dialah pertolongan mereka 

Mazmur 115:11

Amin.

Komentar

Postingan Populer