Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan
ini kita akan merenungkan bersama mengenai Doa Raja Daud yang mengungkapkan perasaannya, yang yakin bahwa TUHAN, Allahnya merupakan Benteng Perlindungan baginya.
Semoga renungan singkat ini, bisa menjadi berkat buat kita bersama.
Tuhan Yesus memberkati.
Mazmur 27:1-14 <-- Klik untuk membaca keseluruhan pasal
Aman dalam perlindungan Allah
27:1 Dari Daud.
TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?
TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku,
yakni semua lawanku dan musuhku,
mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku;
sekalipun timbul peperangan melawan aku,
dalam hal itupun aku tetap percaya.
Raja Daud dalam doa pengakuannya, meyakini bahwa TUHAN Allah adalah benteng hidupnya, sehingga tidak ada musuh sejahat apapun yang harus ditakuti. Sebab, Allah membuat mereka yang mengepung dan menyerang, akan tergelincir dan jatuh. TUHAN, Allah Semesta Alam, meluputkan raja Daud dari setiap serangan musuh.
Demikianlah seruan hati kita juga dalam menghadapi setiap peperangan dalam hidup kita, kita akan merasa aman dan tenteram jika berada dalam Benteng TUHAN, Allah semesta alam.
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini:
diam di rumah TUHAN seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
27:5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya;
Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya,
Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
27:6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku;
dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai;
aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
Sungguh, bahwa tinggal diam dalam rumah TUHAN seumur hidup, untuk menyaksikan kemurahan-Nya dan menikmati Bait-Nya yang kudus, adalah keinginan hati setiap orang. Allah menyembunyikan kita di dalam persembunyian di kemah-Nya, adalah tempat paling aman dari seluruh tempat di Alam Semesta ini.
Bernyanyilah dan bermazmur lah bagi TUHAN, sebab Ia telah meluputkan kita dari segala musuh kita.
27:7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan,
kasihanilah aku dan jawablah aku!
27:8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku";
maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
27:9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku,
janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka;
Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku
dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku,
namun TUHAN menyambut aku.
Marilah kita seperti raja Daud yang memohon kepada Allah untuk tidak menyembunyikan Wajah-Nya, tidak menolak kita dengan murka-Nya, tidak membuang dan tidak meninggalkan kita.
Hendaknya kita bersama menyadari, sekalipun ayah dan ibu kita meninggalkan kita, tetaplah TUHAN menyambut kita. Ia mencintai kita apa adanya, dari debu tanah kita dibentuk dengan tangan-Nya sendiri, ditiupkan Nafas Kehidupan-Nya, sehingga kita hidup dan ada sebagaimana kita ada sekarang. Kita adalah milik-Nya yang sangat disayangi-Nya.
27:11 Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN,
dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
27:12 Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku,
sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta,
dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
27:13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Doa minta diluruskan jalannya dan minta dituntun sepanjang jalan yang terancam musuh-musuh kita, seharusnya juga menjadi doa dan permohonan kita kepada Allah. Inilah yang menjadikan kita bisa bertahan kuat dan teguh didalam dunia ini.
Nantikanlah TUHAN!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
Ya, nantikanlah TUHAN!
Mazmur 27:14
Amin.
Komentar
Posting Komentar