Mazmur 26, "Allah menguji hati manusia" Seri Mazmur by Febrian

23 Desember 2024



Mazmur 26, "Allah menguji hati manusia" Seri Mazmur

Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Doa Raja Daud yang memohon dibenarkan di hadapan TUHAN, Allahnya. 
Semoga renungan singkat ini, bisa menjadi berkat buat kita bersama.
Tuhan Yesus memberkati.

Mazmur 26

26:1 Dari Daud. 

Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; 
kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu. 
26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; 
selidikilah batinku dan hatiku
26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, 
dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. 
26:4 Aku tidak duduk dengan penipu, 
dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; 
26:5 aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, 
dan dengan orang fasik aku tidak duduk. 
26:6 Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, 
lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN, 
26:7 sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, 
dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib. 
26:8 TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu 
dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam. 
26:9 Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, 
atau hidupku bersama-sama orang penumpah darah, 
26:10 yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, 
dan yang tangan kanannya menerima suapan. 
26:11 Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; 
bebaskanlah aku dan kasihanilah aku. 
26:12 Kakiku berdiri di tanah yang rata; 
aku mau memuji TUHAN dalam jemaah.

Raja Daud dalam Mazmur di atas, menceritakan usahanya untuk hidup kudus di hadapan TUHAN, Allahnya. Betapa ia benci kepada kejahatan dan tidak bergaul dengan orang jahat. Ia berusaha hidup kudus dan memuja Tuhan di mezbah-Nya. Ia mencintai rumah TUHAN, tempat Ia bersemayam. Raja Daud memohon kepada TUHAN, agar Ia menguji hati dan batinnya yang lurus dan benar di hadapan-Nya, dengan tidak mencabut nyawanya seperti orang fasik lainnya, karena ia sungguh-sungguh menjaga ketulusan hati di hadapan-Nya. 

Raja Daud memohon kepada TUHAN untuk memberikan keadilan karena ia percaya telah hidup dalam ketulusan dan tidak ragu untuk menyerahkan dirinya untuk diuji. Keberanian ini menunjukkan iman yang dalam kepada Allah.

Raja  Daud menegaskan bahwa matanya tertuju kepada kasih setia Tuhan. Ia menjauhkan dirinya dari komunitas yang penuh dosa, seperti orang munafik, penipu, dan pelaku kejahatan. Ia sadar bahwa kehidupan yang benar membutuhkan pergaulan yang benar pula.

Raja Daud menunjukkan kesungguhannya dalam ibadah. Ia memuji Tuhan dengan nyanyian syukur dan mengasihi tempat kediaman-Nya, yaitu rumah TUHAN. Ibadahnya dilandasi rasa cinta kepada Allah dan pengakuan atas segala karya-Nya yang ajaib.

Raja Daud berdoa agar hidupnya dijauhkan dari orang-orang berdosa, yang melakukan kejahatan seperti menerima suap dan hidup dalam kemesuman. Ia memohon perlindungan agar tidak terjebak dalam dosa yang serupa.

Pada akhirnya, Raja Daud menegaskan komitmennya untuk hidup dalam ketulusan. Ia bersandar pada belas kasih TUHAN dan menyatakan tekad untuk terus memuji-Nya di tengah jemaat.

Mazmur 26 ini, mengajarkan kita akan pentingnya hidup benar di hadapan TUHAN, dengan menjauhi dosa, menjaga hati tetap tulus dan setia beribadah kepada-Nya. Jadi dengan iman yang kokoh, kita dapat memuji Dia, serta tetap berjalan di jalan yang lurus.

Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Yeremia 17:10

Amin.

Komentar

Postingan Populer