Mazmur 25 Part 2 "Tuhan Yesus menunjukkan jalan yang benar" - Seri Mazmur
21 Desember 2024
Mazmur 25 Part 2 "Tuhan Yesus menunjukkan jalan yang benar" - Seri Mazmur
Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai doa raja Daud kepada Tuhan, berisi permohonan ampun atas segala dosa dan kesalahannya di masa lampau.
Kiranya TUHAN Allah, memberikan pemahaman yang benar bagaimana memohon ampunan dari Allah secara benar.
Tuhan Yesus memberkati.
Mazmur 25:6-11
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
Dari Mazmur Daud di atas, kita lihat betapa raja Daud mengungkapkan perasaannya kepada Tuhan, dalam permohonan ampun dan penyesalannya. TUHAN Allah adalah penuh kasih dan bersedia mengampuni setiap orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang hancur. Hanya, masalahnya banyak orang yang berfikir bahwa perbuatannya tidak berdosa. Apa yang ia lakukan sudah dilakukan oleh semua orang, sehingga wajar ia juga melakukannya. Sehingga perasaan bersalah yang ada dalam hatinya, lama kelamaan memudar dan hilang. Perasaan itu berganti menjadi perasaan tenang. Itulah kebodohan yang dilakukan oleh banyak orang, termasuk raja Daud.
Dari Mazmur di atas, dapat kita lihat, bahwa ia mengakui dosa-dosanya pada waktu muda, berarti ia sekarang sudah tua. Dosa itu bisa jadi sudah lama ia lakukan, Roh Kudus terus menerus mengingatkan dan menegurnya, agar ia bertobat, hingga akhirnya tiba saatnya raja Daud mengakui dosanya di hadapan TUHAN, Allahnya. Demikian pula kita, seringkali Allah terpaksa menegur kita dengan penyakit, dengan kesusahan, kemalangan, hal buruk yang merugikan, atau segala sesuatu yang mengganggu Damai Sejahtera dalam kehidupan kita, dengan tujuan agar kita menyadari jalan kita yang salah, kemudian bertobat dan berbalik dari jalan yang salah itu.
Bacalah renungan berikut ini sebagai penjelasan tentang bagaimana rasa bersalah yang kita alami akibat dosa: https://www.airkehidupan.com/2024/03/terbebas-dari-rasa-bersalah-by.html
Beberapa sikap dalam doa raja Daud yang bisa menjadi teladan bagi kita:
- Rendahkan diri kita di hadapan Allah: Datang dengan posisi yang rendah, dengan mengakui keagungan Tuhan Yang Maha Kuasa, jangan datang dengan biasa saja atau bahkan terpaksa. Rendahkan diri kita dan sadari keagungan Tuhan.
- Akui segala perbuatan salah dan dosa kita: Jangan keraskan hati, jika Tuhan memberikan peringatan bagi kita. Jangan pula protes, jangan pula acuh tak acuh atau apatis. Datanglah dengan kesadaran bahwa Allah menghendaki Damai Sejahtera dan penuh Sukacita selalu terjadi dalam hidup kita, jadi jika kita kehilangannya, maka bisa jadi ada masalah dalam kehidupan kita. Bisa jadi itu adalah teguran Tuhan juga.
- Mohon tuntunan Tuhan: Bangkitlah dan berjalanlah di belakang Kristus Yesus yang adalah Juru Selamat kita satu-satunya. Ia sudah memberikan teladan-Nya selama berada di dunia. Jadi kita harus memohon-Nya untuk menuntun kita, berjalan dalam terang firman-Nya yang akan meluruskan hati dan pikiran kita menuju kebenaran sejati.
- Sekali lagi mohonlah ampunan kepada Tuhan: mohonlah ampunan atas segala dosa dan kesalahan kita jika kita masih menyimpan dosa yang kita sukai atau dosa yang sudah menjadi kebiasaan, atau kebiasaan jahat yang belum bisa kita tinggalkan. Itu akan menjadi bumerang bagi kita, karena perbuatan jahat itu akan menjerat kita, kembali lagi masuk ke dalam lumpur dosa.
Komentar
Posting Komentar