Mazmur 9 "Kemenangan Allah dan Perlindungan Bagi Orang Benar" Seri Mazmur by Febrian

28 November 2024



Mazmur 9 "Kemenangan Allah dan Perlindungan Bagi Orang Benar" Seri Mazmur

Bapak/Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam kesempatan ini, kita akan merenungkan Mazmur 9, sebuah pujian kemenangan yang mengungkapkan keadilan Allah dan perlindungan-Nya terhadap orang yang mencari perlindungan kepada-Nya.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud.
Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku,
aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau,
aku mau bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.
Sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.
Engkau membela perkaraku dan hakku,
Engkau duduk di atas takhta sebagai Hakim yang adil.
Engkau telah menghardik bangsa-bangsa,
dan membinasakan orang-orang fasik;
nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya.
Musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing untuk selama-lamanya,
dan kota-kota yang telah Kautertibkan;
kenangan kepada mereka telah lenyap.
Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya,
takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan
dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak,
tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
Orang-orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu,
sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
Bermazmurlah bagi TUHAN yang bersemayam di Sion,
beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
sebab Ia yang membalas penumpahan darah ingat kepada mereka;
Ia tidak melupakan teriak orang-orang yang tertindas.
Kasihanilah aku, ya TUHAN,
lihatlah sengsara yang kualami karena orang-orang yang membenci aku,
Engkau yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,
supaya aku menceritakan segala pujian-Mu di pintu gerbang puteri Sion,
dan bersorak-sorai karena keselamatan yang daripada-Mu.
Bangsa-bangsa terbenam dalam lubang yang dibuatnya sendiri,
kakinya tertangkap dalam jaring yang mereka pasang.
TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia telah menjalankan penghakiman,
orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri.
Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati,
ya, segala bangsa yang melupakan Allah.
Tetapi orang miskin tidak selalu dilupakan,
dan pengharapan orang yang tertindas tidak akan lenyap untuk selama-lamanya.
Bangkitlah, ya TUHAN,
janganlah manusia mendapat kekuasaan;
biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!
Biarlah mereka menjadi takut, ya TUHAN,
biarlah bangsa-bangsa tahu, bahwa mereka hanyalah manusia.

Mari kita renungkan ayat-ayat bacaan di atas:

Mazmur ini merupakan seruan iman dan pengakuan akan keadilan serta kuasa Allah. Mari kita renungkan pesan-pesan utama dari bagian ini.

1. Pujian yang Berasal dari Hati yang Bersyukur

"Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib." (Mazmur 9:1)

Raja Daud memulai mazmur ini dengan pernyataan syukur kepada Allah. Syukur ini berasal dari pengakuan akan semua perbuatan ajaib Allah dalam hidupnya. Sebagai orang percaya, kita juga diundang untuk memiliki hati yang bersyukur. Apapun situasi hidup kita, kita dapat selalu melihat karya Allah yang luar biasa di sekitar kita, seperti pemeliharaan-Nya setiap hari, keselamatan melalui Kristus, dan janji-janji-Nya yang setia.

Mengapa kita perlu bersyukur? Karena melalui rasa syukur, hati kita tetap terhubung dengan Allah dan kita dapat terus mengingat kebesaran-Nya. Syukur memampukan kita untuk mengalihkan fokus dari masalah ke solusi yang Allah sediakan.

2. Allah adalah Hakim yang Adil

"Sebab Engkau telah membela perkaraku dan hakku, Engkau telah duduk di atas takhta sebagai hakim yang adil." (Mazmur 9:4)

Daud mengungkapkan keyakinannya bahwa Allah adalah hakim yang adil. Allah tidak hanya melihat kejahatan, tetapi juga bertindak untuk menegakkan kebenaran. Mazmur ini mengingatkan kita bahwa Allah peduli terhadap ketidakadilan yang terjadi di dunia ini. Dia adalah pembela bagi mereka yang tertindas dan penegak keadilan bagi yang benar.

Ketika kita merasa tidak diperlakukan dengan adil, kita dapat datang kepada Allah dengan membawa pergumulan kita. Dia adalah Allah yang tidak akan membiarkan kejahatan menang selamanya. Dalam waktu-Nya, Dia akan membawa penghakiman atas segala ketidakbenaran.

3. Allah adalah Tempat Perlindungan

"Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan." (Mazmur 9:9)

Mazmur ini memberikan penghiburan besar bagi kita yang merasa lemah, terinjak, atau dalam kesesakan. Allah adalah tempat perlindungan yang aman. Ketika kita menghadapi badai kehidupan, kita dapat berlindung kepada-Nya, seperti seorang anak kecil yang mencari perlindungan kepada orang tuanya.

Sebagai tempat perlindungan, Allah bukan hanya memberi keamanan, tetapi juga penguatan. Ketika kita merasa lelah atau tidak berdaya, Dia memberi kita kekuatan untuk terus melangkah. Karena itu, mari kita belajar untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala situasi hidup kita.

4. Peringatan bagi Orang Fasik

"Bangsa-bangsa terperosok ke dalam lubang yang mereka buat, kaki mereka tertangkap dalam jaring yang mereka pasang." (Mazmur 9:15)

Allah tidak hanya memberi perlindungan bagi orang benar, tetapi juga mendatangkan hukuman bagi orang fasik. Daud menggambarkan bagaimana bangsa-bangsa yang melawan Allah akan tertangkap dalam rencana jahat mereka sendiri. Ini adalah peringatan bagi setiap orang untuk tidak hidup dalam dosa atau melawan kehendak Allah.

Kita diingatkan bahwa dosa selalu membawa konsekuensi. Namun, melalui pengorbanan Kristus, Allah menawarkan pengampunan bagi mereka yang bertobat dan berbalik kepada-Nya. Inilah saatnya bagi kita untuk memeriksa hati kita dan memastikan bahwa kita hidup sesuai dengan kehendak Allah.

5. Seruan untuk Mengandalkan Allah

"Sebab orang miskin tidak akan selalu dilupakan; harapan orang sengsara tidak akan lenyap untuk selama-lamanya." (Mazmur 9:18)

Allah adalah sumber pengharapan yang sejati. Mazmur ini mengingatkan kita bahwa Dia tidak melupakan mereka yang miskin, lemah, atau menderita. Harapan dalam Tuhan adalah harapan yang pasti. Dia tidak pernah mengecewakan orang yang berseru kepada-Nya.

Ketika kita menghadapi kesulitan, janganlah putus asa. Serahkan semua pergumulan kita kepada Tuhan, dan percayalah bahwa Dia akan bertindak tepat pada waktu-Nya. Jangan lupa bahwa pengharapan kita dalam Kristus tidak akan pernah sia-sia.

Kesimpulan

Mazmur 9 adalah mazmur kemenangan yang mengungkapkan keadilan Allah dan perlindungan-Nya bagi orang benar. Melalui mazmur ini, kita diajar untuk memiliki hati yang bersyukur, percaya pada keadilan Allah, dan berlindung kepada-Nya dalam segala situasi. Kita juga diingatkan akan peringatan bagi orang fasik dan kepastian pengharapan bagi orang yang mengandalkan Allah.

Amin.

Komentar

Postingan Populer