Mazmur 8 "Allah mengingat manusia" Seri Mazmur by Febrian

27 November 2024





Mazmur 8 "Allah mengingat manusia" Seri Mazmur

Bapak/Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Mazmur 8 yang ditulis oleh Raja Daud yang akan menjadi renungan kita betapa TUHAN mengasihi manusia yang hina ini.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

Mazmur 8:1-9 [TB]

Manusia hina sebagai makhluk mulia

Untuk pemimpin biduan. 
Menurut lagu: Gitit. 
Mazmur Daud. 
Ya TUHAN, Tuhan kami, 
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! 
Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 
Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu 
telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, 
untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, 
bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 
apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? 
Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, 
dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; 
segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 
kambing domba dan lembu sapi sekalian, 
juga binatang-binatang di padang; 
burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, 
dan apa yang melintasi arus lautan. 
Ya TUHAN, Tuhan kami, 
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Mazmur 8 adalah salah satu pujian Daud yang mengungkapkan keagungan Tuhan dan kedudukan istimewa manusia dalam ciptaan-Nya. 

Dalam mazmur ini, raja Daud mengajak kita untuk menyadari betapa besarnya Allah, betapa kecilnya manusia, namun Allah berkenan menganugerahkan kemuliaan-Nya bagi manusia.

1. Keagungan Tuhan yang Mengatasi Segalanya

"Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan." (Mazmur 8:1)

Raja Daud menyatakan keagungan Tuhan, dan memuliakan-Nya. Nama Allah diakui sebagai yang termulia di seluruh bumi. Langit yang luas dan indah merupakan salah satu penyataan keagungan Allah yang dapat dilihat oleh mata manusia. 

Bagian ini mengingatkan kita untuk merenungkan karya-karya besar Allah di sekitar kita. Matahari terbit, bintang-bintang di langit, gunung yang menjulang tinggi, semua ini menunjukkan kebesaran dan kesempurnaan-Nya. Kita diajak untuk menyaksikan alam semesta dengan kekaguman dan rasa hormat kepada Allah yang menciptakannya.

2. Allah Memilih yang Lemah untuk Mempermalukan yang Kuat

"Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam." (Mazmur 8:2)

Ayat ini mengungkapkan bahwa makhluk yang lemah sekalipun, Allah sanggup memberinya kuasa. Bayi-bayi dan anak-anak, diberi kuasa dahsyat penuh kekuatan untuk membungkam musuh Allah. 

Allah menggunakan kontras dari hal yang kecil dan tampaknya tidak berarti, namun dijadikan besar dan berkuasa, demi menunjukkan bahwa Ia sanggup memberi kuasa kepada siapapun melalui kekuatan anugerah-Nya. Hal ini juga kita saksikan dalam banyak kisah tokoh Alkitab, termasuk raja Daud sendiri waktu melawan Goliat. Juga kisah Gideon dengan pasukan kecilnya, yang mengalahkan musuh dengan kekuatan Allah.

Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak memandang rendah siapapun atau apapun. Allah dapat bekerja melalui siapa saja, bahkan melalui mereka yang dianggap lemah oleh dunia ini. Kita diingatkan untuk memiliki iman seperti seorang anak kecil, yang sepenuhnya bergantung kepada orangtuanya, dalam hal ini kita bergantung kepada Allah.

3. Manusia dalam Perspektif Keagungan Allah

"Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8:3-4)

Terlihat dari ayat di atas, bahwa raja Daud memposisikan dirinya, dengan merasa kecil dan tidak berarti, ketika ia merenungkan betapa indah dan besarnya alam semesta ini. Jadi dalam sudut pandang Allah Yang Maha Kuasa, yang menciptakan segalanya, manusia jadi tampak begitu kecil dan hina. Akan tetapi, Allah dengan penuh kasih dan kerendahhatian, berkenan memilih untuk mengingat dan mengindahkan manusia. Inilah bukti dari salah satu keagungan kasih setia Allah bagi manusia, yang tidak terselami akal pikiran manusia.

Melalui ayat ini, kita diajar Tuhan, untuk memiliki kerendahan hati di hadapan Tuhan. Sadarilah, bahwa kita hanyalah debu di alam semesta ini, tetapi Tuhan mengindahkan kita dan mengingat kita. Rasa syukur akan memenuhi hati kita, jika kita merenungkan kebaikan Allah yang begitu besar kepada kita.

4. Kemuliaan dan Tanggung Jawab Manusia

"Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya." (Mazmur 8:6)

Demikian kasih Allah akan dunia ini dan manusia sebagai pengelolanya, Ia memahkotai manusia dengan kemuliaan dan hormat. Ia memberikan manusia tanggung jawab untuk memerintah atas seluruh ciptaan-Nya, bahkan diberikan kehormatan menjadi pengelola bumi, dengan segala isinya. 

Akan tetapi jika kita lihat zaman ini, Allah yang sudah memberikan kehormatan bagi manusia ini, lupa akan tanggung jawab besarnya itu. Bahwa manusia dipanggil untuk menjaga dan mengelola alam semesta sesuai dengan kehendak Allah, namun nyatanya, dosa sering kali membuat manusia gagal menjalankan perannya dengan baik, justru malahan mengeksploitasi segala ciptaan-Nya demi kepentingan sesaatnya. 

Melalui Kristuslah, manusia yang sudah salah jalan itu, dipulihkan kembali untuk menjadi pengelola yang setia atas ciptaan Tuhan. Jadi mari kita yang sudah ditebus Kristus, jangan lupa menjaga dan melestarikan Alam Semesta dan Bumi ciptaan Allah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kehendak Allah.

5. Mengakhiri dengan Pujian

"Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!" (Mazmur 8:9)

Mazmur ini ditutup dengan pengulangan pujian kepada Tuhan. Raja Daud kembali menegaskan betapa mulianya nama Tuhan di seluruh bumi, tujuannya adalah menunjukkan bahwa segala sesuatu bermula dan berakhir dengan Allah. 

Pujian kepada Tuhan seharusnya menjadi respons alami kita ketika merenungkan kebesaran-Nya dan kasih-Nya yang luar biasa.

Kesimpulan

Mazmur 8 mengajarkan kita untuk merenungkan kebesaran Allah, kerendahan manusia, dan kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia. Kita diajak untuk hidup dengan kerendahan hati, mengandalkan kekuatan Allah, dan menjalankan tanggung jawab kita sebagai pengelola ciptaan Tuhan.

Semoga mazmur ini menginspirasi kita untuk memuliakan Allah dalam hidup kita sehari-hari. Mari kita bersyukur atas kasih karunia-Nya dan menjalankan tanggung jawab kita dengan setia. Segala pujian dan hormat hanya bagi Tuhan, Sang Pencipta yang mulia!

Amin.

Komentar

Postingan Populer