Mazmur 7 Allah Hakim yang Maha Adil Seri Mazmur by Febrian
26 November 2024
Mazmur 7 "Allah Hakim yang Maha Adil" Seri Mazmur
Bapak/Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai kisah raja Daud yang mengungkapkan kesedihannya dalam Mazmur pujian yang dinaikkan bagi Tuhan Allahnya.
Mazmur 7:1-18
Allah, Hakim yang adil
Nyanyian ratapan Daud, yang dinyanyikan untuk TUHAN karena Kush, orang Benyamin itu.
selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku,
supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
Pesan Tuhan bagi Umat Manusia dalam Mazmur 7
Raja Daud dianggap musuh oleh Raja Saul yang berasal dari suku Benyamin, sehingga bisa jadi Kush yang juga adalah orang dari suku Benyamin, itu juga memusuhinya. Mazmur 7 adalah salah satu mazmur yang ditulis oleh Raja Daud, di mana ia menyerahkan dirinya kepada penghakiman Allah yang adil. Melalui mazmur ini, ada beberapa pesan penting yang dapat kita pelajari mengenai keadilan, perlindungan, dan tanggapan kita terhadap penghakiman Allah.
1. Tuhan adalah Hakim yang Adil
Daud menegaskan bahwa Allah adalah hakim yang adil, yang tidak memihak dan tidak membiarkan kejahatan tanpa hukuman:
"Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat." (Mazmur 7:12)
Pesan ini mengingatkan umat manusia bahwa keadilan Allah akan dinyatakan pada waktunya. Tidak ada perbuatan dosa yang luput dari penghakiman-Nya, tetapi Allah juga penuh kasih kepada mereka yang bertobat.
2. Serahkan Pembalasan kepada Tuhan
Daud tidak berusaha membalas musuh-musuhnya dengan kekuatannya sendiri, tetapi ia membawa semua perkaranya kepada Tuhan:
"Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung! Selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku, dan lepaskanlah aku." (Mazmur 7:2)
Pesan ini mengajarkan bahwa umat manusia seharusnya tidak membalas dendam, melainkan mempercayakan setiap masalah kepada keadilan Tuhan.
3. Pertobatan adalah Kunci untuk Menghindari Murka Tuhan
Tuhan memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertobat sebelum menerima hukuman-Nya:
"Jika seseorang tidak bertobat, maka Ia akan mengasah pedang-Nya, melentur busur-Nya dan membidik." (Mazmur 7:13)
Ini adalah pengingat penting bagi umat manusia bahwa Tuhan memberikan waktu untuk bertobat, namun penghakiman pasti akan datang bagi mereka yang keras hati dan menolak-Nya.
4. Tuhan Melindungi Orang yang Benar
Daud menggambarkan Tuhan sebagai pelindung bagi mereka yang hidup dalam kebenaran:
"Perisaiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati." (Mazmur 7:11)
Pesan ini memberikan penghiburan bahwa Allah tidak hanya sebagai hakim, tetapi juga sebagai pembela bagi orang-orang yang setia dan hidup sesuai kehendak-Nya.
5. Kejahatan Akan Berbalik kepada Pelakunya
Daud menunjukkan bahwa kejahatan yang dirancang oleh orang fasik akan berbalik menimpa mereka sendiri:
"Ia membuat lubang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya." (Mazmur 7:16)
Ini menjadi peringatan bahwa orang yang jahat tidak akan dapat lolos dari akibat perbuatannya.
Kesimpulan
Mazmur 7 mengajarkan umat manusia untuk hidup dalam pertobatan, mempercayakan penghakiman kepada Tuhan, dan berlindung dalam keadilan-Nya. Allah adalah hakim yang adil, pelindung yang setia, dan pemberi kelegaan bagi mereka yang hidup benar. Kita dipanggil untuk meninggalkan kejahatan, bertobat, dan berjalan dalam kebenaran sambil percaya bahwa Tuhan akan membela dan memelihara kita.
Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu;
sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil;
berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
Yesaya 30:18
Amin.
Komentar
Posting Komentar