Mazmur 6 "Doa mohon keselamatan" Seri Mazmur by Febrian
25 November 2024
Mazmur 6 "Doa mohon keselamatan" Seri Mazmur
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Mazmur 6, yang merupakan ratapan raja Daud kala ia dikejar-kejar oleh musuhnya. Kita akan belajar bagaimana ia bisa bertahan dalam keadaan itu dengan memohon keselamatan dari Allah.
Tuhan Yesus memberkati.
Mazmur 6:1-10
Doa dalam pergumulan
Betapa sedih kita melihat penderitaan yang dialami raja Daud dalam Ayat bacaan di atas. Mazmur tersebut adalah salah satu kidung ratapan yang ditulis oleh Raja Daud. Dalam mazmur ini, Daud mengungkapkan penderitaan bathinnya yang begitu dalam. Ia sangat merasa tertekan secara emosional dan spiritual.
Sebagai raja besar yang pernah mengalahkan musuh-musuhnya dengan gagah berani, kini Daud terlihat begitu rapuh, meratap dan menangis kepada Tuhan. Pertanyaannya: mengapa Tuhan mengizinkan ini terjadi? Apakah Tuhan telah meninggalkannya?
1. Penderitaan Daud
Daud menggambarkan penderitaannya dalam kata-kata yang sangat emosional:
Mazmur 6:3
"Kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, ya Tuhan, sebab tulang-tulangku gemetar."
Ia merasa tubuhnya lemah, pikirannya kacau, dan jiwanya penuh kegelisahan. Bahkan, ia merasa Tuhan tidak menjawab doa-doanya:
Mazmur 6:4
"Tuhan, berapa lama lagi?"
Kalau dapat kita bandingkan penderitaan ini dengan penderitaan yang dialami oleh Ayub, barangkali perasaan yang sama dialami mereka berdua. Merasa Tuhan tidak kunjung menolong mereka.
2. Mengapa Tuhan Mengizinkan Penderitaan?
Ada beberapa alasan teologis mengapa Tuhan mengizinkan Daud mengalami penderitaan:
- Untuk menguji iman Daud: Allah dapat menggunakan penderitaan menjadi alat-Nya untuk melatih kekuatan iman Daud dalam segala keadaan. Dalam masa-masa sulitnya, Daud diajar untuk lebih mengandalkan Tuhan daripada mengandalkan kekuatannya sendiri.
- Untuk mendisiplinkan Daud: Kita lihat dalam Mazmur 6:2, Daud memohon agar Tuhan tidak menghajarnya dalam murka, di mana dapat kita simpulkan bahwa Allah mengizinkan penderitaannya menjadi sebuah bentuk pendisiplinan. Mengapa Daud perlu didisiplinkan?
Dalam Mazmur 6:2, Daud berseru:
"Ya Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu."
Ayat ini menunjukkan bahwa Daud menyadari adanya kemungkinan bahwa penderitaan yang dialaminya adalah bentuk pendisiplinan dari Tuhan. Namun, mengapa seorang raja besar seperti Daud memerlukan disiplin dari Allah? Ada beberapa alasan penting yang dapat kita pelajari:
1. Karena Daud adalah manusia yang berdosa
Meskipun Daud dikenal sebagai "seorang yang berkenan di hati Tuhan" (Kisah Para Rasul 13:22), ia tetap seorang manusia yang tidak luput dari dosa. Dalam beberapa situasi hidupnya, Daud melakukan kesalahan besar, seperti dosa dengan Batsyeba dan perencanaan pembunuhan Uria (2 Samuel 11). Tuhan mendisiplinkan umat-Nya untuk membawa mereka kembali ke jalan yang benar dan memurnikan hati mereka.
2. Untuk mengajarkan kerendahan hati
Sebagai raja yang besar dan berkuasa, Daud bisa saja menjadi sombong atau merasa tidak tergantung pada Allah. Namun, melalui penderitaan, Allah mengingatkan Daud bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan tanpa-Nya, Daud tidak akan dapat bertahan. Penderitaan membuat Daud berserah penuh kepada Tuhan.
3. Untuk memperdalam hubungannya dengan Allah
Melalui disiplin, Daud belajar untuk mengenal karakter Allah yang kudus, adil, namun penuh kasih. Disiplin ilahi tidak bertujuan untuk menghancurkan, melainkan untuk membangun dan memulihkan hubungan antara Allah dan umat-Nya. Dalam penderitaannya, Daud semakin mendekat kepada Tuhan dengan hati yang penuh kerendahan dan penyesalan.
4. Untuk memberikan teladan bagi umat Allah
Kehidupan Daud menjadi pelajaran berharga bagi generasi setelahnya. Melalui pendisiplinan yang ia terima, kita melihat bahwa Allah adalah Allah yang adil, yang tidak memandang bulu dalam menghukum dosa, tetapi juga penuh kasih dalam memulihkan orang yang bertobat. Daud menjadi contoh tentang bagaimana kita harus menanggapi disiplin Tuhan dengan iman dan kerendahan hati.
Jadi, Pendisiplinan Allah terhadap Daud adalah wujud kasih-Nya. Seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya, Allah mendidik Daud agar menjadi pribadi yang lebih taat, rendah hati, dan dekat dengan-Nya. Firman Tuhan dalam Ibrani 12:6 mengingatkan kita:
"Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Oleh karena itu, kita juga diajak untuk melihat penderitaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan lebih dekat dengan Tuhan, sama seperti Daud.
3. Apakah Tuhan Telah Meninggalkan Daud?
Meski Daud merasa terabaikan, kenyataannya Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Akhir dari Mazmur 6 menunjukkan perubahan nada:
Mazmur 6:9-10
"Tuhan telah mendengar tangisku; Tuhan telah mendengar permohonanku; Tuhan menerima doaku."
Ini adalah pengingat bahwa Tuhan setia mendengarkan seruan umat-Nya. Dalam waktu-Nya yang sempurna, Tuhan menjawab doa-doa kita dan memberikan kelegaan.
Kesimpulan
Penderitaan Raja Daud dalam Mazmur 6 mengajarkan kita bahwa Tuhan sering menggunakan kesulitan untuk membentuk kita. Walaupun kita merasa Tuhan jauh, Dia tetap setia mendengar doa-doa kita. Seperti Daud, kita harus terus berseru kepada-Nya dan percaya bahwa Dia akan menolong kita pada waktu-Nya yang sempurna.
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
1 Korintus 10:14
Amin.
Komentar
Posting Komentar