Mazmur 11: "Berlindung kepada Tuhan di Tengah Krisis" Seri Mazmur by Febrian

30 November 2024





Renungan dari Mazmur 11: "Berlindung kepada Tuhan di Tengah Krisis" Seri Mazmur

Bapak/Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Pada kesempatan ini, kita akan merenungkan Mazmur 11, yang ditulis oleh Raja Daud dalam menghadapi situasi penuh ancaman dan ketidakpastian. Mazmur ini mengajarkan kita bagaimana kita dapat tetap teguh dan bersandar kepada Allah sebagai perlindungan sejati di tengah krisis hidup.

Mazmur 11:1-7

TUHAN, tempat perlindungan

Untuk pemimpin biduan.  Dari Daud. 

Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: 
"Terbanglah ke gunung seperti burung!" 
Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. 
Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu? 

TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; 
TUHAN, takhta-Nya di sorga; 
mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. 
TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, 
dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. 
Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; 
angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka. 

Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; 
orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Makna dan Refleksi

Seperti Mazmur-mazmur sebelumnya, kita ketahui situasinya, bahwa Raja Daud sedang menghadapi ancaman yang begitu besar, namun, bukannya melarikan diri seperti yang dinasihatkan orang-orang di sekitarnya, ia memilih tetap berlindung kepada Tuhan. 

Pesan ini penting bagi kita, bahwa di kala menghadapi situasi yang demikian membuat kita takut dan ragu, kita harus senantiasa mencari wajah Tuhan dan mohon perlindungan pada-Nya.

Berikut adalah sikap yang diteladankan oleh Raja Daud:

1. Keberanian untuk Tetap Beriman

Ayat pertama menunjukkan iman Daud yang teguh: "Kepada Tuhan aku berlindung." Ia menunjukkan kepada pembaca Mazmur ini, betapa sikapnya yang hanya fokus kepada Tuhan, bukan yang lain.  

Dalam hidup ini, kita sering kali hilang fokus dan "lari" dari masalah, atau tantangan. Akan tetapi, dalam situasi seperti di atas, Raja Daud menunjukkan bahwa sikap yang benar, adalah bertahan di dalam Tuhan.

2. Tuhan Adalah Hakim yang Adil

Daud percaya bahwa Tuhan tetap berdaulat di tengah ketidakadilan dan kejahatan dunia. Perkataannya, "TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. TUHAN menguji orang benar dan orang fasik". Iman seperti inilah yang menghibur kita, bahwa Allah tidak pernah lalai.

3. Pengharapan Orang Benar

Di akhir mazmurnya, Raja Daud menegaskan bahwa orang fasik yang berbuat kejahatan padanya, pasti akan dihancurkan, "Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka."

Raja Daud meyakini bahwa orang-orang yang tulus hati, pasti akan memandang wajah Tuhan. Ini adalah janji pengharapan yang kuat bahwa mereka yang hidup dalam kebenaran akan menerima upah dari Tuhan. "Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya."

Aplikasi dalam Kehidupan kita

Mazmur 11 mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah di tengah krisis. Ketika kita merasa takut atau menghadapi tantangan, kita diajak untuk tetap berlindung kepada Tuhan. 

Ingatlah bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil dan akan memberikan kekuatan serta penghiburan kepada kita yang bersandar kepada-Nya.

Mari kita jadikan mazmur ini sebagai doa kita hari ini: agar kita selalu berlindung kepada Tuhan dalam setiap situasi, percaya kepada keadilan-Nya, dan tetap hidup dalam kebenaran-Nya.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

Mazmur 37:39
Amin.

Komentar

Postingan Populer