Kekhawatiran by Febrian
27 Februari 2023
Kekhawatiran
Lukas 12:25
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
Khawatir atau kuatir adalah suatu keadaan yang hampir setiap orang pernah mengalaminya, bahkan ada orang yang tidak pernah lepas daripadanya. Capek dong...
Banyak orang yang karena kekhawatirannya itu sudah sangat menyiksa, akhirnya mencari pelarian mencari hiburan atau tempat curhat. Masalahnya pelarian itu positif atau tidak.
Orang Kristen yang setiap hari hidup bergaul dengan Tuhan dan firman-Nya, apakah jaminan pasti tidak akan khawatir? Tidak juga... Selama masih hidup di dalam tubuh daging ini, kekhawatiran itu pasti juga akan menimpa kita.
Di dalam Alkitab ada loh contoh seorang Nabi Besar yang mengalami ketakutan dan kekhawatiran demikian besarnya hingga ia melarikan diri. Coba kita baca ya...
1 Raja-raja 18:20-46
Ini cerita awalnya, bahwa ada seorang Nabi Besar namanya Elia yang bertanding melawan Nabi-nabi baal, untuk memenangkan api Tuhan dari Surga yang akan membakar persembahan yang mereka berikan. Elia memenangkan pertandingan itu dan ia membunuh semua Nabi itu dengan pedang. Gagah ya? Luar biasa.
Tapi....coba baca ayat berikut nya...
1 Raja-raja 19:1-18
Elia mendengar bahwa Izebel Ratu Kerajaan Sidon marah dan berikhtiar membunuhnya, ia lari ketakutan ke Bersyeba, melarikan diri ke padang gurun bahkan duduk dibawa pohon arar. Bahkan ia ingin mati. Aneh ya... Barusan dengan gagah memenangkan peperangan, tetapi sejenak kemudian ia berubah ketakutan.
Mari kita lihat apa sikap Tuhan melihat hambanya dalam keadaan seperti demikian.
Allah dengan penuh kasih dan sayang-Nya, menanyakan apa yang dilakukan Elia di tempat itu. Dua kali Allah menanyakan hal yang sama, setelah Ia lewat di hadapan Elia dan berbicara dalam angin sepoi-sepoi. Artinya dalam ketenangan Allah menghampiri dan menguatkan Elia yang sudah minta mati.
Allah mengingatkan Elia untuk segera pergi mengerjakan tugas lagi mengurapi Raja-raja dan Elisa menjadi Nabi penggantinya.
Elia mengira semua orang sudah mengkhianati Tuhan, tinggal dirinya seorang saja, tetapi kenyataannya Allah menjaga 7.000 orang yang masih mencintai-Nya. Elia kembali dikuatkan, bahwa masih ada Allah yang menjaga dirinya dan orang-orang percaya lainnya.
Jika kita perhatikan kisah di atas, maka kita sekarang menyadari bahwa daging kita ini sangatlah lemah dan getas. Itu karena kita dibuat dari tanah liat, bukan dari besi ataupun dari emas. Tanah liat itu keras, tapi getas.
Pelajaran yang kita ambil adalah, bahwa Allah tidak pernah melepaskan pandangan-Nya dari setiap orang yang mengasihi-Nya. Allah selalu siap menolong orang yang hidupnya mengutamakan Allah. Pada saat ia jatuh, Allah dengan sigap mendampinginya. Sikap Allah dalam menghadapi setiap situasi bisa berbeda-beda, sesuai dengan kondisi dan siapa yang dihadapi-Nya. Pada prinsipnya, Ia pasti memberikan jalan keluar pada saat orang itu berada di dalam lembah kekelaman.
Semoga renungan ini bisa membawa kebaikan bagi kita semua.
Amin.
Salam dan doa.
Febrian Ariyanto
Komentar
Posting Komentar