Kejahatan Manusia - Kedatangan Anak Manusia by Febrian Ariyanto - Renungan Pribadi
26 Februari 2023
Kejahatan manusia
Kejadian 6:1-13
6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, 6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. 6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." 6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, 6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. 6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Riwayat Nuh
6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. 6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. 6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
Nasihat supaya berjaga-jaga
24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
- Kitab Kejadian dipercaya ditulis oleh Nabi Musa, yang menceritakan bagaimana semenjak manusia pertama Adam dan Hawa berdosa, manusia ada yang bertambah baik, dan kebanyakan justru bertambah jahat.
- Ditulis dalam Kej 6:3 Allah mencegah kehidupan manusia di bumi terlalu lama, sehingga dosa mereka sangat banyak. Umur manusia dibatasi hingga 120 th saja.
- Dalam Kej 6:6 kehidupan manusia semakin bertambah jahat dan Allah menjadi sangat sedih, hingga di Kej 6:7, Allah Berketetapan hati ingin menghapuskan umat manusia dari muka bumi, sedangkan Nuh mendapat kemurahan hati-Nya.
- Jika kita lompat ke Mat 24:37-39, dikatakan bahwa keadaan yang terjadi pada zaman Nuh, akan terjadi juga pada zaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua di bumi ini kelak. Manusia makan minum, kawin mengawinkan dan mereka semua tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang.
- Mengapa Nuh bisa mendapatkan kemurahan hati Tuhan, sementara semua orang lain di muka bumi akan dihapuskan-Nya? Dalam Kej 6:9 ditulis bahwa Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya, dan hidup bergaul dengan Allah.
- Nuh mewarisi kehidupan yang benar dari Kakek buyutnya yaitu Henokh yang hidup bergaul dengan Allah, hingga ia diangkat ke Surga tanpa kematian.
Renungan:
- Perhatikan keadaan sekeliling kita zaman sekarang ini.
Komentar
Posting Komentar